Bitcoin Bertahan di $82.500 usai Trump Redam Ketegangan Iran, ETF Alami Arus Keluar
Baca dalam 60 detik
- Harga Bitcoin stabil di kisaran $82.500 setelah sempat menyentuh level terendah $80.300, meski masih turun 4% secara mingguan.
- Pernyataan Trump yang menunda serangan ke Iran sebelum pemilu sela November memicu rebound aset kripto dan futures saham AS.
- Arus keluar dari ETF kripto AS dan kekhawatiran atas 'bunker mode' Ethereum menjadi sentimen negatif yang menahan laju pemulihan.

Bitcoin menutup pekan ini di sekitar $82.500, memangkas kerugian setelah sempat jatuh ke level $80.300 pada Kamis. Meski demikian, mata uang kripto utama ini masih mencatat penurunan mingguan sekitar 4% dibandingkan pekan lalu. Ether juga tertekan, merosot 9% dalam sepekan ke kisaran $2.500.
Pemicu rebound datang dari pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui Truth Social pada Kamis, yang menegaskan bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan sela 3 November. Pernyataan ini meredakan kekhawatiran geopolitik yang sempat menekan pasar. Harga minyak Brent pun turun sekitar 1% menjadi sekitar $103 per barel.
Meski begitu, pemulihan ini belum sepenuhnya menutupi kerugian pada Kamis. Indeks CoinDesk 100 masih turun 2,2% dalam 24 jam terakhir, sementara token DeFi melemah hampir 4%. Tekanan jual juga terlihat dari arus keluar dana di ETF Bitcoin, Ether, dan Zcash yang tercatat di AS pada Kamis. Hanya dana XRP yang mencatat arus masuk.
Sentimen negatif juga muncul dari dalam ekosistem Ethereum. Peneliti Ethereum Foundation, Justin Drake, menyerukan "bunker mode" yang memicu kekhawatiran pasar. Namun, kriptografer Coinbase, Yehuda Lindell, menepis kekhawatiran tersebut sebagai FUD (fear, uncertainty, doubt). Menurutnya, tidak ada bukti bahwa asumsi kurva eliptik yang mendasari Bitcoin dan Ether telah rusak.
"Tidak ada indikasi bahwa fondasi kriptografi Bitcoin dan Ether terganggu. Ini murni kepanikan pasar," ujar Lindell, seperti dikutip dari CoinDesk.
Di pasar tradisional, futures saham AS juga menguat setelah pernyataan Trump. Futures Nasdaq 100 naik 0,83% sejak tengah malam UTC, sedangkan futures S&P 500 bertambah 0,44%. Korelasi antara aset kripto dan saham AS masih terlihat jelas, terutama dalam merespons kebijakan geopolitik dan moneter.
Bagi investor Indonesia, dinamika ini patut dicermati. Meskipun pasar kripto domestik tidak terpengaruh langsung oleh ETF AS, sentimen global sering kali merembet ke bursa lokal. Regulasi aset kripto di Indonesia yang semakin ketat, termasuk kewajiban perizinan dan pajak, membuat investor perlu lebih selektif. Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat memperbesar risiko bagi trader yang aktif di pasar internasional.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada perkembangan geopolitik Timur Tengah dan data ekonomi AS. Jika ketegangan mereda, aset berisiko seperti kripto berpotensi melanjutkan pemulihan. Namun, arus keluar ETF dan kekhawatiran teknis di Ethereum bisa menjadi penghalang. Pertanyaannya, apakah reli ini berkelanjutan atau hanya jeda sebelum tekanan jual berikutnya?



