LeBron James Jadi Solusi Darurat Center 76ers? Ini Kata Data
Baca dalam 60 detik
- Philadelphia 76ers kehilangan Ariel Hukporti karena cedera Achilles, membuka celah di posisi center di belakang Joel Embiid.
- Pelatih Nick Nurse menyebut LeBron James sebagai kandidat mengisi menit backup center, mengingat pengalamannya sebagai small-ball five.
- Data lineup menunjukkan offense LeBron di center sangat efisien, tetapi pertahanan dan rebound menjadi kelemahan yang harus diantisipasi.

Philadelphia 76ers menghadapi masalah kedalaman di posisi center setelah Ariel Hukporti, rekrutan offseason yang diproyeksikan sebagai backup utama Joel Embiid, mengalami robek Achilles pada laga pramusim pembuka. Cedera itu membuat Hukporti absen sepanjang musim 2026-27, meninggalkan Adem Bona dan Dominick Barlow—yang biasanya berposisi power forward—sebagai opsi terbatas. Mengingat Embiid hanya tampil 96 pertandingan dalam tiga musim terakhir, kebutuhan akan pelapis yang andal menjadi semakin mendesak.
Di tengah situasi itu, nama LeBron James muncul sebagai solusi tak terduga. Pelatih kepala Nick Nurse secara terbuka menyebut James sebagai kandidat untuk mengisi menit di posisi center, terutama dalam formasi small-ball. "Saya pikir LeBron adalah kandidat lain. Dia juga pernah bermain sebagai small-ball five," ujar Nurse. James sendiri, yang akan menjalani debut pramusim bersama 76ers pada Kamis malam, dikenal memiliki fleksibilitas luar biasa. "Kemewahan dari permainan saya adalah saya bisa melakukan segalanya. Benar-benar segalanya," katanya saat media day.
Namun, pengalaman James sebagai center bukan tanpa catatan. Sebagian besar menitnya di posisi itu terjadi pada musim 2021-22 bersama Los Angeles Lakers, ketika ia mencatat hampir 2.481 possession—hampir menyamai total possession Embiid musim lalu. Data dari Cleaning the Glass menunjukkan pola yang konsisten: offense LeBron di center hampir selalu produktif, sementara pertahanannya sering kali rapuh.
Dari sisi serangan, kehadiran James di posisi center memberikan dimensi berbeda. Ia bukan hanya pengganti center biasa, melainkan seorang playmaker elit yang mampu menciptakan peluang bagi rekan setim. Lineup dengan LeBron di center tercatat sangat efisien dalam hal efektivitas tembakan dan menjaga bola, dengan rata-rata berada di percentile 82 atau lebih baik dalam mencegah turnover. Namun, kelemahan utama terletak pada rebound ofensif yang minim, meskipun 76ers musim lalu juga tidak terlalu bergantung pada aspek itu ketika Drummond tidak bermain.
Pertahanan menjadi pertanyaan besar. Meski James dikenal sebagai komunikator cerdas dari lini belakang, pengorbanan dalam hal rebound, proteksi rim, dan intensitas harian—terlebih ia akan berusia 42 tahun—dianggap lebih besar daripada manfaatnya. Apalagi, 76ers kehilangan Paul George dan Kelly Oubre, yang mengurangi kemampuan menciptakan turnover. Tanpa turnover, potensi serangan transisi yang mengandalkan kecepatan James juga berkurang.
"Kemewahan dari permainan saya adalah saya bisa melakukan segalanya. Benar-benar segalanya." — LeBron James
Meski demikian, ada sisi positif yang bisa dimanfaatkan. Ketika James bermain center, ia otomatis lebih sering mengambil rebound, dan sebagai salah satu pengumpan terbaik dalam sejarah liga, ia bisa memulai serangan cepat dengan umpan panjang yang akurat. Kombinasi ini berpotensi menghasilkan poin mudah bagi 76ers, terutama melawan lineup bench lawan yang kualitasnya tidak sekuat starter.
Standar untuk lineup bench relatif rendah. Dengan starter yang bertabur bintang, 76ers tidak perlu mendominasi menit-menit tersebut; mereka hanya perlu bertahan sampai Embiid kembali ke lapangan. Eksperimen awal musim menjadi masuk akal, terutama untuk melihat seberapa efektif James di posisi itu. Namun, frekuensi penggunaan harus dikelola dengan hati-hati. NBA saat ini lebih besar dan lebih menekankan rebound dibanding lima tahun lalu, sementara James sudah memiliki arthritis di kaki dan pernah mengalami sciatica. Manajemen beban fisiknya akan menjadi diskusi berkelanjutan antara James, Nurse, dan staf medis.
Untuk sekarang, opsi LeBron di center sebaiknya diperlakukan sebagai kemewahan taktis—digunakan pada matchup tertentu atau saat keadaan mendesak. Fleksibilitas James memang membuka pintu strategi yang tidak dimiliki tim lain, tetapi jika dieksploitasi berlebihan, masalah pertahanan dan fisik bisa lebih merugikan daripada menguntungkan. Kuncinya adalah keseimbangan. Jika 76ers mampu mengelolanya dengan tepat, senjata ini bisa menjadi aset berharga sepanjang musim.



