TNI AD Bongkar Markas Judi Online di Kompleks Perumahan Cijantung, 11 Warga Sipil Diamankan
Baca dalam 60 detik
- TNI AD menggerebek rumah di Kompleks Perumahan Angkatan Darat Cijantung, Jakarta Timur, yang diduga menjadi markas judi online, Minggu (4/10).
- Sebelas orang warga sipil diamankan bersama barang bukti 32 komputer, 14 ponsel, dan sembilan KTP; lokasi disegel dan listrik dipadamkan.
- KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan akan menindak tegas jika ada prajurit yang terbukti terlibat memberikan fasilitas.

Jakarta โ TNI Angkatan Darat membongkar dugaan praktik judi online yang beroperasi dari sebuah rumah di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD), Cijantung, Jakarta Timur. Penggerebekan pada Minggu (4/10) itu berawal dari laporan warga yang mencurigai aktivitas tak lazim di lingkungan asrama militer tersebut.
Personel Kodim 0505/Jakarta Timur bersama aparat kewilayahan mendatangi lokasi dan mengamankan 11 orang yang diduga berperan sebagai operator. Kesebelasnya merupakan warga sipilโenam pria dan lima perempuan. Dari rumah itu, petugas menyita 32 unit komputer, 14 telepon seluler, serta sembilan kartu identitas.
Menurut keterangan resmi Dinas Penerangan Angkatan Darat, para terduga operator langsung dibawa ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) untuk diperiksa lebih lanjut. Lokasi kejadian telah dipasang garis polisi dan aliran listrik dipadamkan guna mendukung pengamanan serta pendalaman kasus.
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan komitmen institusinya untuk merespons setiap laporan dugaan pelanggaran secara cepat. "Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas. Kalau kita, pasti respons cepat," ujarnya seperti dikutip dari keterangan tertulis.
Maruli juga menyatakan bahwa proses pendalaman akan mengusut kemungkinan keterlibatan prajurit TNI AD, baik yang memberikan fasilitas maupun terlibat langsung. Jika terbukti, sanksi akan dijatuhkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengungkapan ini menyoroti celah pengawasan di lingkungan perumahan militer yang seharusnya steril dari aktivitas ilegal. Kompleks KPAD Cijantung selama ini dikenal sebagai kawasan hunian personel TNI AD, sehingga munculnya jaringan judi online di dalamnya berpotensi mencoreng citra institusi. Publik pun menanti transparansi hasil pemeriksaan, terutama mengenai siapa pihak yang memfasilitasi operasi tersebut.
Kasus ini juga memperkuat indikasi bahwa sindikat judi online kian berani menyusup ke area terbatas. Sebelumnya, sejumlah penggerebekan judi online di berbagai kota menunjukkan pola serupa: operator bekerja dari rumah sewa atau properti yang tampak biasa, dengan peralatan komputer berskala besar. Keberadaan 32 unit komputer di satu rumah mengisyaratkan operasi yang terorganisir, bukan sekadar permainan iseng.
Pemeriksaan di Denpom akan menentukan apakah ada pelanggaran disiplin militer atau pidana umum yang menjerat pihak-pihak terkait. TNI AD berjanji menuntaskan penyelidikan secara terbuka. Namun, pertanyaan besarnya: sejauh mana jaringan ini melibatkan oknum di dalam institusi, dan apakah pengungkapan ini akan menjadi pintu masuk pembenahan pengawasan di lingkungan perumahan militer ke depan?



