Verstappen dan Misi Tuntas di Singapura: Akankah Kutukan Marina Bay Berakhir?
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen belum pernah menang di Singapura meski sudah naik podium empat kali, dan menyebutnya sebagai 'urusan yang belum selesai'.
- Paket upgrade Red Bull di Baku dan kemenangan di Malaysia memicu optimisme bahwa kelemahan di tikungan lambat dan gundukan mulai teratasi.
- Sprint weekend dengan hanya satu sesi latihan bebas menuntut eksekusi sempurna, karena kualifikasi menjadi penentu utama hasil balapan di Marina Bay.

Max Verstappen mengakui masih memiliki 'urusan yang belum selesai' di Grand Prix Singapura. Pebalap Red Bull itu belum pernah meraih kemenangan di Marina Bay Street Circuit, dan akhir pekan ini menjadi kesempatan ke-10 baginya untuk mematahkan kutukan tersebut.
Dari seluruh sirkuit dalam kalender Formula 1 saat ini, hanya dua tempat yang belum pernah dimenangkan Verstappen: Madring di Madrid dan Marina Bay. Jika Madrid masih wajar karena baru pertama kali menggelar balapan, Singapura sudah menjadi duri dalam daging sejak lama. Verstappen telah empat kali berdiri di podium di sana, tetapi kemenangan tetap elusif.
Kegagalan paling menyakitkan terjadi pada 2022. Saat itu Verstappen tampil tercepat di kualifikasi basah, namun harus membatalkan putaran terakhirnya karena Red Bull salah menghitung bahan bakar. Insiden itu menjadi salah satu alasan mengapa ia menyebut Singapura sebagai 'unfinished business'.
"Dalam beberapa tahun terakhir, kami selalu buruk di kecepatan rendah dan saat melewati gundukan serta kerb," ujar Verstappen di hari media Kamis. "Mobil tahun ini mungkin lebih kompetitif di tikungan lambat, tapi kami masih kesulitan di gundukan dan kerb. Kami tahu itu."
Red Bull datang ke Singapura dengan modal positif. Dua podium di Baku dan kemenangan pertama musim ini di Malaysia membuat tim asal Milton Keynes itu percaya diri. Paket upgrade besar yang diperkenalkan di Baku โ juga menjadi pengembangan signifikan terakhir untuk RB22 โ disebut memberikan dampak besar, meski efektivitasnya bisa bervariasi di tiap sirkuit.
Verstappen menekankan bahwa performa mobil tidak bisa digeneralisasi. "Update akan bekerja, tapi beberapa trek secara alami lebih baik untuk kami. Di Baku lebih dingin dan sulit memanaskan ban. Malaysia kebalikannya, dan di sini lagi-lagi tempat panas di mana ban mudah panas, tapi kami masih punya keterbatasan," jelasnya.
Ia juga menyoroti rival yang lebih unggul di karakteristik sirkuit jalanan. Menurut Verstappen, Ferrari menangani gundukan dan kerb dengan sangat baik dan terlihat kompetitif di tikungan lambat. Mercedes juga patut diperhitungkan. "Kami ingin mencoba kompetitif dan berada dalam perburuan podium," tambahnya.
Rekan setim Verstappen, Isack Hadjar, lebih optimistis. Ia yakin Red Bull bisa mengatasi kutukan Singapura karena paket upgrade telah terbukti efektif di dua sirkuit yang sangat berbeda. "Saya tidak melihat alasan mengapa kami tidak tampil baik di trek seperti ini. Baku dan Sepang benar-benar tidak memiliki kesamaan, tapi mobil tampil di keduanya. Jadi, mengapa tidak di sini?" ujar Hadjar.
Hadjar juga menyebut penampilan Verstappen di Madrid โ finis kedua โ sebagai indikasi bahwa RB22 tidak seburuk yang ditakuti saat melewati kerb. "Max cukup baik di sektor 1 dengan chicane besar. Tapi masih ada beberapa hal yang ingin kami perbaiki. Kadang saya masih merasa ada keterbatasan dalam hal kenyamanan, bukan hanya di kerb, tapi juga di trek bergelombang," ungkapnya.
Singapura akhir pekan ini akan menjadi sprint weekend, yang berarti hanya ada satu sesi latihan bebas. Eksekusi cepat menjadi krusial. "Yang terpenting adalah menemukan keseimbangan mobil langsung di FP1. Itu akan sangat membantu untuk sisa akhir pekan," kata Verstappen. "Balapan siang hari di sprint memiliki tantangan berbeda, tapi trek ini sangat sulit untuk menyalip. Jadi kualifikasi โ baik sprint maupun balapan โ biasanya menentukan posisi finis."
Dengan persaingan yang ketat dan karakteristik Marina Bay yang unik, misi Verstappen untuk menuntaskan urusan di Singapura tidak akan mudah. Namun, jika ada satu pembalap yang mampu mengubah sejarah, ia adalah Verstappen. Akankah akhir pekan ini menjadi titik balik? Jawabannya akan terungkap di bawah lampu Marina Bay.



