Michael Johnston Buka-bukaan soal Proyek Queer Berikutnya Usai Kesuksesan Obsession
Baca dalam 60 detik
- Michael Johnston mengonfirmasi akan membintangi proyek baru bertema queer yang ia sebut sangat berarti.
- Aktor 30 tahun itu mengaku peran-peran gay yang ia mainkan di awal karier membantunya menerima identitas sendiri.
- Johnston berharap bisa menjadi representasi bagi penonton muda yang merasa terisolasi karena orientasi seksualnya.

Aktor Michael Johnston, yang mencuri perhatian lewat perannya sebagai Bear dalam film horor Obsession, telah mengungkap rencana proyek akting berikutnya. Dalam wawancara dengan majalah Attitude, pria 30 tahun itu menyatakan akan segera terlibat dalam sebuah cerita queer yang ia gambarkan sebagai "benar-benar luar biasa".
Johnston, yang secara terbuka menyatakan diri sebagai gay, menyebut proyek tersebut sebagai kesempatan untuk menampilkan sisi romantis yang lebih intens. "Akan ada kisah queer yang sungguh menakjubkan di masa depan saya, dan saya sangat bersemangat untuk memainkannya serta mendapatkan momen panas saya," ujarnya seperti dikutip dari Attitude.
Kesuksesan Obsession di box office disebut telah mengangkat karier Johnston ke tingkat yang lebih tinggi. Ia mengaku kini memiliki kebebasan lebih untuk memilih peran. "Saya bisa memilih apa yang ingin saya lakukan," katanya. Sebelumnya, dalam podcast I've Never Said This Before, ia telah mengisyaratkan keinginan untuk mengambil peran queer yang "benar-benar bermakna" dan "disengaja".
Dalam wawancara tersebut, Johnston juga merefleksikan peran-peran awalnya sebagai karakter gay, termasuk di Teen Wolf dan Slash, pada saat ia belum sepenuhnya terbuka tentang seksualitasnya sendiri. Ia mengakui bahwa peran-peran itu membantunya menerima dan mengubah pandangannya tentang identitasnya. "Saya dulu menganggapnya sebagai kelemahan, sekarang saya pikir itu adalah kekuatan karena membuat saya lebih empatik," tuturnya.
"Setiap kali saya melihat karakter gay saat tumbuh dewasa, saya berpikir, 'Wow, ada orang lain. Saya tidak sendiri.' Jadi jika saya bisa menjadi sosok itu bagi orang lain, itu luar biasa."
โ Michael Johnston
Johnston berharap dapat memberikan representasi bagi mereka yang mungkin merasa terisolasi. Ia menyadari bahwa kehadiran karakter queer di layar dapat memberikan dampak besar bagi penonton muda yang sedang mencari jati diri. "Jika saya bisa menjadi panutan bagi seseorang, itu sungguh luar biasa," tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa ia tumbuh di lingkungan Bible Belt yang menurutnya bisa menjadi tempat yang sulit bagi seorang remaja gay. Pengalaman itu membentuk perspektifnya dan semakin memotivasinya untuk terlibat dalam proyek yang ia anggap penting. "Saya benar-benar menantikan untuk memainkan peran queer yang disengaja, cerita yang benar-benar bermakna," ujarnya.
Meski belum ada detail resmi mengenai judul atau produksi proyek tersebut, pernyataan Johnston menandai arah kariernya yang semakin vokal dalam memilih peran. Ia bahkan tidak menutup kemungkinan untuk menulis sendiri cerita tersebut. "Saya tidak tahu, mungkin saya akan menulisnya sendiri," katanya.
Dengan semakin banyaknya cerita queer di Hollywood, langkah Johnston bisa menjadi penanda bahwa aktor-aktor yang baru naik daun semakin berani mengambil peran yang sesuai dengan identitas dan nilai pribadi mereka. Apakah ini akan menjadi tren baru di industri hiburan, atau justru sebaliknya? Waktu yang akan menjawab.



