Duel Legenda Bayern di MLS: Lewandowski Menang, Müller Tetap di Puncak
Baca dalam 60 detik
- Robert Lewandowski dan Thomas Müller bertemu sebagai lawan di MLS, dengan Chicago Fire mengalahkan Vancouver Whitecaps 3-1.
- Kemenangan ini mengangkat Chicago ke posisi keempat Wilayah Timur, sementara Vancouver tetap memimpin Wilayah Barat meski kalah.
- Keduanya bisa kembali bentrok di final MLS Cup, menghadirkan nostalgia bagi penggemar Bayern Munich.

Legenda Bayern Munich, Robert Lewandowski dan Thomas Müller, untuk pertama kalinya berhadapan sebagai lawan di Major League Soccer (MLS) pada laga antara Chicago Fire dan Vancouver Whitecaps di Soldier Field, Minggu (waktu setempat). Pertemuan ini menyita perhatian karena keduanya pernah menjadi duet maut di Allianz Arena selama delapan tahun (2014–2022).
Lewandowski, yang bergabung dengan Chicago Fire musim panas ini, memberikan assist untuk gol penutup Maren Haile-Selassie pada menit ke-88, memastikan kemenangan 3-1 bagi tuan rumah. Sementara Müller, yang telah memperkuat Whitecaps sejak tahun lalu, harus menerima kekalahan meski timnya masih kokoh di puncak klasemen Wilayah Barat.
Pertemuan ini bukan sekadar nostalgia. Keduanya meninggalkan jejak gemilang di Bundesliga: Lewandowski meraih delapan gelar juara bersama Bayern, sedangkan Müller mengoleksi 13 trofi Bundesliga dan satu Liga Champions 2012/13. Kini, mereka berkompetisi di liga yang berbeda, namun tetap menjadi magnet bagi penggemar sepak bola global.
"Ini adalah momen spesial bisa berhadapan dengan Thomas setelah sekian lama. Kami berteman baik, tetapi di lapangan kami profesional," ujar Lewandowski usai laga, seperti dikutip dari laporan pertandingan.
Bagi MLS, kehadiran dua nama besar ini meningkatkan visibilitas liga di kancah internasional. Sejak bergabung, Lewandowski dan Müller tidak hanya menjadi ikon tim masing-masing, tetapi juga mendongkrak daya tarik komersial dan penonton. Chicago Fire, yang lama tenggelam di papan tengah, kini menjelma sebagai penantang serius di Wilayah Timur.
Di sisi lain, Vancouver Whitecaps tetap percaya diri. Kekalahan di Chicago tidak menggeser posisi mereka di puncak Wilayah Barat. Müller, yang dikenal memiliki mental juara, diprediksi akan membawa timnya bangkit pada laga-laga berikutnya. Peluang keduanya bertemu lagi di final MLS Cup masih terbuka lebar, mengingat performa solid kedua tim.
Bagi penggemar di Indonesia, duel ini menghadirkan tontonan kelas dunia yang biasanya hanya terlihat di Liga Champions. MLS kini menjadi destinasi menarik bagi para bintang senior, dan dampaknya terasa pada jam tayang yang lebih ramah bagi penonton Asia. Jika keduanya kembali bertemu di final, bukan tidak mungkin MLS Cup akan menjadi salah satu laga paling dinanti tahun ini.
Akankah Lewandowski dan Müller kembali beradu di panggung final? Ataukah kejutan lain muncul dari tim-tim kuda hitam? MLS musim ini masih menyisakan banyak cerita, dan duel legenda Bayern ini baru permulaan.



