MotoGP Ubah Format Sprint 2027: Kualifikasi Terpisah, Siapa Sebenarnya yang Minta?
Baca dalam 60 detik
- FIM resmi mengonfirmasi kualifikasi khusus sprint race akan digelar mulai musim 2027, memisahkan penentuan grid sprint dan grand prix.
- Perubahan ini disebut inisiatif tim, bukan promotor, dengan pengurangan waktu lintasan 35 menit untuk menekan keausan komponen mesin 850cc.
- Pembalap menyuarakan kekhawatiran soal risiko dan jadwal padat, sementara MotoGP menegaskan arah baru di bawah kepemimpinan tim generasi anyar.

Federasi Motor Internasional (FIM) resmi mengumumkan perubahan format akhir pekan MotoGP yang akan berlaku mulai musim 2027. Perubahan paling mencolok adalah pemisahan sesi kualifikasi untuk sprint race dan grand prix utama, yang selama ini ditentukan oleh satu sesi kualifikasi yang sama pada Sabtu pagi. Keputusan ini menandai perombakan struktural terbesar sejak sprint race diperkenalkan pada 2023.
Berdasarkan format baru, Jumat akan menjadi hari yang jauh lebih sibuk. Dua sesi latihan bebas digelar pada pagi hariโFP1 selama 45 menit dan FP2 selama 30 menitโsebelum kualifikasi sprint berlangsung selama 15 menit pada sore harinya. Seluruh pembalap akan turun di sesi kualifikasi sprint ini. Sementara itu, Sabtu tetap sama seperti sekarang, hanya berubah penamaan sesi latihan pagi, dan Minggu kehilangan sesi warm-up yang selama ini menjadi persiapan terakhir sebelum balapan.
Perubahan ini sontak menuai reaksi beragam dari para pembalap. Sejumlah rider menilai format anyar ini justru meningkatkan risiko karena waktu istirahat yang semakin sempit, terutama dengan padatnya jadwal di hari Jumat. Namun, pihak penyelenggara MotoGP Sports Entertainment Group menegaskan bahwa usulan perubahan ini bukan datang dari mereka, melainkan dari tim-tim peserta sendiri.
Wakil CEO MotoGP, Carlos Ezpeleta, menegaskan bahwa inisiatif ini murni berasal dari tim. "Perubahan ini adalah inisiatif yang datang dari tim. Merekalah yang mendatangi kami dan mengatakan bahwa format ini bisa diperbaiki," ujarnya kepada Motorsport.com. Ezpeleta menambahkan bahwa dengan penyesuaian ini, struktur sportif akhir pekan menjadi lebih baik dan tontonan semakin menarik.
"Secara keseluruhan, waktu lintasan akan berkurang 35 menit, termasuk penghapusan warm-up. Ini yang diinginkan para pabrikan untuk mengurangi jarak tempuh komponen tertentu. Kami juga akan memulai sedikit lebih lambat pada Jumat, sesuai permintaan mereka."
โ Carlos Ezpeleta, Wakil CEO MotoGP
Pengurangan waktu lintasan ini disebut sebagai permintaan langsung dari para pabrikan, terutama menjelang diperkenalkannya mesin 850cc musim depan. Dengan berkurangnya jarak tempuh, umur pakai komponen mesin bisa lebih terkendali, yang pada akhirnya menekan biaya operasional tim. Ezpeleta juga menyoroti munculnya profil eksekutif baru di paddock, seperti Guenther Steiner yang mengambil alih Tech 3 pada akhir 2025 setelah lama menangani Haas di Formula 1. Menurut Ezpeleta, para petinggi anyar ini memiliki visi yang jelas tentang arah yang harus diambil kejuaraan.
Bagi penggemar MotoGP di Indonesia, perubahan ini bisa berdampak pada pola menonton akhir pekan. Dengan Jumat yang lebih padat, sesi kualifikasi sprint pada sore hari berpotensi menjadi tontonan tersendiri, sementara Minggu tanpa warm-up membuat balapan langsung menjadi fokus utama. Siaran langsung pun kemungkinan akan mengalami penyesuaian jadwal, yang bisa memengaruhi jam tayang di platform penyiaran dalam negeri. Para penggemar tanah air yang terbiasa menyaksikan sesi latihan bebas pada Jumat pagi mungkin perlu menyesuaikan waktu nonton mereka.
Meski demikian, kritik dari pembalap soal keselamatan dan beban fisik tidak bisa diabaikan. Beberapa rider telah menyuarakan kekhawatiran bahwa dengan jadwal yang lebih padat pada Jumat, risiko cedera meningkat, terutama di sirkuit-sirkuit menantang. Di sisi lain, MotoGP berdalih bahwa perubahan ini justru memberi lebih banyak waktu istirahat pada Sabtu dan Minggu, karena tidak ada lagi warm-up. Namun, apakah pengurangan waktu lintasan benar-benar akan mengurangi risiko atau justru memindahkan tekanan ke hari Jumat, masih menjadi perdebatan.
Ke depan, format baru ini akan menjadi ujian bagi MotoGP dalam menyeimbangkan tuntutan pabrikan, keselamatan pembalap, dan daya tarik tontonan. Jika berhasil, bukan tidak mungkin kejuaraan lain akan mengikuti jejak serupa. Pertanyaannya, apakah para pembalap akan bisa beradaptasi dengan cepat, atau justru muncul gelombang protes baru menjelang musim 2027?



