Max Dowman, 'Cazorla Baru' Arsenal yang Bikin Saka Takjub
Baca dalam 60 detik
- Max Dowman, gelandang serang 16 tahun Arsenal, mencuri perhatian dengan dua gol melawan Ipswich di Carabao Cup.
- Kehadirannya menjawab kerinduan fans akan sosok nomor 10 kreatif seperti Santi Cazorla yang belum tergantikan sejak 2018.
- Dukungan dari Declan Rice dan Bukayo Saka menegaskan potensi Dowman sebagai bintang masa depan Arsenal dan Timnas Inggris.

Nama Max Dowman mencuat setelah penampilan impresifnya bersama Arsenal. Gelandang serang berusia 16 tahun itu mencetak dua gol saat The Gunners mengalahkan Ipswich Town di ajang Carabao Cup, mengingatkan publik pada sosok Santi Cazorla.
Dowman, yang merupakan pemain kelahiran 2009, menjadi pemain termuda kedua yang pernah tampil di Premier League dan pencetak gol termuda dalam sejarah kompetisi tersebut. Ia juga sudah meraih medali juara bersama Arsenal, sebuah pencapaian luar biasa sebelum ia menyelesaikan ujian GCSE.
Kemampuan Dowman dalam menggiring bola, mengolah si kulit bundar di ruang sempit, serta kekuatan kedua kakinya membuatnya sering dibandingkan dengan Cazorla. Bahkan, ia telah disebut-sebut memiliki bakat setara Lionel Messi dan Lamine Yamal.
Sejak Cazorla hengkang pada 2018, Arsenal kesulitan menemukan gelandang serang yang mampu memberikan kontribusi gol dan assist secara konsisten. Mesut Ozil sempat menjadi tumpuan, tetapi gaya bermainnya berbeda. Setelah Ozil pergi pada 2021, Arsenal mencoba berbagai nama seperti Henrikh Mkhitaryan, Dani Ceballos, Emile Smith Rowe, hingga Fabio Vieira, namun tak ada yang benar-benar meniru kehebatan Cazorla.
Martin Odegaard, kapten tim saat ini, dianggap sebagai pemain yang paling mendekati kualitas Cazorla. Namun, konsistensinya masih dipertanyakan. Musim 2022/23 ia mencetak 15 gol, tetapi musim lalu hanya mencetak satu gol di semua kompetisi. Hal ini membuat fans Arsenal semakin mendambakan sosok gelandang serang yang produktif.
Kehadiran Dowman pun menjadi angin segar. Meski baru tampil sekali musim ini, ia langsung menunjukkan dampak besar. Penampilannya melawan Ipswich di Carabao Cup memperlihatkan kemampuan dribel, visi, dan penyelesaian akhir yang mengingatkan pada Cazorla di masa jaya.
"Bakatnya luar biasa. Terserah dia seberapa jauh kariernya nanti. Tapi ya, bakatnya gila," ujar Bukayo Saka.
Declan Rice juga memuji Dowman. "Saya banyak menerima pesan tentang Max. Di usia 15 tahun, perjalanan masih panjang. Kamu bisa jadi yang terbaik di usia 15, tapi belum tentu di usia 18. Jadi, kamu harus lapar, terus bekerja, dan terus mendorong. Saya sering bicara dengan Max dan dia punya keluarga yang sangat mendukung. Dia luar biasa," kata Rice.
Manajer Mikel Arteta saat ini masih berhati-hati dalam memberikan menit bermain kepada Dowman. Namun, mengingat kualitasnya, tidak lama lagi ia akan menjadi starter reguler untuk Arsenal. Posisi nomor 10, yang menjadi tempat Cazorla bersinar, tampaknya akan menjadi posisi jangka panjang Dowman.
Dengan teknik memukau, kemampuan dribel ala Messi, dan insting gol seperti Kevin De Bruyne, Dowman digadang-gadang sebagai pemain terbaik di dunia untuk kelompok usianya. Tekanan memang besar, tetapi ia memiliki dukungan penuh dari rekan setim dan staf pelatih.
Bagi Arsenal, munculnya Dowman bisa menjadi jawaban atas pencarian panjang sosok pengganti Cazorla. Jika ia terus berkembang, bukan tidak mungkin ia akan menjadi ikon baru di Emirates Stadium. Akankah Dowman menjadi penerus sah Cazorla? Waktu yang akan menjawab, tetapi bakatnya sudah terlihat jelas.



