Jamie Lee Curtis Kenang Sang Ibu Janet Leigh di 22 Tahun Kepergiannya
Baca dalam 60 detik
- Jamie Lee Curtis memperingati 22 tahun wafatnya ibunya, Janet Leigh, dengan unggahan foto hitam-putih di Instagram.
- Janet Leigh, ikon film Psycho, meninggal pada 3 Oktober 2004 akibat vaskulitis di usia 77 tahun.
- Warisan akting keluarga Curtis tetap menjadi sorotan, termasuk perdebatan tentang nepotisme di Hollywood.

Jamie Lee Curtis mengenang ibunya, legenda layar lebar Janet Leigh, pada peringatan 22 tahun kepergiannya. Lewat akun Instagram pribadinya, Sabtu (3/10/2026), aktris berusia 67 tahun itu membagikan potret hitam-putih Janet sedang berendam di bak mandi berisi gelembung sabun. Dalam keterangan singkat, Jamie menulis, "Long time gone this day. Love and misses to my mother."
Janet Leigh meninggal dunia pada 3 Oktober 2004 di usia 77 tahun karena vaskulitis, peradangan pada pembuluh darah. Namanya abadi berkat peran ikonik sebagai Marion Crane dalam film thriller klasik Psycho (1960) arahan Alfred Hitchcock. Adegan pancuran dalam film itu menjadi salah satu momen paling berpengaruh dalam sejarah sinema, sekaligus menegaskan posisi Janet sebagai bintang Hollywood era keemasan.
Unggahan itu langsung menuai reaksi dari para penggemar. Kolom komentar dipenuhi penghormatan untuk mendiang Janet. Seorang warganet menulis, "That's so sweet. I was just watching Psycho today. What a beautiful lady." Pengguna lain mengaku baru saja menuntaskan memoar Janet dan menyebutnya sebagai perempuan luar biasa bertalenta. Ada pula yang menyebut Janet sebagai legenda sinema sejati, sederajat dengan Jamie dan ayahnya, Tony Curtis.
Janet dan Tony Curtis menikah pada 1951 dan bercerai pada 1962. Dari pernikahan itu lahir dua putri yang keduanya menekuni dunia akting: Kelly Curtis (lahir 1956) dan Jamie Lee Curtis (lahir 1958). Kelly tampil bersama orang tuanya dalam film petualangan The Vikings (1958), sementara Jamie membintangi komedi drama Trading Places (1983). Kelly meninggal dunia karena sebab alami pada 30 Mei 2026 di usia 69 tahun. Jamie pun menyampaikan penghormatan terakhir lewat unggahan foto hitam-putih sang kakak dengan keterangan penuh kehangatan, menyebut Kelly sebagai sahabat pertama dan orang kepercayaannya sepanjang hidup.
"She was my first friend and lifelong confidant. She was jaw droppingly beautiful, and a talented actress." โ Jamie Lee Curtis tentang kakaknya, Kelly.
Dalam unggahan itu, Jamie juga mengenang kebiasaan unik Kelly: kegemarannya bermain kartu hearts, mengoleksi kura-kura, kecintaannya pada musik, traveling, hingga Pokemon Go. Kelly dikenal sebagai sosok yang bangga dengan akar Denmark dan leluhur Yahudi-Hungaria, serta aktif menyuarakan patriotisme Amerika. Ia kerap menutup pesan dengan berkat Hungaria, "Isten Veled, God is with you."
Karier kedua bersaudara ini tak lepas dari bayang-bayang tudingan nepotisme. Jamie Lee Curtis beberapa kali membantah label "nepo baby" yang disematkan padanya. Pada Januari 2026, ia menegaskan kepada CBS News bahwa keterlibatan ibunya di Psycho mungkin memberi sorotan tambahan, tetapi bukan penentu utama. "Did it get me to that final two? No, my auditions got me to the final two," ujarnya, menekankan bahwa audisi keraslah yang mengantarkannya ke tahap akhir seleksi.
Warisan Janet Leigh dan Tony Curtis tidak hanya soal nama besar, tetapi juga tentang bagaimana generasi penerusnya menegosiasikan identitas di industri yang kerap menghakimi. Bagi publik Indonesia, kisah ini relevan dengan perdebatan serupa di dunia hiburan tanah air, di mana anak-anak selebritas sering dianggap mendapat jalan pintas. Pertanyaannya, sejauh mana bakat dan kerja keras mampu mengalahkan privilese warisan? Hanya waktu dan karya yang bisa menjawab.



