Tanggal Bebas Diddy Combs Kembali Diundur ke 2028, Dipicu Laporan Kemewahan di Penjara
Baca dalam 60 detik
- Biro Penjara AS menjadwalkan ulang pembebasan Sean 'Diddy' Combs menjadi 2 Maret 2028, mundur dari 21 Januari 2028.
- Laporan NBC News mengungkap dugaan fasilitas mewah di balik jeruji, termasuk ponsel selundupan dan asisten pribadi berbayar.
- Komisi etik dan pengawasan penjara menyoroti lemahnya kontrol kontraband, sementara pengacara Combs menepis sebagai 'kehidupan penjara biasa'.

Mantan mogul musik Sean 'Diddy' Combs harus menerima kenyataan pahit: tanggal pembebasannya dari FCI Fort Dix, New Jersey, kembali dimundurkan menjadi 2 Maret 2028. Keputusan Biro Penjara Amerika Serikat (BOP) ini mengejutkan publik, mengingat pekan sebelumnya ia sempat dijadwalkan menghirup udara bebas pada 21 Januari 2028. Perubahan ini bukan yang pertama; sejak vonis 50 bulan atas dua tuduhan transportasi untuk prostitusi, tanggal bebasnya telah beberapa kali direvisi.
Penundaan terbaru ini beredar di tengah laporan investigatif NBC News yang menyoroti gaya hidup Combs di balik jeruji. Menurut laporan tersebut, rapper 56 tahun itu diduga menggelontorkan ribuan dolar setiap bulan untuk membayar sesama narapidana agar memberinya pijat, memasak, membersihkan sel, hingga mencuci pakaian. Tak hanya itu, ia disebut memiliki ponsel selundupan dan akses alkohol yang diselundupkan ke dalam penjara keamanan rendah tersebut.
BOP menolak mengomentari alasan spesifik perubahan tanggal pembebasan. Juru bicara lembaga itu menyatakan, "Untuk alasan privasi, keselamatan, dan keamanan, kami tidak mengomentari kondisi tahanan, termasuk alasan perubahan tanggal pembebasan." Sikap ini meninggalkan ruang tafsir: apakah penundaan murni administratif, atau ada kaitan dengan penyelidikan atas dugaan pelanggaran aturan yang tengah berlangsung?
Laporan NBC News memicu konsekuensi langsung. TMZ melaporkan Combs dipindahkan kembali ke Special Housing Unit (SHU), yang lazim disebut isolasi. Sumber menyebut langkah itu sebagai prosedur standar ketika pihak penjara melakukan investigasi terhadap seorang tahanan. Empat narapidana yang satu unit dengan Combs mengklaim bahwa ia membayar seorang tahanan untuk membersihkan toilet dan area shower sebelum digunakan, serta menyewa orang lain untuk memasak makanan khusus seperti pizza, kari, dan empanada. "Ini bukan hal normal yang kau lihat di penjara. Ini gaya orang kaya. Terlihat gila, tapi ini Diddy," ujar salah satu sumber.
"Dia miliarder. Orang-orang mengaguminya. Uang adalah kekuatan, terutama di balik jeruji." โ Narapidana yang satu unit dengan Combs, seperti dikutip NBC News.
Pihak Combs membantah narasi yang berkembang. Juru bicaranya menegaskan bahwa mereka tidak pernah diberi penjelasan tentang bagaimana BOP menghitung atau menyesuaikan tanggal pembebasan. "Sean tetap fokus menjalani hukumannya, menunggu keputusan banding, dan menantikan waktu berkualitas bersama keluarganya saat kembali ke rumah," ujarnya. Ia juga menepis laporan NBC sebagai "pengawasan berlebihan terhadap detail kehidupan penjara yang biasa" dan menegaskan bahwa satu-satunya berita nyata adalah Combs menjalani hukuman sesuai aturan.
Kasus ini menyoroti persoalan sistemik dalam pengelolaan penjara AS: lemahnya pengawasan kontraband dan potensi ketimpangan perlakuan berdasarkan kekayaan. Juru bicara BOP mengakui bahwa ponsel, narkotika, dan senjata tetap menjadi tantangan konstan di fasilitas pemasyarakatan. Namun, pengakuan itu tidak menjelaskan mengapa seorang tahanan dengan profil tinggi bisa diduga menikmati fasilitas yang jauh melampaui standar narapidana biasa.
Bagi Indonesia, kasus ini bisa menjadi cermin. Sistem pemasyarakatan di dalam negeri kerap menghadapi masalah serupa: peredaran ponsel ilegal, praktik jasa berbayar antarwarga binaan, hingga dugaan perlakuan istimewa bagi tahanan tertentu. Publik Indonesia yang mengikuti perkembangan kasus Combs mungkin bertanya, sejauh mana pengawasan di lembaga pemasyarakatan kita sendiri mampu mencegah 'kemewahan' serupa? Transparansi tanggal pembebasan dan penegakan aturan yang setara menjadi pekerjaan rumah bersama.
Dengan banding yang masih berjalan, masa depan Combs belum final. Jika bandingnya ditolak, ia baru bisa menghirup udara bebas pada 2028โitu pun jika tidak ada pelanggaran baru yang memperpanjang hukumannya. Publik akan terus mengawasi: apakah penundaan ini murni konsekuensi hukum, atau ada faktor lain yang membuat 'Diddy' tetap berada di balik jeruji lebih lama dari yang seharusnya?



