Sass Jordan, Rocker 'Make You a Believer', Tutup Usia di 63 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Sass Jordan, penyanyi rock Kanada yang melambung lewat 'Make You a Believer', meninggal dunia pada 2 Oktober 2026 dalam usia 63 tahun.
- Kabar duka ini datang hanya sebulan setelah ia membatalkan seluruh jadwal konser 2026 akibat kondisi medis serius yang tak diungkap ke publik.
- Kepergiannya memicu gelombang penghormatan dari musisi dan penggemar, sekaligus menandai berakhirnya salah satu karier rock perempuan paling berpengaruh di Kanada.

Industri musik Kanada kehilangan salah satu suara paling khasnya. Sass Jordan, penyanyi rock yang dikenal lewat tembang 'Make You a Believer', meninggal dunia pada Jumat, 2 Oktober 2026, dalam usia 63 tahun. Kabar tersebut dikonfirmasi melalui pernyataan keluarga yang diunggah ke media sosial sehari setelahnya, menyebut sang artis berpulang dengan tenang di tengah keluarga tercinta.
Kepergian Jordan menutup babak akhir yang penuh kejutan. Baru sebulan sebelumnya, tepatnya 1 September 2026, ia mengumumkan pembatalan seluruh jadwal pertunjukan hingga akhir tahun. Tim manajemennya kala itu menyebut ada gangguan kesehatan serius yang memaksa sang penyanyi menepi dari segala komitmen profesional. Namun, hingga berita duka ini mencuat, penyebab pasti kematiannya tidak dipublikasikan ke publik.
Bagi generasi 1990-an, nama Sass Jordan lekat dengan era keemasan rock alternatif yang mulai merambah pasar arus utama. Setelah pindah ke Los Angeles pada Januari 1990, ia merilis album 'Racine' yang mengukuhkannya sebagai salah satu vokalis perempuan paling diperhitungkan. Pencapaian itu bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan juga penanda bahwa penyanyi perempuan dari Kanada mampu menembus dominasi pasar musik Amerika Serikat saat itu.
Salah satu momen paling ikonik dalam kariernya terjadi pada 1992, ketika ia berduet dengan mendiang Joe Cocker membawakan lagu 'Trust in Me' untuk film 'The Bodyguard'. Menurut catatan yang beredar, Kevin Costner yang mendengar suara Jordan dari radio mobilnya langsung tertarik merekrutnya. Kolaborasi lintas generasi itu memperlihatkan kemampuan Jordan beradaptasi dari rock keras ke balada sinematik tanpa kehilangan karakter vokalnya.
"She remains in our hearts, an inimitable force of nature. An irreplaceable being of light and joy!" โ pernyataan keluarga Sass Jordan.
Ucapan belasungkawa mengalir deras dari berbagai kalangan. Bassist dan vokalis Trapeze, Glenn Hughes, menyebut kepergian Jordan sebagai pukulan berat bagi sahabat-sahabatnya. Di platform X, penggemar mengenang sosoknya sebagai pribadi yang penuh energi, keceriaan, dan kebaikan. "Terima kasih untuk musiknya, sayang. Terbanglah tinggi," tulis salah satu warganet, mewakili perasaan banyak penggemar di seluruh dunia.
Di luar panggung musik, Jordan juga dikenal luas sebagai juri dalam ajang 'Canadian Idol' selama enam musim, dari 2003 hingga 2008. Perannya di acara pencarian bakat itu memperluas jangkauannya ke generasi muda yang mungkin belum mengenal era keemasan rock 90-an. Bagi industri hiburan Kanada, kehadiran Jordan di kursi juri menjadi jembatan antara warisan musik rock dan budaya pop kontemporer.
Kepergian Jordan juga menyoroti persoalan yang jarang dibahas terbuka di industri musik: tekanan kesehatan mental dan fisik yang dihadapi para musisi senior. Pembatalan tur secara mendadak, seperti yang dialaminya, sering kali menjadi sinyal bahwa ada beban kesehatan yang tidak terlihat publik. Kasus serupa pernah menimpa sejumlah musisi internasional yang memilih mundur dari panggung demi pemulihan, meski akhirnya tak selalu berujung pada kabar baik.
Bagi penggemar musik di Indonesia, sosok Sass Jordan mungkin tidak sepopuler bintang pop arus utama. Namun, jejaknya terasa dalam cara penyanyi rock perempuan generasi berikutnya membangun identitas artistik yang kuat tanpa harus mengikuti selera pasar semata. Warisan 'Tell Somebody' dan 'Racine' tetap menjadi rujukan bagi mereka yang menekuni musik rock dengan pendekatan vokal yang jujur dan berkarakter.
Dengan kepergiannya, pertanyaan yang tersisa adalah bagaimana industri musik Kanada akan menjaga warisan artis-artis rock perempuan seperti Jordan. Apakah nama-namanya akan terus dirayakan lewat penghargaan, arsip, atau panggung tribute? Ataukah generasi baru akan membiarkan babak penting sejarah musik itu memudar begitu saja?



