Briscoe Kuasai Vegas, Larson Perlebar Keunggulan di Tengah Drama Chase
Baca dalam 60 detik
- Chase Briscoe menaklukkan tekanan Kyle Larson untuk menang di Las Vegas Motor Speedway, memangkas defisit poinnya secara signifikan.
- Denny Hamlin dan Christopher Bell mengalami nasib buruk, sementara Kyle Larson memperlebar jarak di puncak klasemen meski sempat terpuruk.
- Persaingan gelar NASCAR Cup 2026 semakin ketat dengan lima balapan tersisa, membuka peluang bagi pembalap non-favorit untuk mencuri posisi.

Chase Briscoe mengakhiri dahaga kemenangan di NASCAR Cup Series dengan menjuarai balapan 400 mil di Las Vegas Motor Speedway, Minggu (2/3/2026) waktu setempat. Kemenangan ini bukan sekadar trofi, melainkan oase di tengah gurun kompetisi yang sempat membuatnya frustrasi usai kehilangan peluang di Kansas beberapa pekan lalu.
Briscoe sempat dihantui bayang-bayang kekalahan ketika Kyle Larson kembali menempel ketat di lap-lap akhir. Namun, kali ini pembalap Joe Gibbs Racing itu tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ia mempertahankan posisi terdepan hingga bendera finis dikibarkan, memangkas 39 poin dari defisitnya terhadap pemuncak klasemen. Kemenangan ini juga menyelamatkannya dari kemarahan crew chief James Small, yang sempat berkelakar akan melempar Briscoe dari atap gedung jika kembali membuang kemenangan.
Di sisi lain, Denny Hamlin harus menelan pil pahit. Start dari pole position dan memimpin 40 lap pertama, ia tampak akan mendominasi balapan. Namun, keputusan tim untuk mengganti ban kanan demi performa lebih baik justru menjadi bumerang. Hamlin sempat naik ke posisi keempat, tetapi spin yang membuatnya menghantam splitter merusak keseimbangan mobil. Ia pun harus puas finis di urutan 16 dan kehilangan poin berharga. Kini ia tertinggal 40 poin dari Larson, memperburuk posisinya di klasemen Chase.
Kyle Larson mungkin tidak menang, tetapi penampilannya bersama crew chief Cliff Daniels patut diacungi jempol. Setelah sempat terlempar dari sepuluh besar, Daniels mengambil keputusan berani dengan melakukan perubahan agresif pada bagian kanan depan mobil di bawah kondisi green flag. Pit stop 26 detik membuat Larson kehilangan satu lap, tetapi strategi itu membuahkan hasil. Mobil No. 5 menemukan pace-nya, dan Larson mampu melesat kembali ke barisan depan. Ia bahkan nyaris celaka di lap terakhir setelah menabrak dinding, namun berhasil menjaga mobil tetap lurus dan memperlebar keunggulan poin.
Christopher Bell, yang tampil konsisten di dua stage awal dengan mengumpulkan sembilan dan delapan poin, harus menerima kenyataan pahit. Masalah power steering yang tak kunjung teratasi membuatnya finis ke-23. Meski masih berada di peringkat ketiga klasemen, jaraknya dari pemimpin kini melebar menjadi 55 poin. Kekecewaan dan kelelahan terpancar dari wajah Bell usai balapan.
Kabar baik datang dari kubu Penske. Austin Cindric, Ryan Blaney, dan Joey Logano menunjukkan performa solid dengan finis di posisi empat, lima, dan sepuluh. Cindric dan Blaney berhasil memangkas jarak dari pemimpin poin, sementara Logano hanya kehilangan empat poin. Dengan sirkuit-sirkuit yang cocok untuk mereka di sisa musim, peluang untuk bangkit masih terbuka lebar.
Bubba Wallace harus menelan kekecewaan setelah gagal memanfaatkan posisi strategis pasca pit stop terakhir. Ia tidak mampu melewati Briscoe dan harus membayar mahal karena mendorong ban terlalu keras di awal stint. Ban mobilnya mulai rusak dan ia terpaksa melorot ke posisi delapan. Sementara itu, Shane van Gisbergen mencuri perhatian dengan finis kesembilan, menjadi satu-satunya pembalap non-Chase di sepuluh besar. Padahal, rekan setimnya di Trackhouse, Ross Chastain dan Connor Zilisch, harus puas di urutan 30 dan 35.
Ryan Preece, yang dikenal konsisten selama Chase, mengalami balapan buruk di Vegas. Ban yang rusak dan pit stop yang salah membuatnya kehilangan posisi, bahkan tertinggal dua lap dan finis ke-28. Hasil ini menjatuhkannya ke dasar klasemen Chase dengan lima balapan tersisa.
Dengan lima balapan tersisa, persaingan gelar NASCAR Cup 2026 semakin memanas. Akankah Briscoe melanjutkan momentumnya dan mengancam dominasi Larson? Ataukah Hamlin dan Bell mampu bangkit dari keterpurukan? Sisa musim akan menjadi ujian mental dan strategi bagi para pembalap dan tim.



