Oasis Reuni Tanpa Permintaan Maaf: Noel Gallagher Ungkap Dimulai dari Sapaan Sederhana
Baca dalam 60 detik
- Noel Gallagher mengungkap bahwa reuni Oasis dimulai hanya dengan sapaan 'how you doing' tanpa permintaan maaf setelah 15 tahun bermusuhan.
- Dalam dokumenter Don't Look Back In Anger di Disney+, kedua bersaudara menunjukkan hubungan yang membaik, dari latihan canggung hingga saling mengirim video konyol.
- Tur Oasis Live '27 akan menjadi kelanjutan reuni, sementara ibu mereka, Peggy, tetap netral selama konflik.

Noel Gallagher mengungkapkan bahwa reuni Oasis terjadi tanpa drama besar. Setelah 15 tahun tidak berkomunikasi, ia hanya menyapa Liam dengan pertanyaan sederhana, "how you doing?" โ tanpa permintaan maaf atau pembicaraan panjang. Momen itu terekam dalam konten bonus film dokumenter Don't Look Back In Anger yang dirilis di Disney+ pada Jumat (09.10.26).
Kedua bersaudara ini dikenal sebagai ikon Britpop yang hubungannya sering memanas, mulai dari pertengkaran di studio pada awal 90-an hingga insiden di Rock en Seine, Paris, 2009, yang berujung pada hengkangnya Noel dan bubarnya band. Setelah lebih dari satu dekade saling menjauh, mereka mengumumkan reuni pada 2024 dan menggelar tur Oasis Live '25 yang sukses besar.
Dalam klip baru, Noel menjelaskan mengapa tidak ada perbincangan serius saat mereka bertemu kembali. "Keluarga itu berbeda. Kalau itu dua orang seperti John Lydon dan Steve Jones, mungkin ada pertemuan formal, tapi keluarga tidak perlu bicara apa-apa. Sesederhana itu," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa banyak orang bertanya apa yang dikatakan saat itu, dan ia hanya menjawab, "Saya cuma bilang 'how you doing?'. Itu saja."
Ibu mereka, Peggy, disebut tetap netral selama perseteruan. Noel mengenang, "Selama 16 tahun, dia tidak pernah memihak. Dia tidak akan mengatakan apa pun." Liam menimpali dengan nada bercanda, "Dia bilang akulah anak favoritnya." Noel pun menimpali, "Dia tahu siapa anak nomor satu." Liam menambahkan, "Dia memasang semua fotoku, tapi saat Noel datang, fotoku diturunkan dan diganti fotonya."
"Semua hal kecil yang dulu saling mengganggu tiba-tiba hilang. Ini bukan lagi pertarungan kekuasaan; kami sekarang setara. Kami tidak pernah banyak berkirim pesan, tapi sekarang kami saling mengirim video konyol seperti dua sahabat. Kami jauh lebih sering berkomunikasi. Semua dimaafkan tanpa perlu kata-kata. Saya menggunakan kata yang tidak pernah saya bayangkan untuk menggambarkannya: menyenangkan." โ Noel Gallagher
Liam mengaku reuni ini mengangkat beban berat dari pundaknya. Ia menyadari betapa banyak drama tak perlu yang menumpuk selama bertahun-tahun. "Rasanya seperti beban terangkat. Kami semua mengatakan hal-hal yang tidak penting. Aku tidak sadar setengah dari omonganku itu keluar begitu saja. Musik yang membawa kami kembali bersama. Oasis, Oasis menyelamatkan," tuturnya.
Dokumenter ini mengikuti perjalanan kedua bersaudara dari latihan canggung di Cardiff hingga menjadi akrab kembali di akhir tur. Film ini juga menampilkan wawancara bersama dan bagaimana mereka membangun kembali hubungan selama di jalan. Bagi penggemar, momen ini menjadi penutup luka lama yang selama ini menjadi bagian dari narasi band.
Reuni Oasis tidak hanya berdampak pada industri musik global, tetapi juga menggema di Indonesia. Basis penggemar Oasis di Tanah Air cukup besar, dan tur reuni mereka berpotensi memengaruhi pasar konser internasional di Asia Tenggara. Meski belum ada konfirmasi jadwal di Indonesia, antusiasme penggemar lokal terlihat dari ramainya diskusi di media sosial. Kehadiran mereka di panggung dunia kembali menegaskan warisan Britpop yang tetap relevan.
Dengan tur Oasis Live '27 yang akan datang, publik menantikan apakah kedamaian ini akan bertahan. Akankah kolaborasi baru tercipta, atau justru mengulang sejarah lama? Yang jelas, bagi Noel dan Liam, musik telah menjadi jembatan yang menyatukan kembali dua saudara yang sempat terpisah oleh ego dan waktu.



