Michael Douglas Menolak Label 'Nepo Baby': Ada Standar Ganda di Hollywood
Baca dalam 60 detik
- Aktor senior Michael Douglas mengungkapkan kekesalannya terhadap istilah 'nepo baby' yang kerap dialamatkan kepada anak-anak selebriti.
- Ia menilai ada standar ganda karena di industri lain, bantuan orang tua dianggap lumrah, sementara di Hollywood justru dicela.
- Istrinya, Catherine Zeta-Jones, menyebut Douglas sendiri sebagai 'nepo baby ultimate' dan menegaskan bahwa anak-anak mereka harus membuktikan kemampuan lebih.

Aktor kawakan Michael Douglas, 82 tahun, secara terbuka menolak label 'nepo baby' yang sering disematkan kepada anak-anak selebriti yang meniti karier di Hollywood. Dalam wawancara dengan The Sunday Times, Douglas mengaku kesal dengan istilah tersebut, terutama karena anak-anaknyaโCameron (47), Dylan (26), dan Carys (23)โjuga menerima cap serupa.
Douglas, putra dari legenda Hollywood Kirk Douglas, menilai istilah itu memiliki nada merendahkan. "Untuk jumlah 'nepo' yang disebut-sebut, hanya sedikit orang yang bisa saya pikirkan memiliki karier seperti ayah saya dan saya," ujarnya. Ia menambahkan bahwa label tersebut terasa "snotty" atau sok, dan ia sangat membencinya.
Lebih jauh, bintang film Wall Street ini menyoroti standar ganda dalam industri hiburan dibandingkan sektor lain. Menurutnya, di dunia bisnis atau profesi lain, orang tua lazim membantu anak-anak mereka, bahkan nama perusahaan pun sering mencantumkan 'dan anak'. "Di setiap bisnis lain, setiap ibu dan ayah membantu anak-anak mereka. Kita tahu semua perusahaan, namanya 'si A dan anak'," katanya. "Di bisnis lain, semua orang dituntut memiliki kesuksesan atau kesinambungan yang sama. Sedangkan di industri ini, Anda justru dikritik karena hal yang sama."
Kritik Douglas muncul setelah istrinya, Catherine Zeta-Jones, baru-baru ini menyebutnya sebagai "nepo baby ultimate" dalam wawancara dengan BBC Radio 4. Zeta-Jones, yang telah menikah dengannya lebih dari 25 tahun, mengatakan bahwa di industri lain seperti keuangan, hukum, atau kedokteran, anak-anak yang mengikuti jejak orang tua mereka tidak mendapat label serupa. "Saya menikah dengan nepo baby ultimate. Suami saya adalah putra Kirk Douglas, putra Spartacus. Dan dia sukses dengan caranya sendiri," ujarnya.
Zeta-Jones juga menyoroti tekanan yang dihadapi generasi muda saat ini, termasuk anak-anak mereka. Ia menyebut mereka "disembelih" oleh citra kesempurnaan yang dihasilkan AI dan berbagai tuntutan lain. "Mereka tidak perlu label tambahan. Menurut saya itu sangat disayangkan," tegasnya.
"Di setiap bisnis lain, setiap ibu dan ayah membantu anak-anak mereka... Sedangkan di industri ini, Anda dikritik karena hal yang sama." โ Michael Douglas
Meskipun banyak yang berpendapat bahwa anak selebriti memiliki akses dan keuntungan yang tidak dimiliki calon bintang lain, Zeta-Jones membantahnya. Ia menilai situasinya justru sebaliknya. "Pertama-tama, mereka memiliki banyak hal yang harus dibuktikan. Anggapan 'Oh, itu sudah ada di gen, di darah' itu keliru. Faktanya, mereka memiliki hasrat dan kecintaan sejati pada seni peran," jelasnya.
Perdebatan tentang nepo baby memang bukan hal baru di Hollywood. Fenomena ini mencerminkan ketegangan antara privilege dan meritokrasi di industri kreatif. Di Indonesia, isu serupa juga kerap muncul, misalnya ketika anak-anak artis atau tokoh terkenal memasuki dunia hiburan atau politik. Publik sering mempertanyakan apakah mereka benar-benar berbakat atau hanya memanfaatkan nama besar orang tua.
Douglas sendiri telah membangun karier selama lebih dari lima dekade dengan segudang prestasi, termasuk memenangkan Oscar untuk Wall Street. Namun, ia tetap merasa label nepo baby tidak adil. Baginya, setiap orang, termasuk anak selebriti, berhak dinilai berdasarkan kerja keras dan kemampuan, bukan latar belakang keluarga.
Ke depan, diskusi tentang nepotisme di industri hiburan tampaknya akan terus bergulir seiring semakin vokalnya generasi muda menyuarakan ketidaksetaraan. Apakah label 'nepo baby' akan tetap menjadi stigma, atau justru memudar ketika publik lebih menghargai proses kreatif? Yang jelas, bagi Douglas, istilah itu hanya menambah beban yang tidak perlu bagi mereka yang ingin membuktikan diri.



