Prabowo Terima Presiden FIFA di Istana, Erick Thohir Sebut Kelanjutan Komunikasi Dua Sahabat
Baca dalam 60 detik
- Presiden FIFA Gianni Infantino menyambangi Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (5/10).
- Menpora Erick Thohir menegaskan pertemuan itu merupakan kelanjutan komunikasi yang sudah terbangun, bukan agenda baru.
- Infantino memuji penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup perdana di Indonesia dan berharap turnamen ini menjadi titik awal dari rangkaian edisi berikutnya.

Presiden FIFA Gianni Infantino bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10). Pertemuan itu menjadi sinyal bahwa Indonesia masih diperhitungkan sebagai simpul penting sepak bola Asia Tenggara, terutama setelah sukses menggelar turnamen regional perdana di bawah bendera FIFA.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebut pertemuan tersebut sebagai kelanjutan komunikasi yang sudah lama terjalin. Menurutnya, Infantino bukan sosok asing di Indonesia. "Presiden Gianni sudah ke Indonesia hampir empat kali, waktu kita dapat kesempatan FIFA U-17 dan sekarang sebagai FIFA ASEAN," ujar Erick dalam keterangan kepada wartawan.
Erick menambahkan, hubungan antara Prabowo dan Infantino lebih dari sekadar protokol diplomatik. Keduanya disebut telah beberapa kali bertemu di berbagai forum internasional, sehingga pertemuan di Istana kali ini lebih tepat dibaca sebagai kelanjutan hubungan personal yang berdampak pada kepentingan sepak bola nasional.
Sebelum menemui Prabowo, Infantino menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan sepak bola ASEAN dan penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup di Indonesia. Ia menilai turnamen itu berjalan sukses dan melibatkan seluruh kawasan. "Indonesia menjadi tuan rumah yang luar biasa bagi tim-tim terbaik ASEAN," kata Infantino.
"Ini adalah FIFA ASEAN Cup yang pertama. Semoga menjadi yang pertama dari banyak penyelenggaraan berikutnya. Dan saya juga senang bisa kembali bertemu dengan Presiden yang juga mencintai sepak bola dan mencintai negaranya." โ Gianni Infantino
Infantino juga menyoroti antusiasme penonton yang hadir langsung ke stadion. Menurutnya, kualitas pertandingan terus berkembang, terlihat dari atmosfer kompetitif yang terbangun sepanjang turnamen. Bagi FIFA, gelaran ini menjadi uji coba penting untuk memperluas basis penggemar di kawasan yang selama ini dianggap pasar potensial.
Dari kacamata domestik, pertemuan di Istana bukan sekadar kunjungan kehormatan. Pemerintahan Prabowo tengah mendorong sepak bola sebagai instrumen diplomasi publik dan penggerak ekonomi. Kehadiran Infantino memberi legitimasi internasional atas tata kelola turnamen, sekaligus membuka peluang kerja sama jangka panjang, mulai dari pengembangan infrastruktur stadion, pembinaan usia muda, hingga peningkatan kapasitas liga domestik.
Erick Thohir, yang juga dikenal sebagai tokoh di balik sejumlah agenda sepak bola nasional, berada di posisi strategis untuk menjembatani kepentingan FIFA dan PSSI. Namun, tantangan tetap ada: memastikan momentum ini tidak berhenti pada seremoni. Publik menanti apakah kunjungan Infantino akan diikuti komitmen konkret, misalnya penambahan jadwal turnamen internasional di Indonesia atau dukungan teknis untuk kompetisi lokal.
Jika FIFA ASEAN Cup benar-benar berlanjut ke edisi-edisi berikutnya, Indonesia berpeluang mengukuhkan diri sebagai tuan rumah tetap atau setidaknya pemain utama di kawasan. Pertanyaannya, sejauh mana pemerintah dan PSSI mampu menerjemahkan kedekatan dengan FIFA menjadi prestasi di lapangan dan manfaat ekonomi yang terukur bagi masyarakat?



