Alison Hammond Akui Rentan Usai Serangan Panik di Siaran Langsung: "Saya Pikir Itu Serangan Jantung"
Baca dalam 60 detik
- Alison Hammond dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami serangan panik hebat saat membawakan This Morning pada 2 Oktober 2026.
- Dalam pidato penghargaan Attitude Awards, ia menyebut momen tersebut sebagai titik terentannya dan menegaskan kerentanan bukan kelemahan.
- Kembalinya ia ke layar kaca masih tanda tanya, sementara diskursus kesehatan mental di industri hiburan semakin menguat.

Presenter televisi Inggris Alison Hammond mengungkapkan bahwa dirinya berada dalam kondisi psikologis yang sangat rentan setelah mengalami serangan panik hebat yang ia kira sebagai serangan jantung, saat membawakan acara This Morning di ITV secara langsung pada 2 Oktober 2026. Insiden itu memaksanya dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani serangkaian pemeriksaan jantung, paru-paru, dan darah.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan publik setelah Hammond tiba-tiba meninggalkan panggung sambil memegang dada, memicu kekhawatiran pemirsa. Rekan co-host-nya, Dermot O'Leary, langsung mengambil alih acara dan memberi penjelasan singkat bahwa Hammond merasa tidak enak badan. Beberapa hari kemudian, melalui unggahan di Instagram, Hammond memastikan hasil pemeriksaan kesehatannya bersih dan mendiagnosis kejadian itu sebagai serangan panik akut—pengalaman pertamanya yang ia sebut sebagai "dunia baru" yang perlu ia pelajari lebih lanjut.
Dalam pidato penerimaan penghargaan Attitude Awards 2026 yang dibacakan oleh sahabatnya, Kate Lawler, Hammond menyatakan bahwa ia selalu berusaha menghadirkan keceriaan dan energi positif bagi orang lain. Namun, ketika ia sendiri yang berada dalam posisi membutuhkan dukungan, ia merasa sangat rapuh. "Saya belajar bahwa kerentanan bukanlah kelemahan," ujarnya, seraya menambahkan bahwa komunitas LGBTQ+ telah mengajarinya arti penerimaan diri.
"Jika Anda ingin mengalami gangguan mental, setidaknya lakukan di ITV dengan banyak orang menonton," canda Hammond dalam pidatonya, sebelum menegaskan bahwa momen itu sangat sulit dijalani secara publik.
Kate Lawler, yang membacakan pidato tersebut, mengungkapkan bahwa Hammond sempat mengira dirinya sedang mengalami serangan jantung, bukan panik. "Itu salah satu hal paling menakutkan yang pernah ia alami," kata Lawler. Pernyataan ini menegaskan betapa seriusnya dampak psikologis dari serangan panik, yang sering kali menyerupai gejala serangan jantung dan memicu kepanikan hebat.
Hammond juga memberikan apresiasi khusus kepada Dermot O'Leary yang sigap mengambil alih acara dan mendukungnya selama masa pemulihan. Dalam unggahan Instagram-nya, ia menyampaikan terima kasih kepada staf NHS dan tim This Morning, serta menyebut bahwa ia akan beristirahat sejenak untuk memulihkan diri. "Ini dunia yang baru bagi saya. Saya akan menenangkan diri, beristirahat, dan segera kembali," tulisnya.
Insiden ini menyoroti pentingnya pemahaman tentang kesehatan mental di industri hiburan, terutama bagi para figur publik yang dituntut selalu tampil ceria. Serangan panik dapat menyerang siapa saja, termasuk mereka yang terbiasa menghibur orang lain. Hammond, yang juga dikenal sebagai pembawa acara The Great British Bake Off, mengaku masih perlu belajar banyak tentang kondisi ini dan berharap dapat mengedukasi dirinya sendiri.
Meski hasil medis menunjukkan kondisi jantungnya sehat, pengalaman Hammond menjadi pengingat bahwa stres dan tekanan pekerjaan di dunia hiburan bisa berdampak serius. Dukungan dari rekan kerja dan publik menjadi faktor penting dalam proses pemulihan. Kini, pertanyaannya adalah bagaimana industri televisi Inggris—dan juga Indonesia—menyikapi kesehatan mental para pekerja kreatifnya. Apakah akan ada kebijakan yang lebih peduli, ataukah ini hanya menjadi berita sesaat sebelum kembali ke rutinitas yang menuntut?



