BA Boeing 777 Kehilangan 28.000 Kaki di Udara, Masker Oksigen Terjun Bebas
Baca dalam 60 detik
- Penerbangan BA295 rute London–Chicago terpaksa berbalik arah setelah turun drastis 28.000 kaki akibat masalah teknis.
- Pilot mengaktifkan kode darurat 7700 dan mendarat aman di Heathrow setelah membuang bahan bakar di atas Selat Bristol.
- Insiden ini menyoroti keselamatan armada Boeing 777 berusia hampir 30 tahun yang masih dioperasikan BA.

Penerbangan British Airways BA295 dari London menuju Chicago terpaksa kembali ke Heathrow setelah pesawat Boeing 777-200ER mengalami penurunan ketinggian mendadak hingga 28.000 kaki di atas Irlandia, Senin (5/10/2026). Insiden yang memicu pengerahan masker oksigen ini menandai gangguan serius pada rute transatlantik dan menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan armada senior.
Pesawat lepas landas dari Heathrow pukul 12.14 waktu setempat dan sempat mencapai ketinggian jelajah 37.000 kaki. Namun, sekitar satu jam setelahnya, pilot melaporkan adanya "masalah teknis" yang memaksa penurunan cepat ke bawah 10.000 kaki. Kode darurat 7700—standar internasional untuk situasi gawat—langsung dipancarkan ke pengatur lalu lintas udara, dan pesawat berbalik arah menuju Inggris.
Menurut penumpang Tom Nicholls, turbulensi singkat terjadi sebelum masker oksigen keluar dari plafon. "Pesawat menyesuaikan, tapi tidak terasa turun cepat. Pilot bekerja sangat baik," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kepanikan sempat muncul karena beberapa penumpang kesulitan menjangkau masker, namun kapten segera mengumumkan bahwa pesawat sudah berada di bawah 10.000 kaki sehingga masker tidak lagi diperlukan.
Juru bicara BA menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan kru adalah prioritas utama. "Pesawat mendarat dengan selamat setelah pilot kami yang terlatih kembali ke Heathrow karena masalah teknis. Penumpang turun normal dan tim kami berupaya mengembalikan rencana perjalanan mereka secepat mungkin," katanya. Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan masker oksigen menggantung di kabin selama penerbangan balik.
Penurunan cepat ke bawah 10.000 kaki dan kode 7700 biasanya dikaitkan dengan dekompresi kabin, meski penyebab resmi belum dikonfirmasi BA. Pesawat 777-200ER yang terlibat merupakan salah satu unit tertua di armada BA, telah beroperasi hampir tiga dekade sejak pengiriman pada Juli 1997. Insiden ini memunculkan pertanyaan tentang perawatan dan keandalan pesawat berusia lanjut, terutama di tengah meningkatnya pengawasan regulator terhadap keselamatan penerbangan global.
Bagi Indonesia, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya audit berkala armada komersial, terutama karena beberapa maskapai nasional juga mengoperasikan pesawat generasi lama. Otoritas penerbangan sipil di berbagai negara kerap menjadikan insiden seperti ini sebagai dasar pengetatan inspeksi, yang dapat berdampak pada jadwal dan biaya operasional maskapai.
Sejumlah penumpang telah dijadwalkan ulang ke penerbangan Selasa. Sementara itu, BA belum mengungkap detail teknis lebih lanjut. Publik menanti hasil investigasi resmi untuk memastikan apakah insiden ini merupakan anomali atau sinyal perlunya peremajaan armada secara lebih agresif.



