Malaysia Kejar Peringkat Ketiga ASEAN Cup 2026, Tan Cheng Hoe: Vietnam Tetap Kekuatan yang Harus Dihormati
Baca dalam 60 detik
- Timnas Malaysia menyiapkan laga perebutan tempat ketiga FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Vietnam sebagai penutup turnamen.
- Pelatih Tan Cheng Hoe menekankan pentingnya kebugaran dan mentalitas pemain setelah jadwal padat tiga pertandingan intensitas tinggi.
- Kegagalan ke final menjadi pukulan, namun Malaysia menjadikan laga ini sebagai momentum membuktikan kualitas di level regional.

Timnas Malaysia akan menutup perjalanan mereka di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan menghadapi Vietnam pada laga perebutan tempat ketiga. Pertandingan ini menjadi kesempatan terakhir bagi Harimau Malaya untuk pulang dengan hasil positif setelah langkah mereka terhenti di semifinal.
Pelatih Tan Cheng Hoe menegaskan bahwa skuadnya tetap membidik kemenangan. Ia ingin timnya mempertahankan reputasi dan tren positif yang sudah dibangun sepanjang kejuaraan kawasan Asia Tenggara. Meski demikian, ia tidak ingin para pemainnya meremehkan Vietnam.
Menurut Tan Cheng Hoe, Vietnam masih menjadi salah satu kekuatan terbaik di sepak bola Asia Tenggara. Karena itu, Malaysia harus memberikan penghormatan penuh kepada lawan. "Tentu saja, sebagai pelatih dan sebagai tim, kami ingin mencapai sesuatu, ingin tampil baik, dan ingin melanjutkan tren positif ini. Kami harus menghormati Vietnam," ujarnya dalam sesi official training, Minggu (4-10-2026).
Tan Cheng Hoe menyebut pertandingan melawan Vietnam akan menghadirkan tantangan berbeda dibandingkan laga-laga sebelumnya. Itulah mengapa ia menilai kondisi mental dan suasana di dalam tim menjadi bagian penting dari persiapan Malaysia. "Harapannya kami sudah bersiap, berada dalam suasana tim yang baik, atmosfer yang bagus, serta semangat yang tinggi untuk menghadapi Vietnam," kata pelatih berusia 58 tahun itu.
Selain persiapan mental, kebugaran pemain menjadi perhatian tim pelatih Malaysia. Skuad Harimau Malaya harus menjalani tiga pertandingan dengan intensitas tinggi dalam jadwal yang padat sehingga kondisi fisik para pemain utama cukup terkuras. Hal ini menjadi tantangan tersendiri mengingat Vietnam dikenal memiliki permainan cepat dan agresif.
Di sisi lain, kegagalan mencapai partai final memang membuat Malaysia kecewa. Namun, para pemain dituntut segera bangkit dan mengalihkan fokus untuk menghadapi Vietnam dalam perebutan tempat ketiga. Tan Cheng Hoe melihat pertandingan ini sebagai kesempatan bagi anak asuhnya untuk kembali menunjukkan kualitas terbaik. Ia berharap Malaysia dapat memanfaatkan laga perebutan tempat ketiga sebagai momentum untuk memberikan penampilan maksimal di level regional.
Bagi Malaysia, laga ini bukan sekadar formalitas. Peringkat ketiga akan menjadi modal berharga untuk menjaga kepercayaan diri menjelang turnamen-turnamen berikutnya. Vietnam, yang juga gagal melaju ke final, dipastikan tampil dengan ambisi serupa. Duel dua tim yang sama-sama haus kemenangan ini berpotensi menyajikan pertarungan sengit.
Pertanyaan besarnya, mampukah Malaysia mengatasi kelelahan fisik dan tekanan mental untuk mengakhiri turnamen dengan kemenangan? Atau Vietnam yang akan memanfaatkan situasi ini untuk mempertegas dominasinya di kawasan? Jawabannya akan terlihat di lapangan.



