Shin Tae Yong Sebut FIFA ASEAN Cup Ganggu Persiapan Persija Jelang Lawan PSIM
Baca dalam 60 detik
- Shin Tae Yong mengakui jeda kompetisi dan FIFA ASEAN Cup 2026 membuat Persija kehilangan lima pemain inti ke Timnas Indonesia.
- Persija tetap menjalani program latihan meski tidak bisa optimal, dan memanfaatkan masa jeda untuk pemulihan pemain cedera.
- Laga kontra PSIM di Stadion Sultan Agung menjadi ujian bagi Persija untuk menjaga tren positif dan catatan sempurna di Super League.

Persija Jakarta menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan keempat Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10). Namun, pelatih Shin Tae Yong mengakui persiapan timnya tidak berjalan mulus akibat jeda kompetisi dan penugasan lima pemain ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026.
Lima penggawa Persija yang dipanggil pelatih John Herdman memperkuat skuad Garuda adalah Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Shayne Pattynama, Rayhan Hannan, dan Jordi Amat. Absennya mereka membuat Shin tidak bisa menggelar latihan taktik secara utuh, terutama untuk membangun organisasi permainan.
"Karena ada pemain-pemain tim nasional juga gabung ke Timnas Indonesia, jadi tidak bisa banyak latihan untuk organisasi," ujar Shin dalam jumpa pers sebelum pertandingan, Jumat (9/10).
Meski demikian, pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan program latihan tetap berjalan. Masa jeda juga dimanfaatkan untuk memberi waktu istirahat bagi pemain yang kelelahan, sekaligus memulihkan kondisi fisik secara menyeluruh. "Memang banyak istirahat juga, jadi bisa istirahat baik-baik dan kami menjalankan program latihan juga dengan baik. Jadi, ya tidak bisa bilang itu bagus atau tidak sebenarnya," katanya.
Menghadapi PSIM, Shin menegaskan timnya membidik kemenangan demi menjaga tren positif. Ia pun mengingatkan para pemain agar tidak memandang sebelah mata kekuatan tuan rumah. PSIM dikenal sebagai tim yang sulit dikalahkan di kandang sendiri, terlebih dengan dukungan suporter fanatik.
Kabar baiknya, Persija mendapat tambahan amunisi dengan pulihnya sejumlah pemain yang sebelumnya cedera, seperti Kwon Chang Hoon dan Dony Tri Pamungkas. Kehadiran mereka diharapkan menambah opsi di lini serang dan memperkuat kedalaman skuad.
Dari kacamata kompetisi, jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 memang menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ajang ini memperkuat Timnas Indonesia, tetapi di sisi lain mengganggu kesiapan klub-klub peserta liga. Persija bukan satu-satunya tim yang terdampak; klub lain juga harus kehilangan pemain kunci di momen krusial awal musim.
Shin Tae Yong tampaknya akan mengandalkan pemain pelapis dan kombinasi strategi adaptif untuk menutupi absennya para bintang. Laga melawan PSIM akan menjadi ujian bagi kedalaman skuad Macan Kemayoran. Jika mampu meraih tiga poin, Persija tidak hanya menjaga rekor sempurna, tetapi juga mengirim sinyal bahwa mereka serius bersaing di jalur juara.
Pertanyaan besarnya, apakah rotasi dan istirahat yang diterapkan Shin cukup untuk menjaga konsistensi? Publik menanti apakah Persija bisa membuktikan bahwa gangguan persiapan justru menjadi momentum untuk menunjukkan kualitas seluruh pemain, bukan sekadar mengandalkan nama besar.



