Setelah Jones, Elliott Jadi Korban Berikutnya di Liverpool?
Baca dalam 60 detik
- Curtis Jones resmi dilepas ke Inter Milan senilai ยฃ35 juta setelah berselisih dengan staf pelatih pada tur pramusim.
- Harvey Elliott kini terpuruk di Valencia yang berada di zona degradasi, dengan hanya tiga penampilan sebagai pengganti.
- Kedua pemain menjadi cerminan transisi skuad Liverpool era Jurgen Klopp menuju proyek baru di bawah Andoni Iraola.

Liverpool kembali menjadi sorotan setelah melepas Curtis Jones ke Inter Milan dengan mahar ยฃ35 juta, sebuah keputusan yang memicu pertanyaan besar tentang arah kebijakan transfer klub di bawah kendali pelatih Andoni Iraola. Jones, yang merupakan produk akademi dan telah memperkuat Timnas Inggris enam kali, memilih hengkang setelah hubungannya dengan staf pelatih memanas pada tur pramusim di Amerika Serikat.
Ketegangan tersebut memuncak dalam laga melawan Wrexham, ketika gelandang berusia 25 tahun itu kecewa berat karena ban kapten diberikan kepada Kostas Tsimikas, bukan kepadanya, saat ia ditarik keluar lapangan. Insiden itu dinilai menjadi pemicu utama kepindahannya ke Serie A, di mana gaya permainan yang lebih lambat dianggap cocok dengan karakter teknis dan ketenangannya dalam menguasai bola.
Namun, keputusan Liverpool untuk melepas Jones bukan tanpa risiko. Lini tengah The Reds musim ini dinilai timpang, minim kedalaman, dan kurang kreativitas. Jones memang tidak pernah benar-benar menjadi pilar utama di Anfield, tetapi kemampuannya dalam membangun serangan dari lini kedua kerap menjadi pembeda dalam laga-laga ketat. Kepergiannya menyisakan celah yang belum sepenuhnya terisi, terutama ketika Liverpool tengah berburu tambahan gelandang kreatif di bursa transfer.
Di sisi lain, nasib berbeda menimpa Harvey Elliott. Gelandang serang berusia 23 tahun itu sempat dipuji karena kreativitas dan kemampuannya mencetak gol spektakuler, tetapi ia tidak pernah benar-benar mengunci tempat di starting eleven. Setelah masa pinjaman yang buruk di Aston Villa di bawah Unai Emery, Elliott kini menjalani periode sulit di Valencia, klub yang sedang berjuang menghindari degradasi.
"Klopp sempat mengaku menyesal tidak memberi Elliott peran lebih besar, tetapi hingga dua tahun setelahnya, ia belum juga menunjukkan peningkatan signifikan."
Valencia, yang dilatih Carlos Corberan sebelum akhirnya dipecat pada awal musim, kini terpuruk di posisi 19 klasemen La Liga. Elliott hanya dipercaya tampil sebagai pengganti dalam tiga kesempatan, dan situasi ini diperparah oleh ketidakstabilan tim yang tengah berjuang keras menghindari jerat degradasi. Bagi Elliott, masa pinjaman ini seharusnya menjadi panggung untuk membuktikan kualitas, tetapi yang terjadi justru sebaliknya.
Jika melihat pola yang ada, Elliott tampaknya akan mengikuti jejak Jones untuk meninggalkan Liverpool secara permanen. Keduanya merupakan bagian dari warisan era Jurgen Klopp yang kini perlahan tersingkir seiring transformasi skuad di bawah Iraola. Liverpool dikabarkan tengah memburu gelandang kreatif baru, dan dengan kehadiran pemain seperti Florian Wirtz yang telah direkrut, peluang Elliott untuk kembali ke tim utama semakin tipis.
Bagi penggemar Liverpool di Indonesia, situasi ini menjadi pengingat bahwa transisi skuad selalu menimbulkan korban. Pemain yang pernah dianggap sebagai masa depan klub bisa saja tersingkir karena perubahan taktik, dinamika ruang ganti, atau sekadar ketidakcocokan dengan visi pelatih baru. Jones dan Elliott adalah dua nama yang harus rela mencari peruntungan di tempat lain demi menit bermain dan perkembangan karier.
Pertanyaannya kini: apakah Liverpool akan menyesal melepas dua gelandang muda potensial ini, atau justru ini langkah tepat untuk membangun fondasi baru yang lebih kokoh? Waktu yang akan menjawab, tetapi bagi Jones dan Elliott, peluang untuk membuktikan diri di klub lain tidak akan datang dua kali.



