Infantino Kunjungi Istana, Puji Indonesia sebagai Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Presiden FIFA Gianni Infantino bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta untuk membahas penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026.
- Infantino menilai Indonesia sukses menjadi tuan rumah dan menegaskan turnamen ini menjadi fondasi pengembangan sepak bola ASEAN.
- Pertemuan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai poros sepak bola Asia Tenggara dan membuka peluang event FIFA lanjutan.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyambangi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10/2026), untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto. Agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 yang tengah berlangsung di Indonesia, sekaligus mempererat hubungan antara federasi sepak bola dunia dan pemerintah Indonesia.
Kedatangan Infantino disambut Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, yang menyebut pertemuan itu sebagai kelanjutan dari komunikasi intens antara kedua tokoh. Menurut Erick, Infantino telah beberapa kali mengunjungi Indonesia, termasuk saat penyelenggaraan Piala Dunia U-17, dan kini kembali untuk turnamen ASEAN. "Pertemuan ini bukan sekadar formalitas, tetapi wujud kedekatan yang telah terbangun lama," ujar Erick dalam keterangannya.
Infantino sebelumnya menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026. Ia menilai Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi tim-tim terbaik ASEAN. "Sejauh ini penyelenggaraannya sukses dan melibatkan seluruh kawasan. Indonesia menjadi tuan rumah yang luar biasa," kata Infantino. Ia juga menyoroti antusiasme penonton yang hadir langsung ke stadion serta kualitas pertandingan yang terus meningkat.
Bagi Indonesia, momen ini bukan hanya soal prestise. Penyelenggaraan event FIFA berulang kali menjadi katalis pembenahan infrastruktur dan tata kelola sepak bola nasional. Erick Thohir menambahkan bahwa pertemuan Prabowo-Infantino juga membahas langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kompetisi di tingkat ASEAN. "Ini kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa Indonesia serius membangun ekosistem sepak bola," ujarnya.
"Sepak bola benar-benar hidup di kawasan ini. Gairahnya besar dan level permainannya sangat baik. Penonton datang ke stadion," ujar Infantino.
Infantino juga menyatakan kegembiraannya dapat kembali ke Indonesia dan terlibat dalam ajang FIFA. Ia berharap FIFA ASEAN Cup menjadi turnamen berkelanjutan. "Ini yang pertama, semoga menjadi yang pertama dari banyak penyelenggaraan berikutnya," tuturnya. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen FIFA untuk terus mengembangkan sepak bola di Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai salah satu pilar utama.
Kehadiran Infantino di Indonesia juga menjadi sinyal positif bagi diplomasi olahraga. Hubungan baik antara pemerintah dan FIFA dapat membuka peluang Indonesia menjadi tuan rumah event internasional lainnya, termasuk potensi menjadi salah satu lokasi Piala Dunia U-20 atau even senior di masa depan. Namun, tantangan tetap ada: konsistensi pembinaan pemain muda, perbaikan liga domestik, dan peningkatan fasilitas di daerah menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan.
Dengan kesuksesan FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia berpeluang memperkuat posisinya sebagai poros sepak bola Asia Tenggara. Pertanyaan ke depan: mampukah momentum ini dimanfaatkan untuk melahirkan generasi emas baru dan membawa sepak bola Indonesia ke panggung dunia yang lebih tinggi?



