Kovač Buka Pintu untuk Mathis Albert: Menit Bermain Lebih Banyak di Dortmund Segera Terwujud
Baca dalam 60 detik
- Niko Kovač menegaskan Mathis Albert akan mendapatkan porsi bermain lebih besar di Borussia Dortmund dalam waktu dekat.
- Albert, 17 tahun, telah menorehkan rekor sebagai pencetak gol termuda Timnas AS dan debutan termuda Bundesliga bersama Dortmund.
- Peluang Albert tampil kembali terbuka saat Dortmund menghadapi Werder Bremen, dengan Kovač menyebut tidak ada batasan bagi perkembangannya.

Borussia Dortmund bersiap memberikan panggung lebih luas bagi talenta muda Amerika Serikat, Mathis Albert. Pelatih Niko Kovač secara terbuka menyatakan bahwa pemain berusia 17 tahun itu akan segera menerima menit bermain yang jauh lebih banyak di kompetisi Bundesliga. Pernyataan ini muncul ketika Dortmund tengah memimpin klasemen dan menjaga rekor sempurna mereka musim ini.
Albert, yang lahir di South Carolina, pertama kali mencuri perhatian pada April lalu ketika ia melakukan debut di Bundesliga di bawah asuhan Kovač. Saat itu, ia masuk menggantikan Gio Reyna dan mencatatkan diri sebagai pemain Amerika termuda yang tampil di kasta tertinggi Jerman pada usia 16 tahun 340 hari. Kini, setelah setahun berselang, ekspektasi terhadapnya semakin tinggi.
Meski baru tampil sekali di tim utama musim ini—yakni pada kemenangan putaran pertama DFB Pokal melawan HEBC Hamburg—Albert telah menunjukkan kualitasnya di level internasional. Pada jendela pertandingan September-Oktober, ia menjalani debut bersama Timnas senior AS dan langsung mencetak gol dalam kemenangan 4-2 atas Chile pada 29 September. Gol tersebut menjadikannya pencetak gol termuda sepanjang sejarah Timnas AS pada usia 17 tahun 131 hari, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Christian Pulisic.
Rekor tersebut memang hanya bertahan empat hari sebelum dipecahkan oleh Cavan Sullivan. Namun, Kovač menilai pencapaian itu bukanlah akhir dari perjalanan Albert. Sebaliknya, ia melihat lintasan karier pemain muda itu terus menanjak sejak bergabung dari LA Galaxy pada 2024.
"Tidak ada batasan," ujar Kovač ketika ditanya tentang prospek Albert. "Dia pemain muda yang sangat berbakat, sudah menunjukkan tanda-tanda bagus di latihan, dan sudah bermain di Piala. Cepat atau lambat, mungkin lebih cepat, dia akan mendapatkan lebih banyak menit di BVB dibandingkan setengah tahun lalu."
Kesempatan berikutnya bisa datang secepatnya. Dortmund dijadwalkan menghadapi Werder Bremen dalam laga yang mempertaruhkan rekor sempurna mereka di awal musim Bundesliga. Jika Kovač menepati janjinya, Albert berpeluang menambah koleksi penampilannya di liga.
Bagi Dortmund, memberi ruang kepada Albert adalah investasi jangka panjang. Klub dikenal memiliki tradisi kuat dalam mengembangkan pemain muda, dan kehadiran Albert menambah daftar talenta yang siap bersinar. Namun, ada pula risiko: tekanan ekspektasi tinggi bisa membebani pemain yang masih sangat belia. Kovač tampaknya menyadari hal ini dan memilih pendekatan bertahap.
Di sisi lain, keputusan Albert memilih memperkuat Timnas AS—meskipun memiliki darah Prancis dari ayah dan Jerman dari ibu—menunjukkan ambisi untuk menjadi bagian dari proyek jangka panjang sepak bola Amerika. Dengan menit bermain lebih banyak di Dortmund, ia berpotensi menjadi pilar penting bagi USMNT di kancah internasional, terutama menjelang turnamen-turnamen besar mendatang.
Pertanyaannya sekarang: apakah Albert mampu memanfaatkan peluang yang diberikan Kovač? Jika ia terus berkembang, bukan tidak mungkin ia mengikuti jejak Christian Pulisic dan menjadi bintang berikutnya dari Dortmund yang bersinar di Eropa. Publik sepak bola Amerika dan Jerman akan menyaksikan dengan antusias bagaimana babak baru karier Mathis Albert terurai di lapangan hijau.



