Everton Jual Ndiaye Rp1,3 Triliun, Tyrique George Siap Jadi Penerus
Baca dalam 60 detik
- Everton melepas Iliman Ndiaye ke Manchester City dengan harga £65 juta pada deadline day, meski kontraknya masih tersisa tiga tahun.
- Tyrique George, rekrutan permanen dari Chelsea senilai £24 juta, langsung mengisi kekosongan dengan catatan 1,8 dribel sukses dan 1,4 umpan kunci per laga.
- Penjualan Ndiaye memicu pertanyaan tentang strategi transfer The Friedkin Group, sementara George menjadi harapan baru di flank kiri Everton.

Everton melepas gelandang serang Iliman Ndiaye ke Manchester City dengan mahar £65 juta pada hari batas transfer, sebuah keputusan yang mengejutkan mengingat kontrak pemain Senegal itu masih tersisa tiga tahun. Penjualan ini terjadi setelah The Friedkin Group, pemilik klub, menolak tawaran £40 juta untuk Harrison Armstrong menyusul protes fan, namun akhirnya mengorbankan Ndiaye demi menyeimbangkan neraca keuangan.
Kepergian Ndiaye meninggalkan lubang besar di lini serang Everton. Manajer David Moyes kini harus meracik skuad yang hanya diperkuat 18 pemain senior, meski musim berjalan tanpa kekalahan. Ndiaye sendiri langsung menunjukkan kelasnya bersama City, terutama saat masuk sebagai pengganti di derby Manchester, dengan enam percobaan dribel yang merepotkan lini belakang lawan.
Namun, Everton tampaknya telah menemukan pengganti yang tepat dalam diri Tyrique George. Pemain berusia 20 tahun itu didatangkan permanen dari Chelsea dengan biaya £24 juta setelah masa pinjaman enam bulan yang menjanjikan. Musim ini, George telah menjadi starter dalam empat dari lima pertandingan liga, beroperasi di sayap kiri dengan statistik impresif: rata-rata 1,8 dribel sukses dan 1,4 umpan kunci per pertandingan, menyamai capaian Ndiaye.
Kepercayaan diri George juga diakui oleh rekan setimnya, Merlin Rohl. “Kami semua tahu kemampuan Tyrique dalam duel satu lawan satu. Saya sering merasakannya di latihan ketika bermain sebagai bek kanan. Saya selalu bilang, 'Tolong, main yang ringan saja.' Dia sangat bagus dalam mengubah arah dan gerakannya tajam. Saya berharap dia terus berkembang dan menerapkannya di pertandingan,” ujar Rohl.
Penjualan Ndiaye memang menyisakan rasa pahit, terutama karena City masih menghadapi penyelidikan pelanggaran aturan keuangan yang bisa berujung pada sanksi berat. Namun, kehadiran George yang telah menunjukkan kualitasnya memberikan harapan baru bagi Everton. Dengan performa apik di awal musim, The Toffees berpotensi tetap kompetitif meski kehilangan salah satu bintangnya.
Ke depan, tantangan bagi Moyes adalah menjaga konsistensi skuad yang tipis dan mengasah potensi George agar terus berkembang. Jika mampu mempertahankan tren positif, Everton bisa membuktikan bahwa penjualan Ndiaye bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari era baru di Goodison Park.



