Saham SPAC XRP Meledak 273% Jelang Merger Evernorth, Tapi Ada Sinyal Bahaya
Baca dalam 60 detik
- Armada Acquisition Corp. II (XRPN) ditutup pada $39,42 Jumat lalu, meroket 68% dalam sehari dan sekitar 273% sepanjang pekan, dengan lonjakan tambahan 9,5% di pra-pasar Senin.
- Merger dengan Evernorth dijadwalkan rampung Rabu, 7 Oktober, membawa sekitar 473 juta token XRP senilai $714 juta ke perusahaan publik, namun sekitar 80% dana trust berpotensi ditebus pemegang saham.
- Kinerja historis treasury kripto pasca-merger suram—Twenty One anjlok 25% saat debut dan ProCap BTC merosot lebih dari 60%—sehingga euforia XRPN patut dicermati.

Saham Armada Acquisition Corp. II (ticker: XRPN) melesat hampir 300% dalam sepekan menjelang merger dengan Evernorth, perusahaan treasury XRP yang didukung Ripple. Aksi korporasi ini akan membawa ratusan juta token XRP ke bursa publik, tetapi di balik euforia harga, ada sinyal bahaya yang perlu dicermati investor.
Berdasarkan data StockAnalysis, XRPN ditutup pada $39,42 Jumat lalu, naik 68% dalam sehari dan sekitar 273% sepanjang pekan. Saham sempat menyentuh $53, jauh dari harga $10,58 sepekan sebelumnya. Pada perdagangan pra-pasar Senin, harga kembali naik 9,5%. Evernorth melalui email kepada CoinDesk menyatakan merger diperkirakan rampung Rabu, 7 Oktober, dengan syarat kondisi yang tersisa terpenuhi.
Armada adalah perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) yang mengumpulkan dana, menyimpannya dalam trust, lalu merger dengan bisnis swasta. Pemegang saham publik berhak meminta uangnya kembali sebelum kesepakatan ditutup, alih-alih mempertahankan saham di perusahaan gabungan. Trust Armada menampung $241,2 juta per akhir Juni, dengan nilai penebusan sekitar $10,49 per saham publik. Pengumuman Evernorth 1 Oktober mengindikasikan sekitar $48 juta dari dana trust akan tersisa untuk transaksi. Perbandingan angka ini menunjukkan sekitar 80% dana trust berpotensi dikembalikan ke pemegang saham, menurut perhitungan CoinDesk. Penebusan besar dapat menyisakan sedikit saham publik yang diperdagangkan, sehingga order kecil pun mampu menggerakkan harga secara tajam.
Evernorth tidak hanya mengandalkan dana tunai. Para pendukung juga menyumbang XRP secara langsung. Namun, sebagian XRP yang dibeli dengan uang tunai sudah bernilai jauh di bawah harga perolehan. Perusahaan menghabiskan $214,1 juta untuk membeli 84,4 juta XRP hingga akhir 2025, dengan rata-rata sekitar $2,54 per token, seperti dilaporkan CoinDesk pada Maret. Tranche tersebut kini hanya bernilai sekitar $127 juta—kerugian kertas yang signifikan jika harga tidak pulih.
Kinerja historis treasury kripto pasca-merger menjadi peringatan. Twenty One, yang didukung Tether, anjlok 25% pada perdagangan awal debut di NYSE Desember lalu, mendekati harga $10 yang dibayar investor private placement. ProCap BTC telah kehilangan lebih dari 60% sejak merger. Pola ini menunjukkan bahwa euforia pra-merger sering kali berbalik menjadi koreksi tajam setelah perusahaan gabungan mulai diperdagangkan.
"Penebusan besar dapat menyisakan sedikit saham publik yang diperdagangkan, sehingga order kecil pun mampu menggerakkan harga secara tajam," catat CoinDesk dalam laporannya.
Bagi investor Indonesia, fenomena SPAC treasury kripto ini menawarkan pelajaran berharga. Pasar modal domestik belum memiliki instrumen serupa, tetapi eksposur tidak langsung tetap ada melalui investor institusi yang menempatkan dana di aset digital global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) perlu mencermati perkembangan ini sebagai bahan evaluasi regulasi aset kripto, terutama terkait perlindungan investor ritel dari volatilitas ekstrem. Dengan semakin banyaknya perusahaan treasury kripto yang go public, risiko penebusan massal dan likuiditas tipis menjadi isu yang relevan untuk diantisipasi.
Evernorth dijadwalkan mengungkap jumlah saham final dan sisa kas dalam laporan penutupan. Perusahaan gabungan diperkirakan mulai diperdagangkan Kamis, 8 Oktober. Pertanyaannya kini: apakah lonjakan XRPN mencerminkan keyakinan pasar terhadap prospek XRP, atau sekadar spekulasi jangka pendek yang akan sirna begitu merger tuntas? Investor sebaiknya menunggu data resmi sebelum mengambil keputusan.



