Elton John Sebut 36 Tahun Berhenti Alkohol sebagai Pencapaian Terbesar dalam Hidupnya
Baca dalam 60 detik
- Elton John menilai momen berhenti dari narkoba dan alkohol pada 1990 sebagai salah satu prestasi terpenting, setara dengan karier musiknya.
- Ia kini menjalani hidup tenang di rumah bersama suami dan anak-anak, sambil meluncurkan minuman sparkling wine tanpa alkohol.
- Kisah ini menegaskan bahwa pemulihan dari adiksi bisa menjadi fondasi gaya hidup baru yang tetap relevan bagi publik luas.

Elton John menganggap keputusannya meninggalkan narkoba dan alkohol pada 1990 sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam hidupnya. Penyanyi berusia 79 tahun itu telah menjual lebih dari 300 juta rekaman, meraih status EGOT, dan menerima gelar kebangsawanan pada 1998, tetapi ia menempatkan pemulihan dari adiksi sejajar dengan sederet prestasi profesional tersebut.
Dalam wawancara dengan majalah HELLO! Inggris, Elton mengungkapkan bahwa ia telah hidup tanpa alkohol selama 36 tahun dan merasa kualitas hidupnya terus membaik. "Saya hampir kehilangan segalanya karena kecanduan, dan menjadi sadar adalah salah satu pencapaian terbesar saya," ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia merasa sangat beruntung dengan kehidupannya saat ini.
Pernyataan itu muncul di tengah perubahan lanskap industri hiburan yang semakin terbuka membahas kesehatan mental dan pemulihan. Bagi banyak figur publik, berhenti dari zat adiktif bukan sekadar urusan pribadi, melainkan juga bagian dari narasi publik yang dapat memengaruhi persepsi penggemar dan nilai komersial. Elton, yang telah berkarier lebih dari lima dekade, memilih menempatkan pengalaman itu sebagai bagian dari identitasnya, bukan sekadar catatan kaki.
Elton dan suaminya, David Furnish, dikenal gemar menjamu tamu di kediaman mereka. Mantan pentolan Rocket Man itu bahkan mengaku terobsesi dengan penataan meja makan, sebuah kebiasaan yang ia pelajari dari mendiang perancang busana Gianni Versace. "Saya menjadi kecanduan porselen dan gelas," katanya. Kehadiran minuman tanpa alkohol di rumah mereka justru membuka kesempatan untuk kembali menggunakan koleksi gelas tersebut.
"Saya sudah terlalu lama berada di jalan dan tur—lebih dari 50 tahun—sehingga malam di rumah bersama orang-orang tercinta dan percakapan menarik adalah kesempurnaan bagi saya." — Elton John
Gaya hidup baru itu juga tercermin dari lingkaran sosialnya. Salah satu tamu terbaru adalah petenis muda Inggris, Jack Draper, yang datang bersama keluarganya untuk makan siang pada suatu hari Minggu. Elton mengaku bertemu Draper di peragaan busana Burberry dan mengundangnya karena kedua putranya, Zachary (15) dan Elijah (13), penggemar berat tenis.
Bagi Elton, minuman tanpa alkohol bukan sekadar produk sampingan. Ia mengaku sering ditawari untuk mendukung berbagai merek, tetapi sangat selektif. "Tolok ukurnya selalu: apakah kami akan menyajikan ini di rumah sendiri? Jawabannya adalah ya yang bulat," ujarnya. Ia menilai reaksi para tamu sebagai kebahagiaan tersendiri setelah upaya panjang meracik produk yang tepat.
Kisah Elton ini menyoroti pergeseran budaya konsumsi di kalangan selebritas dan konsumen global, di mana pilihan tanpa alkohol semakin diterima sebagai bagian dari gaya hidup mewah, bukan kompromi. Di Indonesia, tren serupa mulai terlihat pada kafe dan restoran di kota-kota besar yang menawarkan menu mocktail dan minuman bebas alkohol sebagai opsi utama, meski skalanya belum sebesar pasar internasional. Ke depan, apakah figur publik seperti Elton akan semakin vokal menjadikan pemulihan sebagai bagian dari merek pribadi mereka, dan bagaimana publik menyikapinya?



