Tavares Kritik Ketajaman Persebaya Usai Menang Tipis di Kandang Isenmulang
Baca dalam 60 detik
- Persebaya Surabaya mengamankan tiga poin dari lawatan ke markas Isenmulang Kalteng FC lewat gol penalti Alex Martins di injury time babak pertama.
- Pelatih Bernardo Tavares menilai kemenangan 1-0 tidak mencerminkan dominasi timnya yang mencatat lima tembakan tepat sasaran berbanding nol milik tuan rumah.
- Persebaya akan menjamu PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo pada pekan kelima, menjadi ujian konsistensi setelah sebelumnya ditahan imbang Garudayaksa FC.

Persebaya Surabaya memetik kemenangan 1-0 atas Isenmulang Kalteng FC pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung, Jumat (9/10/2026). Gol tunggal Alex Martins dari titik putih di masa injury time babak pertama menjadi pembeda, namun hasil tersebut menyisakan catatan tajam dari pelatih Bernardo Tavares.
Pelatih asal Portugal itu menilai anak asuhnya seharusnya menutup laga dengan margin lebih besar. Statistik menunjukkan Persebaya melepaskan lima tembakan tepat sasaran, sementara Isenmulang tidak mencatatkan satu pun. Dominasi itu tidak berbuah gol tambahan karena penyelesaian akhir yang kurang efisien.
"Kami layak menang karena mampu menciptakan banyak peluang. Sayangnya, beberapa percobaan kami masih mengarah ke pemain lawan, bisa ditepis kiper, atau melebar dari gawang," ujar Tavares, seperti dikutip dari keterangan pers usai pertandingan.
Persebaya sebenarnya memiliki sejumlah momen untuk memperlebar keunggulan. Diogo Ramalho sempat menjebol gawang Isenmulang, tetapi golnya dianulir karena offside. Alex Martins juga mendapat peluang dari jarak dekat yang masih bisa diantisipasi kiper lawan. Kondisi ini menggarisbawahi masalah efektivitas yang kerap menghantui tim-tim dengan penguasaan bola dominan.
Menurut Tavares, kemampuan mengubah peluang menjadi gol menjadi kunci agar timnya tidak terus-menerus bermain dalam tekanan menjaga keunggulan tipis. "Jika bisa mencetak gol kedua, bahkan gol ketiga, pertandingan mungkin akan lebih nyaman bagi kami," tambahnya.
Selain persoalan penyelesaian akhir, Tavares menyoroti kondisi lapangan Stadion PKOR Sumpah Pemuda yang kurang rata dan embusan angin kencang. Faktor-faktor ini, menurutnya, memengaruhi akurasi umpan panjang yang menjadi salah satu senjata Persebaya. Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut dialami kedua tim secara setara.
Kemenangan di Lampung menjadi modal penting bagi Bajul Ijo setelah sebelumnya hanya bermain imbang 1-1 saat menjamu Garudayaksa FC. Tavares mengapresiasi sikap dan kerja keras para pemain yang mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir. "Sekarang kami harus menjadikan kemenangan ini sebagai modal untuk pertandingan berikutnya," tutupnya.
Persebaya selanjutnya akan menjamu PSS Sleman pada pekan kelima di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (18/10/2026). Laga ini akan menjadi ujian konsistensi bagi tim asal Kota Pahlawan, sekaligus kesempatan memperbaiki ketajaman di depan gawang. Jika masalah penyelesaian akhir tidak segera diatasi, Persebaya berisiko kembali terjebak dalam pertandingan ketat yang seharusnya bisa dikendalikan lebih awal.



