Persib Bandung Bidik Empat Gelar Beruntun di BRI Super League 2026/2027, Tantangan Baru Tanpa Bojan Hodak
Baca dalam 60 detik
- Persib Bandung memasuki BRI Super League 2026/2027 dengan ambisi meraih gelar juara empat musim berturut-turut.
- Era kepelatihan Bojan Hodak berakhir; Igor Tolic ditunjuk sebagai nahkoda anyar Maung Bandung.
- Komposisi pemain, terutama legiun asing, mengalami perombakan signifikan yang berpotensi mengubah kekuatan tim.

Persib Bandung akan mengarungi BRI Super League 2026/2027 dengan target berat: mempertahankan mahkota juara untuk kali keempat secara beruntun. Status juara bertahan melekat pada Maung Bandung, dan ekspektasi publik sepak bola nasional pun membumbung tinggi.
Namun, musim ini tidak akan berjalan sama seperti tiga tahun sebelumnya. Perubahan besar terjadi di kursi pelatih. Bojan Hodak, arsitek tiga gelar beruntun, memilih mundur. Posisinya digantikan oleh Igor Tolic, yang kini menghadapi ujian langsung: menjaga standar juara di tengah transisi.
Selain itu, skuad Persib mengalami perombakan cukup signifikan, terutama di sektor pemain asing. Pergantian personel ini menjadi variabel krusial yang bisa menentukan arah tim sepanjang kompetisi.
Bagi Persib, mempertahankan dominasi bukan perkara mudah. Sejarah sepak bola Indonesia menunjukkan bahwa era keemasan sebuah klub kerap goyah ketika terjadi pergantian pelatih dan perombakan skuad. Kehilangan Hodak, yang dikenal mampu meracik strategi adaptif, bisa menjadi pukulan moral bagi para pemain. Di sisi lain, kehadiran Tolic membawa angin segar dengan pendekatan taktik yang mungkin berbeda.
Dari kacamata kompetisi, BRI Super League 2026/2027 diprediksi berlangsung lebih ketat. Klub-klub pesaing seperti Persija Jakarta, Arema FC, dan Bali United tentu tidak ingin kembali melihat Persib mendominasi. Mereka akan memanfaatkan masa transisi ini untuk menyalip. Persaingan di bursa transfer juga memanas, dengan banyak tim yang merekrut pemain asing berkualitas.
"Persib selalu menjadi incaran semua tim. Tekanan untuk juara itu nyata, tapi kami siap menghadapinya," ujar seorang sumber internal klub, menggambarkan mentalitas skuad.
Dari perspektif suporter, harapan tetap tinggi. Bobotoh menuntut konsistensi dan permainan menyerang yang menghibur. Namun, mereka juga perlu bersabar dengan proses adaptasi Tolic. Sejarah menunjukkan bahwa pelatih anyar biasanya butuh waktu untuk menemukan formula terbaik, terutama di liga sekompetitif Indonesia.
Pertanyaan besarnya: mampukah Persib menjaga tradisi juara tanpa Hodak? Atau akankah musim ini menjadi titik balik dominasi klub-klub lain? Jawabannya akan terlihat seiring bergulirnya kompetisi, dimulai dari laga-laga awal yang krusial.



