Persib Buka ASEAN Club Championship di Kandang Port FC, Adam Alis Targetkan Poin Penuh
Baca dalam 60 detik
- Persib Bandung memulai kiprah di ASEAN Club Championship 2026/2027 dengan bertandang ke markas Port FC, Kamis (8/10) pukul 19.00 WIB, disiarkan langsung RCTI.
- Gelandang Adam Alis menilai laga pembuka krusial karena tiga poin di Thailand akan menentukan ritme Persib menghadapi JDT dan Lion City Sailors di Grup B.
- Port FC disebut mengalami peningkatan kualitas usai tampil di ACL Elite, menjadikan duel ini ujian sesungguhnya bagi kesiapan Maung Bandung di panggung regional.

Persib Bandung mengawali perjalanan di ASEAN Club Championship (ACC) 2026/2027 dengan ujian berat: bertandang ke markas Port FC di Stadion Thammasaat, Kamis (8/10), dengan kickoff pukul 19.00 WIB dan disiarkan langsung RCTI. Laga ini bukan sekadar partai pembuka, melainkan penentu arah Maung Bandung di Grup B yang dihuni tim-tim elite Asia Tenggara.
Persib tergabung bersama Port FC, Johor Darul Ta'zim (JDT), dan Lion City Sailors dalam grup berisi enam klub. Sementara Grup A dihuni wakil Indonesia lainnya, Borneo FC, yang akan bersaing dengan Buriram, Ratchaburi, Kuching City, dan Tampine Rovers. Format kompetisi yang mempertemukan juara-juara liga domestik ini menjadikan setiap poin sangat mahal, terutama bagi tim yang baru pertama kali tampil.
Gelandang Persib, Adam Alis Setyano, menyadari betul tekanan laga perdana. Menurutnya, mengamankan tiga poin di kandang Port FC akan menjadi modal psikologis penting sebelum menghadapi JDT dan Lion City Sailors. "Ini pengalaman pertama kami. Lawan-lawan di grup cukup kuat, ada Port dan JDT. Yang pertama lawan Port, kami harus mendapatkan tiga poin agar ke depannya bisa lebih enjoy menghadapi tim-tim berikutnya," ujar Adam, dikutip dari laman resmi Persib.
Adam juga menyoroti perkembangan Port FC yang dinilainya jauh lebih matang dibanding musim lalu. Klub asal Thailand itu kini berkompetisi di level AFC Champions League Elite (ACL Elite), pengalaman yang menurut Adam membuat kualitas skuad dan pemain asing mereka meningkat signifikan. "Port sekarang tim yang lebih baik dari sebelumnya. Mereka ada di ACL Elite dan pemain-pemain asingnya juga berbeda. Dari video yang saya lihat, mereka jauh lebih kuat. Tapi kita juga punya tim dengan materi yang bagus," tambahnya.
"Semua siap bertanding di kandang Port dan siap meraih poin." — Adam Alis Setyano, gelandang Persib Bandung
Bagi Persib, keikutsertaan di ACC menjadi tolok ukur kapasitas kompetitif di kancah regional. Selama ini, sepak bola klub Indonesia lebih sering diukur melalui kompetisi domestik dan Piala AFC. Ajang ACC menawarkan panggung berbeda: mempertemukan klub-klub terbaik dari liga-liga besar Asia Tenggara dalam format yang menuntut konsistensi, kedalaman skuad, dan adaptasi taktik lintas negara.
Kehadiran dua wakil Indonesia—Persib dan Borneo FC—juga menjadi indikator bagaimana kualitas Liga 1 dipersepsikan di kawasan. Jika Maung Bandung mampu melewati fase grup, dampaknya bukan hanya prestise, tetapi juga potensi peningkatan nilai komersial klub, daya tarik sponsor, dan kepercayaan diri pemain muda yang terbiasa bersaing di level internasional.
Namun, tantangan tidak ringan. JDT dan Lion City Sailors dikenal memiliki infrastruktur dan kedalaman skuad mumpuni, sementara Port FC sedang dalam momentum terbaiknya. Jadwal padat di kompetisi domestik juga berpotensi menguras energi pemain. Manajemen rotasi dan kebugaran akan menjadi pekerjaan rumah pelatih Persib sepanjang fase grup.
Pertanyaan besarnya: apakah Persib mampu memanfaatkan laga perdana ini sebagai batu loncatan, atau justru tersandung di kandang lawan? Jawabannya akan terlihat Kamis malam nanti, dan hasilnya akan menentukan seberapa jauh Maung Bandung bisa melangkah di panggung ASEAN Club Championship.



