Prince Poetiray Akui Sempat Grogi di Panggung FIFA ASEAN Cup 2026: Tangan Dingin hingga Mimpi Terwujud
Baca dalam 60 detik
- Prince Poetiray mengaku sempat dilanda kegugupan hebat sebelum tampil sebagai pembuka di upacara penutupan FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
- Penampilan perdana di hadapan lebih dari 70 ribu penonton itu menjadi titik balik kariernya setelah sukses mengisi suara karakter Don di film Jumbo.
- Momen bersejarah ini tidak hanya mengukuhkan posisinya di industri hiburan, tetapi juga menandai keterlibatan seniman muda dalam perhelatan olahraga internasional.

Penyanyi muda Prince Poetiray mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasakan tekanan psikologis yang luar biasa sebelum naik ke panggung upacara penutupan final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10) malam. Meski akhirnya tampil memukau, ia mengaku sempat dilanda rasa gugup yang hebat ketika harus menghibur puluhan ribu penonton yang hadir langsung di stadion.
Dalam wawancara dengan detikcom, Selasa (6/10), Prince menuturkan bahwa jumlah penonton yang mencapai lebih dari 70.000 orang menjadi pemicu utama kegugupannya. "Pastinya deg-degan banget. Ditonton kemarin itu katanya 70.000 orang lebih dan itu pastinya bikin deg-degan banget," ujarnya. Ia bahkan menggambarkan kondisi fisiknya saat itu: tangan gemetar dan terasa dingin, sebuah reaksi alami tubuh terhadap stres sebelum tampil di depan publik dalam skala besar.
Sebagai penampil pertama dalam rangkaian acara tersebut, Prince tidak hanya menghadapi ekspektasi penonton, tetapi juga beban moral untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia dan FIFA. Untuk meredakan ketegangan, ia mengaku mengandalkan doa dan teknik pernapasan yang diajarkan orang tuanya. "Aku mengurangi nervous-nya dengan cara aku berdoa. Walaupun tetap tegang, tetap aku tarik napas terus buang napasnya, habis itu ingat pesan papa mama gitu. Pokoknya stay santai," tuturnya.
Penampilan Prince malam itu bukan sekadar aksi panggung biasa. Lagu "Selalu Ada di Nadimu" yang ia bawakan merupakan soundtrack dari film animasi Jumbo, di mana ia juga berperan sebagai pengisi suara karakter Don. Film tersebut tercatat sebagai salah satu film terlaris Indonesia, sehingga kehadirannya di panggung internasional semakin memperkuat posisinya sebagai talenta muda yang tengah menanjak.
Setelah penampilan Prince, panggung dilanjutkan oleh Anggun C. Sasmi yang membawakan lagu "Mimpi" dengan balutan dress emas dan blazer biru keemasan. Efek lampion yang meramaikan panggung menambah kesan megah pada penampilannya. Kemudian, Judika tampil penuh energi dengan lagu "Kebyar Kebyar" tak lama setelah Indonesia memastikan kemenangan atas Thailand. Dengan setelan serba putih, Judika membawakan lagu tersebut di panggung khusus sementara para pemain dan ofisial bersiap menerima trofi kemenangan.
"Perasaannya seru banget, bangga sama diri sendiri pastinya. Ternyata ya, impian aku kesampaian untuk nyanyi di GBK dan ini bukan cuma nyanyi di GBK, tapi nyanyi bersama FIFA di GBK."
โ Prince Poetiray
Puncak acara ditutup oleh Anggun C. Sasmi yang memimpin lagu "Tanah Airku", sebuah tradisi dalam penutupan laga Timnas Indonesia. Dengan kebaya maroon dan bawahan kain putih, Anggun tampil emosional hingga menitikkan air mata. Suasana haru juga menyelimuti para pemain Timnas Indonesia yang berkumpul sambil berangkulan menghadap pendukung mereka di SUGBK. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan dan nasionalisme yang kuat setelah perjuangan panjang di turnamen bergengsi itu.
Kemenangan Timnas Indonesia atas Thailand melalui drama adu penalti tidak hanya menjadi pencapaian olahraga, tetapi juga panggung bagi para seniman tanah air untuk unjuk gigi di hadapan dunia. Keterlibatan Prince, Anggun, dan Judika menunjukkan bahwa perhelatan olahraga internasional dapat menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin yang memperkuat citra Indonesia di mata global. Bagi Prince sendiri, pengalaman ini menjadi tonggak sejarah dalam kariernya yang masih muda.
Ke depan, momen ini membuka peluang lebih besar bagi seniman muda Indonesia untuk terlibat dalam acara-acara berskala internasional. Apakah ini akan menjadi awal dari lebih banyak kolaborasi antara dunia hiburan dan olahraga di Indonesia? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Prince Poetiray telah membuktikan bahwa keberanian mengatasi rasa takut dapat membuahkan hasil yang manis.



