Kovač Sebut Dortmund di Fase Paling Berbahaya: Kami yang Diburu
Baca dalam 60 detik
- Borussia Dortmund memulai Bundesliga dengan empat kemenangan beruntun, tetapi pelatih Niko Kovač menilai situasi ini justru menyimpan risiko terbesar.
- Kovač menekankan kekompakan manajemen dan staf sebagai fondasi kebangkitan Dortmund dari peringkat 11 ke posisi kedua.
- Perpanjangan kontrak Kovač disebut tinggal menunggu waktu, sementara ia tetap fokus menjaga ritme usai jeda internasional.

Borussia Dortmund mencatat start sempurna di Bundesliga musim ini dengan empat kemenangan dari empat laga, plus satu kemenangan di Liga Champions. Namun di balik rekor tersebut, pelatih Niko Kovač justru menyebut periode ini sebagai fase paling berbahaya bagi timnya.
Dalam wawancara eksklusif dengan Bundesliga, Kovač mengungkapkan bahwa rasa puas bisa menjadi jebakan. "Ketika Anda puas, itu bisa dengan cepat membuat Anda lengah, kehilangan fokus pada hal-hal kecil yang justru menentukan," ujarnya. Ia menegaskan bahwa di level kompetisi yang ketat, detail-detail kecil sering kali menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan.
Kovač menyadari posisi Dortmund saat ini sebagai tim yang diburu. "Kami adalah yang diburu. Itu berarti kami harus terus bekerja konsisten," tegasnya. Pernyataan ini mencerminkan kesadaran bahwa status favorit justru meningkatkan tekanan dari rival-rival yang mengincar posisi puncak.
Pria asal Berlin itu juga menyoroti pentingnya kekompakan di dalam klub. Menurutnya, kesatuan antara pemain, staf, dan manajemen menciptakan stabilitas yang membantu tim berkembang. "Kesatuan di sini sangat kuat. Suasananya jauh lebih tenang, dan itu membantu kami bergerak ke arah yang benar," jelasnya. Ia menambahkan bahwa kontinuitas adalah kunci untuk meningkatkan performa secara bertahap.
Kovač juga mengomentari perpanjangan kontrak tiga petinggi klub—Carsten Cramer, Thomas Treß, dan Lars Ricken—yang dinilainya sebagai bukti komitmen terhadap stabilitas. Mengenai masa depannya sendiri, ia menyatakan masih dalam pembicaraan. "Kami akan membahas semuanya dalam beberapa pekan ke depan. Tapi saat ini fokus saya adalah kembali ke ritme setelah jeda internasional," ujarnya.
Di sisi lain, Kovač berbicara tentang latar belakang keluarganya yang membentuk etos kerjanya. Ayahnya seorang tukang kayu dan ibunya seorang petugas kebersihan. "Kami adalah anak-anak migran Jerman baru. Orang tua saya datang ke Jerman pada 1970, dan saya lahir pada 1971. Masa kecil saya dibentuk oleh integrasi, kerja keras, kesederhanaan, dan pengendalian diri," kenangnya. Ia percaya bahwa pengalaman itu membantunya memahami beragam budaya di ruang ganti.
Menurut Kovač, kemampuan memahami perbedaan budaya sangat penting dalam menangani pemain dari berbagai latar belakang. "Anda harus mengerti bagaimana budaya dan agama yang berbeda bekerja. Tidak semua orang sama. Saat berbicara dengan pemain dari Eropa Tengah, Afrika, atau Selatan, emosinya berbeda," paparnya. Ia merasa beruntung tumbuh di lingkungan multikultural yang membantunya beradaptasi.
Dengan jadwal padat yang menanti, termasuk laga-laga krusial di Bundesliga dan Liga Champions, Dortmund harus menjaga konsistensi. Kovač menekankan bahwa timnya tidak boleh terlena oleh start gemilang. "Kami harus tetap tajam dan fokus. Yang lain adalah pemburu, dan kami adalah yang diburu," pungkasnya.
Pertanyaan besarnya sekarang: mampukah Dortmund mempertahankan performa impresif ini hingga akhir musim, ataukah tekanan sebagai buruan akan menjadi bumerang? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti, Kovač tidak ingin timnya kehilangan kewaspadaan.



