Kimi Antonelli Akui Belajar Banyak dari Hamilton dan Verstappen di Tengah Kekacauan Bahrain
Baca dalam 60 detik
- Kimi Antonelli finis kedua di GP Bahrain setelah start dari posisi ketiga, sementara Max Verstappen menang dan Lewis Hamilton ketiga.
- Antonelli mengaku mendapat pelajaran berharga dari cara Verstappen mengelola restart di lintasan basah dan ketenangan Hamilton saat tekanan tinggi.
- Duet pembalap Mercedes ini sedang memimpin klasemen pembalap, tetapi persaingan dengan dua juara dunia itu masih ketat.

Pembalap Mercedes, Andrea Kimi Antonelli, mengungkapkan pelajaran berharga yang ia peroleh dari bersaing langsung dengan dua juara dunia, Lewis Hamilton dan Max Verstappen, pada Grand Prix Bahrain yang berlangsung chaos di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, akhir pekan lalu. Antonelli finis di posisi kedua setelah start dari urutan ketiga, menemani Verstappen yang keluar sebagai pemenang dan Hamilton di podium ketiga.
Balapan tersebut sempat tertunda selama satu jam 40 menit akibat hujan deras yang mengguyur sirkuit. Kondisi licin dan beberapa kali restart safety car membuat balapan berjalan tidak terduga. Meski berhasil mengonversi posisi start menjadi podium, Antonelli mengaku masih harus banyak belajar dari para seniornya, terutama dalam menghadapi situasi sulit.
Dalam sesi konferensi pers usai balapan, pembalap asal Italia itu menyatakan bahwa kesempatan berbagai lintasan dengan Verstappen dan Hamilton merupakan momen berharga. Ia menilai keduanya tengah menorehkan sejarah besar dalam olahraga ini, dan ia berusaha menyerap sebanyak mungkin ilmu setiap kali berada di dekat mereka.
"Saya selalu berusaha belajar sebanyak mungkin setiap kali saya membalap dekat dengan mereka," ujar Antonelli, seperti dikutip dari Motorsport.com.
Antonelli secara khusus menyoroti manuver Verstappen saat restart di atas ban slick di lintasan basah. Menurutnya, juara dunia empat kali itu memiliki kemampuan luar biasa dalam memposisikan mobil dan merasakan cengkeraman di dua tikungan pertama, yang membuatnya berhasil menyalip. Meski mengaku kesal karena dilewati, Antonelli menganggapnya sebagai pelajaran penting untuk masa depan.
Dari Hamilton, pembalap berusia 18 tahun itu belajar tentang ketenangan menghadapi situasi buruk. Ia mengamati bahwa juara dunia tujuh kali tersebut tidak pernah menyerah dan selalu berusaha meraih hasil terbaik, bahkan ketika kondisi tidak berpihak. Sikap pantang menyerah itu menjadi teladan bagi Antonelli dalam menjalani musim debutnya yang penuh tekanan.
Podium di Bahrain semakin memperkuat posisi Antonelli di puncak klasemen pembalap. Namun, ia menyadari bahwa konsistensi dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai kondisi cuaca akan menjadi kunci untuk mempertahankan keunggulan. Persaingan dengan Verstappen dan Hamilton diprediksi masih akan berlangsung ketat sepanjang musim.
Bagi penggemar Formula 1 di Indonesia, sosok Antonelli bisa menjadi contoh bagaimana pembalap muda cepat beradaptasi di level tertinggi. Meskipun tidak ada pembalap Indonesia di grid, antusiasme terhadap F1 tetap tinggi, terutama setelah suksesnya penyelenggaraan MotoGP di Mandalika. Pelajaran dari Antonelli tentang mentalitas juara dapat menginspirasi pembalap muda Tanah Air yang bercita-cita menembus kompetisi internasional.
Ke depan, Antonelli akan menghadapi serangkaian balapan di sirkuit yang berbeda karakter. Kemampuannya menimba ilmu dari Hamilton dan Verstappen akan diuji, terutama saat menghadapi tekanan juara. Jika ia mampu mempertahankan performa, bukan tidak mungkin gelar juara dunia pertamanya akan terwujud dalam waktu dekat.



