Apple TV Hadirkan Dolby Atmos di F1 GP Amerika Serikat, Pengalaman Nonton Balapan Makin Imersif
Baca dalam 60 detik
- Apple TV resmi mengumumkan dukungan Dolby Atmos dan Dolby Vision untuk siaran Formula 1 mulai Grand Prix Amerika Serikat di Austin, 23 Oktober 2025.
- Peningkatan ini menjadi yang pertama sejak Apple menjadi penyiar resmi F1 di AS musim ini, memungkinkan penonton merasakan suara mesin V6 turbo hybrid seolah berada di sirkuit.
- Langkah ini menandai babak baru kualitas siaran olahraga digital, dengan potensi mendorong standar penyiaran balapan global ke level sinematik.

Apple TV resmi mengumumkan peningkatan signifikan pada kualitas siaran Formula 1. Mulai Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of The Americas, Austin, akhir pekan 23 Oktober 2025, pelanggan Apple TV di Amerika Serikat dapat menikmati siaran F1 dengan dukungan Dolby Atmos dan Dolby Vision. Ini menjadi kali pertama kedua teknologi audio-visual premium tersebut tersedia secara bersamaan untuk balapan F1 di platform tersebut.
Peningkatan ini bukan sekadar tambahan fitur. Dolby Atmos dirancang untuk menghadirkan pengalaman audio spasial yang membuat penonton merasa berada di tengah sirkuit, mendengar raungan mesin, deru ban, dan komunikasi tim seolah-olah berada di pit lane. Sementara Dolby Vision meningkatkan kualitas gambar dengan kontras lebih tajam, highlight lebih terang, dan warna lebih kaya. Keduanya hanya dapat dinikmati melalui perangkat Apple yang kompatibel, TV bersertifikat Dolby, serta perangkat pendukung seperti soundbar dan sistem home theater yang terhubung ke aplikasi Apple TV.
John Couling, Senior Vice President Entertainment Dolby Laboratories, menilai Formula 1 sebagai olahraga yang sangat kaya akan identitas visual dan sonik. Menurutnya, kerja sama Dolby dan Apple telah mengubah cara penonton menikmati hiburan, dari musik hingga film, dan kini standar baru tersebut dibawa ke dunia balapan. "Dengan Dolby Atmos bergabung bersama Dolby Vision untuk Formula 1 di Apple TV, kami menetapkan tolok ukur baru dalam pengalaman menonton olahraga ini," ujarnya.
Senada dengan itu, Oliver Schusser, Vice President Apple Music dan International Content, menegaskan bahwa suara merupakan elemen krusial yang membuat F1 begitu mendebarkan. Ia berharap kehadiran Dolby Atmos membuat penggemar dapat merasakan energi dan intensitas setiap grand prix dengan cara yang berbeda. "Ini adalah contoh lain bagaimana kami terus berinovasi dalam pengalaman menonton untuk mendekatkan penggemar dengan aksi di lintasan," kata Schusser.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, peningkatan ini mungkin belum bisa langsung dinikmati karena Apple TV belum menjadi penyiar resmi F1 di Tanah Air. Namun, langkah Apple dan Dolby ini memberikan sinyal jelas bahwa kualitas siaran olahraga digital terus bergerak ke arah sinematik. Penyiar lokal seperti Emtek (yang memegang hak siar F1 di Indonesia melalui platform OTT dan televisi berbayar) mungkin akan terdorong untuk mengadopsi teknologi serupa guna mempertahankan daya saing. Selain itu, meningkatnya standar audio-visual ini juga dapat memengaruhi ekspektasi penonton Indonesia terhadap kualitas streaming olahraga secara umum.
Dari sisi bisnis, kemitraan Apple dengan F1 di AS merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Apple TV di pasar streaming olahraga yang semakin kompetitif. Dengan menghadirkan pengalaman menonton kelas premium, Apple berupaya menarik pelanggan baru dan mempertahankan yang sudah ada. Dolby sendiri semakin agresif memperluas penetrasi teknologi Atmos dan Vision ke berbagai ajang olahraga, setelah sebelumnya sukses di dunia film dan musik. Jika kolaborasi ini berhasil, bukan tidak mungkin penyiar lain di berbagai negara akan mengikuti jejak serupa.
Pertanyaannya, akankah peningkatan kualitas siaran seperti ini menjadi standar baru dalam menonton F1 secara global, atau tetap eksklusif untuk pasar tertentu? Yang jelas, mulai 23 Oktober nanti, penonton di AS akan menjadi yang pertama merasakan sensasi balapan yang lebih hidup di ruang tamu mereka.



