Bitmine Setop Akumulasi Ether di Ambang 5%, Sinyal Peringatan bagi Pasar Kripto
Baca dalam 60 detik
- Bitmine akan menghentikan pembelian Ether setelah kepemilikan mencapai 5% dari pasokan beredar, menutup keran permintaan yang selama ini stabil.
- Perusahaan masih menanggung kerugian belum terealisasi miliaran dolar akibat membeli di harga tinggi, sementara kas tersedia lebih dari cukup untuk menuntaskan target.
- Keputusan ini dapat memperparah tekanan jual ETH yang sudah melemah dua kali lebih dalam dibanding Bitcoin dalam sehari terakhir.

Perusahaan treasury digital asal Amerika Serikat, Bitmine, mengumumkan akan menghentikan pembelian Ether (ETH) setelah kepemilikannya menyentuh 5% dari total pasokan yang beredar. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Chairman Bitmine, Tom Lee, dalam konferensi TOKEN2049 di Singapura, Rabu (7/10). Keputusan tersebut menandai berakhirnya salah satu sumber permintaan paling konsisten di pasar ETH selama lebih dari setahun terakhir.
Lee mengungkapkan bahwa pihaknya hanya perlu menambah sekitar 100.000 ETH lagi untuk mencapai ambang 5%. "Kami hanya butuh 100.000 ETH lagi untuk sampai 5%. Sekarang kami akan berhenti," ujarnya di atas panggung. Pernyataan ini menegaskan bahwa Bitmine tidak akan lagi menjadi pembeli rutin di pasar spot, setidaknya untuk strategi akumulasi treasury mereka.
Berdasarkan laporan terbaru perusahaan pada Senin lalu, Bitmine telah membeli tambahan senilai US$41 juta dalam sepekan, sehingga total kepemilikannya mencapai 6.016.414 ETHโsetara 4,9% dari 122,1 juta token yang beredar. Dengan harga ETH sekitar US$2.580 pada Rabu, tumpukan aset tersebut bernilai sekitar US$15,5 miliar. Jika laju pembelian sepekan terakhir berlanjut, target 5% akan tercapai dalam enam hingga tujuh pekan ke depan.
Yang membuat langkah ini krusial adalah posisi Bitmine sebagai pembeli yang jarang absen. Sejak meluncurkan strategi treasury Ether pada Juni 2025, perusahaan mengklaim telah membeli ETH setiap pekan tanpa jeda. Kehadiran mereka memberikan penopang permintaan di saat pasar sering dilanda volatilitas. Namun, sebagian besar pembelian dilakukan ketika harga masih tinggi, sehingga Bitmine kini menanggung kerugian belum terealisasi sekitar US$4,5 miliar, menurut data DropsTab.
"Kami pikir ini akan memakan waktu lima tahun. Ternyata hanya butuh sedikit lebih dari setahun. Yang lebih penting, kami melakukannya di tengah pasar bearish," kata Lee.
Keputusan untuk berhenti membeli bukan tanpa alasan. Dengan kas dan surat berharga senilai US$643 juta, Bitmine sebenarnya mampu menuntaskan target 5% dalam waktu singkat. Namun, manajemen tampaknya memilih untuk tidak menambah eksposur di tengah ketidakpastian pasar. Ether sendiri sedang tertekan; dalam 24 jam terakhir, harganya turun 5% ke level terendah sejak 20 September, penurunan hampir dua kali lebih dalam dibandingkan Bitcoin yang juga melemah.
Bagi pasar kripto, hilangnya Bitmine sebagai pembeli reguler bisa memperbesar tekanan jual. Tanpa permintaan institusional yang stabil, ETH rentan terhadap fluktuasi lebih lanjut, terutama jika sentimen makro global memburuk. Analis menilai bahwa langkah Bitmine mencerminkan kehati-hatian di tengah ketidakpastian regulasi dan likuiditas yang menipis.
Di Indonesia, dampak langsung mungkin tidak sebesar di pasar global, namun sinyal ini patut dicermati oleh investor kripto domestik. Banyak pelaku pasar lokal yang memegang ETH sebagai aset utama setelah Bitcoin. Melemahnya harga ETH dapat menekan portofolio mereka, sementara penurunan permintaan dari pemain besar seperti Bitmine bisa memperlambat pemulihan harga. Otoritas jasa keuangan dan bursa kripto dalam negeri perlu mengantisipasi potensi peningkatan volatilitas yang dapat memengaruhi minat investor ritel.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah pembeli besar lain akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Bitmine. Jika tidak, Ether mungkin harus mengandalkan adopsi institusional dari produk ETF atau pemain treasury lain untuk menjaga momentum. Sementara itu, mata pasar akan tertuju pada pergerakan harga ETH dalam beberapa pekan mendatang untuk melihat seberapa dalam dampak dari berhentinya akumulasi Bitmine.



