Sebastian Stan Rela Fan Jadi Kelinci Percobaan Cukur Botak demi Film 'Fjord'
Baca dalam 60 detik
- Aktor Marvel Sebastian Stan mengungkap bahwa seorang penggemar bersedia menjadi sukarelawan untuk menguji gaya cukur botak sebelum dirinya menjalani transformasi serupa untuk film 'Fjord'.
- Transformasi fisik ekstrem ini dilakukan Stan hanya dua hari setelah ia menghadiri Academy Awards 2025, menunjukkan dedikasi tinggi pada peran di film arahan Cristian Mungiu yang memenangkan Palme d'Or.
- Dengan perilisan 'Fjord' di bioskop AS pada 9 Oktober 2026, langkah Stan ini menegaskan tren aktor Hollywood mengorbankan penampilan demi kredibilitas seni, sekaligus menyoroti bagaimana industri film global semakin menuntut autentisitas visual.

Aktor peraih nominasi Oscar, Sebastian Stan, mengungkapkan bahwa seorang penggemar bersedia menjadi kelinci percobaan untuk gaya cukur botak yang ia kenakan dalam film terbaru berjudul Fjord. Pengakuan ini disampaikan Stan saat menjadi bintang tamu di acara Late Night with Seth Meyers pekan ini, menjelang perilisan film tersebut di bioskop Amerika Serikat pada Jumat (9/10/2026).
Dalam film drama yang disutradarai Cristian Mungiu itu, Stan memerankan Mihai Gheorghiu, seorang ayah konservatif asal Rumania yang pindah bersama istri dan anak-anaknya ke komunitas terpencil di Norwegia. Keluarga tersebut kemudian menghadapi pengawasan ketat dari otoritas perlindungan anak setempat. Film ini sendiri berhasil meraih Palme d'Or di Festival Film Cannes pada Mei lalu, menambah prestise proyek tersebut di kancah perfilman internasional.
Ketika ditanya oleh pembawa acara Seth Meyers mengenai keputusannya mencukur habis rambutnya, Stan mengungkapkan bahwa Mungiu terlebih dahulu menguji tampilan tersebut pada salah satu penggemarnya. Menurut Stan, sutradara itu mencari sukarelawan secara daring di antara para penggemar aktor tersebut. "Seseorang mengatakan, 'Saya akan melakukannya', lalu dia meminta penggemar itu untuk mencukur rambutnya," ujar Stan, seraya menambahkan bahwa mereka "berlatih pada orang tersebut." Stan kemudian menerima foto hasil cukuran tersebut sebelum akhirnya menjalani transformasi yang sama.
Stan mengaku tidak keberatan mengubah penampilannya secara drastis demi peran. "Saya akan melakukan apa pun. Saya tidak suka terlihat seperti diri saya sendiri, setidaknya dalam situasi kerja. Saya ingin mengutamakan karakter," tuturnya. Ia menambahkan bahwa penampilan yang mirip dengan dirinya sendiri sering kali membuat penonton mengaitkannya dengan peran tertentu yang telah ia mainkan berulang kali. "Anda harus melakukan sedikit usaha untuk mengubah perspektif," imbuhnya.
"Props untuk dia di mana pun dia berada." โ Sebastian Stan, memberikan penghargaan kepada penggemar yang menjadi sukarelawan.
Perubahan penampilan bukan hal baru bagi Stan. Ia sebelumnya memenangkan Golden Globe untuk perannya dalam A Different Man, di mana ia berperan sebagai aktor dengan neurofibromatosis yang menjalani operasi wajah. Perannya sebagai Donald Trump dalam The Apprentice juga memberinya nominasi Oscar pertama. Sebelumnya, ia sempat dinominasikan untuk Emmy melalui perannya sebagai Tommy Lee dalam drama televisi Pam and Tommy.
Dalam Fjord, Stan beradu akting dengan Renate Reinsve, yang sebelumnya tampil bersamanya di A Different Man. Film ini terinspirasi dari peristiwa nyata dan mengikuti kisah Mihai serta Lisbet Gheorghiu saat pendekatan konservatif mereka terhadap kehidupan keluarga berbenturan dengan sikap masyarakat Norwegia tempat mereka menetap. Proyek ini juga menandai kali pertama Stan berakting dalam film fitur berbahasa Rumania, bahasa ibunya.
Sementara itu, Stan akan kembali memerankan Bucky Barnes dalam Avengers: Doomsday yang dijadwalkan tayang Desember mendatang, menyatukannya kembali dengan Chris Evans. Ia menyebut kerja sama itu sebagai "sangat nostalgik" dan menambahkan, "Kami tumbuh bersama."
Dedikasi Stan terhadap transformasi fisik mencerminkan tren di Hollywood, di mana aktor semakin dituntut untuk mengubah penampilan demi kredibilitas peran. Apakah pengorbanan seperti ini akan menjadi standar baru dalam industri film, atau justru memicu diskusi tentang batas antara seni dan eksploitasi? Waktu yang akan menjawab, tetapi yang jelas, Stan telah menunjukkan bahwa bagi sebagian aktor, citra diri bukanlah hal yang sakral ketika berhadapan dengan tuntutan cerita.



