Merger Paramount-WBD Rampung, HBO Max dan Paramount Plus Segera Jadi Satu Layanan
Baca dalam 60 detik
- Skydance resmi menuntaskan akuisisi Paramount dan Warner Bros. Discovery senilai US$110 miliar, membuka jalan penggabungan HBO Max dan Paramount Plus.
- Dengan lebih dari 200 juta pelanggan gabungan, entitas baru ini berpotensi mengubah peta persaingan streaming global yang didominasi Netflix dan Disney+.
- HBO dipertahankan sebagai unit kreatif independen, sementara Casey Bloys ditunjuk memimpin strategi konten kedua platform.

Industri streaming global memasuki babak baru setelah Skydance merampungkan penggabungan Paramount dan Warner Bros. Discovery dalam transaksi bernilai US$110 miliar. Langkah ini secara langsung mempertemukan dua layanan besar, HBO Max dan Paramount Plus, yang akan disatukan menjadi satu platform tunggal dalam beberapa waktu ke depan.
Keputusan tersebut bukan sekadar konsolidasi korporat biasa. Dengan total lebih dari 200 juta pelanggan berlangganan langsung, entitas gabungan ini berambisi menantang dominasi Netflix dan Disney+ yang selama ini menguasai pasar streaming dunia. Portofolio konten yang disatukan mencakup waralaba raksasa seperti Game of Thrones, semesta DC, Star Trek, Harry Potter, hingga jagat Sheridan yang menaungi Yellowstone.
Rencana penggabungan ini pertama kali diungkapkan oleh CEO Paramount, David Ellison, pada Maret lalu, sebelum proses merger di bawah Skydance tuntas. Dalam panggilan investor, Ellison menegaskan bahwa penyatuan layanan merupakan langkah strategis untuk menciptakan skala ekonomi yang memadai. Menurutnya, Paramount telah menyelesaikan konsolidasi tiga layanan internalnya ke dalam satu sistem terpadu pada pertengahan tahun ini, dan pendekatan serupa akan diterapkan pada platform gabungan.
"Kami berencana menyatukan kedua layanan ini, yang saat ini memberi kami lebih dari 200 juta pelanggan langsung. Kami yakin posisi ini memungkinkan kami bersaing dengan pemain terdepan di industri," ujar Ellison dalam keterangan resminya.
Meski demikian, Skydance belum mengumumkan nama resmi layanan hasil penggabungan. Dalam siaran persnya, divisi streaming perusahaan hanya disebut sebagai "Skydance DTC". Spekulasi mengarah pada kemungkinan nama Skydance atau Skydance Plus, dengan kanal-kanal khusus untuk HBO Max, Paramount Plus, Discovery, dan merek lainnya.
Yang menarik, HBO tampaknya akan tetap mempertahankan otonomi kreatifnya. Pada Senin, Ellison bersama co-CEO Ynon Kreiz mengumumkan jajaran kepemimpinan perusahaan gabungan, dengan mengonfirmasi bahwa CEO HBO, Casey Bloys, akan menjabat sebagai co-chair dan chief creative officer Skydance DTC. Bloys akan mengawasi program orisinal dan strategi untuk HBO Max maupun Paramount Plus.
Ellison sebelumnya menegaskan bahwa HBO harus tetap menjadi HBO. Ia menilai merek tersebut telah membangun reputasi luar biasa dan menjadi pemimpin di segmennya. Namun, dengan menyatukan platform, seluruh konten diharapkan menjangkau audiens yang lebih luas dibandingkan jika berdiri sendiri.
Bagi pasar Indonesia, konsolidasi ini berpotensi memengaruhi lanskap layanan streaming berlangganan yang semakin kompetitif. Pengguna di Tanah Air mungkin akan menghadapi perubahan paket harga, ketersediaan konten, atau bahkan penyesuaian strategi pemasaran dari platform gabungan tersebut. Operator lokal dan penyedia layanan internet juga perlu mengantisipasi lonjakan trafik serta permintaan konten berkualitas tinggi.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah seberapa cepat integrasi teknis dan operasional dapat diwujudkan tanpa mengorbankan pengalaman pengguna. Jika berhasil, Skydance DTC bisa menjadi kekuatan baru yang mengubah keseimbangan kekuatan di industri hiburan digital global. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam memadukan budaya korporat dan model bisnis dua raksasa yang selama ini bersaing ketat.



