Persik Hentikan Tren Kemenangan Madura United, Marcos Reina: Tiga Poin yang Kami Jaga Mati-matian
Baca dalam 60 detik
- Persik Kediri menumbangkan Madura United 2-0 lewat dwigol Eduardo Barbosa, memutus rentetan tiga kemenangan beruntun Laskar Sapeh Kerrab.
- Pelatih Marcos Reina mengubah formasi ke empat bek setelah unggul jumlah pemain, memilih mengunci kemenangan ketimbang menambah gol.
- Kemenangan ini mengangkat Persik ke posisi kelima dengan tujuh poin, tetapi posisinya belum aman karena tujuh laga lain pekan ini masih bisa mengubah klasemen.

Persik Kediri sukses membuyarkan rekor sempurna Madura United di pekan keempat BRI Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jumat (9/10/2026) sore WIB, Macan Putih menang dua gol tanpa balas berkat brace Eduardo Barbosa pada menit kesembilan dan ke-25.
Hasil ini menghentikan laju tiga kemenangan beruntun Madura United sekaligus menegaskan bahwa Derby Jatim kali ini bukan sekadar pertarungan gengsi, melainkan ajang pembuktian kedalaman skuad kedua tim. Bagi Persik, tambahan tiga poin terasa krusial karena mereka sempat tertahan di papan tengah pada pekan-pekan awal.
Pelatih Persik, Marcos Reina, mengapresiasi disiplin taktik anak asuhnya. Menurutnya, kemenangan ini lahir dari eksekusi rencana latihan yang berjalan sesuai skenario, terutama karena lawan yang dihadapi sedang dalam momentum terbaik.
"Kami bermain bagus dan layak menang. Para pemain menjalankan taktik yang telah kita latih. Apalagi kami mengalahkan Madura United, tim kuat yang belum terkalahkan dalam tiga pertandingan sebelumnya," ujar Reina.
Meski unggul dua gol di babak pertama, Reina tidak serta-merta menambah daya serang. Ia justru merevisi lini belakang menjadi empat bek setelah Madura United harus bermain dengan sepuluh orang menyusul kartu merah Dimitar Mitkov dari wasit Yudai Yamamoto. Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan: Reina menilai Laskar Sapeh Kerrab tetap berbahaya meski kehilangan satu pemain.
"Babak pertama milik kami, lalu kami unggul jumlah pemain. Tapi kami tetap harus waspada. Saya ubah formasi pertahanan dengan empat bek. Kami tetap mencari peluang, tetapi lebih bijak mempertahankan tiga poin yang sudah di depan mata," jelasnya.
Keputusan Reina untuk menurunkan tempo dan memperkuat pertahanan mencerminkan pendekatan pragmatis yang jarang ditonjolkan pelatih asal Spanyol itu. Ia menyadari Madura United di bawah arahan Ze Gomez punya senjata serangan balik yang tetap mengancam meski dalam kondisi pincang. Ze Gomez sendiri merombak komposisi usai kartu merah, memasukkan pemain-pemain bertipe cepat untuk mengeksploitasi ruang di lini belakang Persik.
"Saya amati Madura United tetap berbahaya dengan sepuluh pemain. Mereka banyak bertahan, tapi serangan baliknya cukup mengancam. Mereka memasukkan beberapa pemain yang punya kecepatan," kata Reina.
Kemenangan ini mendongkrak posisi Kiko Carneiro dan kawan-kawan ke urutan kelima dengan tujuh poin, tepat di bawah Persebaya yang menang tipis 1-0 atas Isenmulang FC di Lampung. Namun posisi tersebut belum aman. Sebab, pekan ini masih menyisakan tujuh pertandingan lain yang bisa mengubah komposisi klasemen sementara, termasuk kemungkinan Persik tergeser dari lima besar.
Bagi Madura United, kekalahan ini menjadi pukulan pertama setelah tiga pekan berjalan mulus. Ze Gomez dituntut segera menemukan solusi agar kartu merah Mitkov tidak menjadi preseden buruk, terutama karena timnya masih akan menghadapi jadwal padat. Sementara Persik, dengan modal kemenangan atas tim yang sedang on fire, berpeluang membangun konsistensi di pekan-pekan berikutnya.
Pertanyaannya kini: apakah Persik mampu mempertahankan posisi lima besar hingga pekan depan, atau justru kembali terlempar ke papan tengah begitu hasil laga lain keluar? Yang jelas, Derby Jatim kali ini membuktikan bahwa di BRI Super League, rekor tak pernah menjadi jaminan.



