Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya: Lima Luka, Inafis Selidiki Penyebab
Baca dalam 60 detik
- Ledakan mengguncang kompleks Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa pagi, mengakibatkan lima orang cedera.
- Korban dievakuasi ke RS Haji Surabaya, sementara Tim Inafis masih mengidentifikasi pemicu ledakan.
- Petugas mensterilkan lokasi dan mengalihkan arus lalu lintas untuk mencegah insiden lanjutan.

Ledakan keras merobek kompleks Ruko San Antonio di Pakuwon City, Jalan Kalisari Utara, Surabaya, pada Selasa (6/10) pagi. Lima orang dilaporkan mengalami luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk perawatan intensif.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M Rokhim, membenarkan evakuasi korban. โInformasi terakhir, korban luka dibawa ke RS Haji. Ada lima orang,โ ujarnya saat dikonfirmasi.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti ledakan belum dapat dipastikan. Tim Inafis telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh. โPenyebab masih ditelusuri oleh pihak Inafis di lokasi,โ tambah Rokhim.
Command Center 112 Surabaya menerima laporan darurat pada pukul 07.11 WIB. Tim gabungan dari DPKP, kepolisian, dan instansi terkait segera dikerahkan ke lokasi. Fokus awal petugas adalah evakuasi korban dan sterilisasi area guna mencegah potensi ledakan susulan.
โPukul 07.11 WIB Command Center 112 terima laporan adanya ledakan di sebuah ruko Jalan Kalisari Utara. Saat ini masih dalam penanganan tim Call 112. Warga diimbau mencari jalur alternatif lain karena akses jalan digunakan oleh mobil petugas,โ demikian keterangan resmi Command Center 112 Surabaya.
Rekayasa lalu lintas diberlakukan di sekitar TKP untuk memperlancar proses evakuasi dan pengamanan. Warga diminta menghindari area tersebut dan mencari rute alternatif hingga situasi dinyatakan aman.
Insiden ini menambah daftar ledakan yang terjadi di kawasan permukiman dan pusat niaga di kota-kota besar Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Meski belum ada indikasi teror, kejadian seperti ini memicu pertanyaan tentang standar keselamatan bangunan, pengawasan instalasi gas, serta kesiapsiagaan darurat di ruang publik yang padat aktivitas.
Pakuwon City merupakan kawasan terpadu yang ramai di Surabaya Timur, dengan ruko yang berfungsi sebagai tempat usaha dan hunian. Ledakan pada jam sibuk pagi berpotensi menimbulkan korban lebih banyak jika tidak ada respons cepat dari layanan darurat. Kehadiran Tim Inafis diharapkan dapat mengungkap penyebab dalam waktu dekat, apakah akibat kelalaian teknis, kebocoran gas, atau faktor lain.
Pemerintah Kota Surabaya melalui DPKP mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mendekati lokasi. Proses penyelidikan masih berlangsung, dan hasilnya akan menentukan langkah hukum serta evaluasi kebijakan keselamatan di kawasan komersial.
Ke depan, publik menanti transparansi hasil investigasi. Jika terbukti ada kelalaian, kasus ini bisa menjadi preseden bagi pengelolaan keselamatan bangunan di kota besar. Sebaliknya, jika penyebabnya murni kecelakaan, tetap ada pelajaran berharga tentang pentingnya protokol darurat yang teruji.



