Apple dan LG Disebut Siapkan Lini Perangkat Rumah Pintar, Tantang Dominasi Google dan Amazon
Baca dalam 60 detik
- Apple dikabarkan menggandeng LG Electronics untuk mengembangkan perangkat rumah pintar berlabel LG, termasuk kunci pintu digital, termostat, sensor suhu, dan kamera pengawas.
- Model kolaborasi ini membagi peran: Apple menangani desain dan rekayasa, sementara LG bertanggung jawab atas produksi dan dukungan purnajual.
- Peluncuran perdana diperkirakan berlangsung pada 13 Oktober mendatang, bersamaan dengan perkenalan hub rumah pintar Apple dan pembaruan HomePod mini serta Apple TV.

Apple dikabarkan tengah menjalin kemitraan dengan LG Electronics untuk meluncurkan serangkaian aksesori rumah pintar berlabel LG, mencakup kunci pintu digital, termostat, sensor suhu, bel pintu video, dan sejumlah kamera keamanan. Seluruh perangkat tersebut dirancang untuk terintegrasi dengan hub rumah pintar Apple yang selama ini masih menjadi rumor, dan menurut laporan Bloomberg, diperkirakan akan diperkenalkan bersamaan dengan HomePod mini versi baru serta Apple TV generasi terbaru pada 13 Oktober mendatang.
Kabar ini mencuat setelah beredarnya dokumen regulasi dan unggahan dari seorang pembocor yang dikenal sebagai pdfu. Meski demikian, baik Apple maupun LG belum memberikan konfirmasi resmi, dan produk-produk tersebut disebut masih berjarak beberapa bulan dari ketersediaan di pasar ritel.
Dari bocoran tersebut, setidaknya tiga perangkat telah terungkap gambaran awalnya. Kunci pintu digital LG Smart Deadbolt tampil dengan keypad melingkar di bagian luar yang dapat diputar untuk membuka. Mekanisme yang dapat disesuaikan diklaim menjaga komponen bergerak agar tidak bersentuhan dengan dinding di sekitarnya. Berdasarkan laporan The Verge, kunci ini mendukung fitur buka otomatis, buka dengan sentuhan, kode akses, operasi jarak jauh, pencahayaan keypad yang dapat diatur, serta alarm saat pintu terbuka. Dua kunci mekanis turut disertakan sebagai cadangan. Kemungkinan adanya fitur buka kunci berbasis proximity ultra-wideband juga sempat disebut, namun belum dikonfirmasi oleh kedua perusahaan.
Sementara itu, LG Smart Thermostat dikabarkan hadir dengan desain melingkar dan layar tengah berukuran besar untuk menampilkan suhu serta kelembapan. Unggahan pdfu di platform X menyebut sejumlah pengaturan seperti "Far Sight Display", kecerahan layar, pilihan bahasa, dan kalibrasi suhu. Konsep tampilan jarak jauh ini mengingatkan pada fitur yang ada di termostat Nest milik Google, meski perbandingan tersebut baru sebatas konsep antarmuka yang dilaporkan, bukan performa yang terverifikasi. Menurut MacRumors, dokumen regulasi juga mengisyaratkan kemungkinan adanya sensor radar 60GHz pada termostat, namun detail ini belum dapat dianggap sebagai spesifikasi ritel final.
Adapun sensor suhu dirancang untuk memperluas jangkauan termostat. Perangkat ini dilaporkan mampu membaca suhu dan kelembapan dari ruangan terpisah, lalu mengirimkan data tersebut ke unit utama untuk pengelolaan iklim seluruh rumah. Desainnya mencakup permukaan belakang magnetik, pelat logam perekat untuk pemasangan alternatif, serta baterai yang dapat diganti dengan peringatan baterai lemah.
"Model kolaborasi ini menunjukkan bahwa Apple berkontribusi pada desain, fitur, dan rekayasa, sementara LG menangani produksi dan dukungan," demikian laporan Bloomberg, yang menggambarkan struktur kemitraan tersebut.
Pendekatan ini memungkinkan Apple membentuk pengalaman perangkat keras tanpa harus memikul beban produksi secara penuh. Lini yang dilaporkan bahkan melampaui tiga perangkat tersebut, mencakup bel pintu video berkabel, kamera lampu sorot, kamera colokan luar ruangan, dan kamera colokan dalam ruangan, meski informasi rinci mengenai kamera-kamera ini masih terbatas.
Langkah ini menandai strategi perangkat keras yang lebih terarah dibandingkan pendekatan Apple sebelumnya di kategori rumah pintar. Selama ini, platform keamanan rumah Apple mengandalkan beragam aksesori pihak ketiga. Dengan lini yang direkayasa bersama produsen besar, Apple berpotensi bersaing lebih langsung dengan Google dan Amazon dalam hal koherensi perangkat keras. Namun, apakah Apple mampu menyamai kematangan dan keluasan ekosistem Nest atau Ring masih spekulatif sampai harga dan performa dunia nyata diketahui.
Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Ekosistem rumah pintar di Tanah Air masih didominasi perangkat dari merek seperti Xiaomi, Google, dan Amazon, dengan harga yang relatif terjangkau. Kehadiran lini Apple-LG dapat memperketat persaingan di segmen premium, terutama jika perangkat tersebut mendukung standar Matter dan Thread yang memungkinkan interoperabilitas lintas platform. Namun, tanpa kejelasan harga dan ketersediaan regional, dampaknya terhadap pasar domestik masih jauh dari pasti.
Pengumuman Apple pada 13 Oktober nanti mungkin akan menjelaskan bagaimana hub yang dirumorkan menyatukan perangkat keras ini. Spesifikasi bocoran bisa berubah sebelum peluncuran, sehingga setiap detail sebaiknya disikapi dengan hati-hati hingga ada pernyataan resmi dari Apple dan LG. Pertanyaannya, akankah kolaborasi ini menjadi titik balik ambisi Apple di rumah pintar, atau sekadar langkah awal yang masih harus membuktikan diri di pasar yang sudah padat?



