Herdman Belum Jamin Romeny Tampil di Final ASEAN Cup, Latihan Terpisah Jadi Sinyal Waspada
Baca dalam 60 detik
- Ole Romeny menjalani sesi pemulihan terpisah saat Timnas Indonesia menggelar latihan resmi di Stadion PTIK, Jakarta.
- John Herdman menyatakan status Romeny dievaluasi harian dan keputusan akhir berada di tangan tim medis.
- Final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand menjadi ujian kedalaman skuad jika Romeny absen.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, belum bisa memastikan apakah Ole Romeny akan tersedia untuk partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand. Penyerang keturunan Belanda itu terlihat tidak bergabung dalam sesi latihan resmi skuad Garuda di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Ahad (4/10/2026) sore, dan hanya menjalani program pemulihan di area tribune bersama staf kepelatihan.
Momen tersebut terungkap ketika sesi latihan dibuka untuk awak media selama 15 menit pertama. Romeny sama sekali tidak tampak di lapangan bersama rekan-rekannya, memicu spekulasi mengenai kesiapannya tampil di laga final. Herdman kemudian angkat bicara dalam konferensi pers, menegaskan bahwa kondisi pemain berusia 22 tahun itu masih dalam pemantauan intensif.
"Ole saat ini sedang menjalani pemeriksaan fisik intensif. Statusnya kami pantau dari hari ke hari. Kami akan mengevaluasi kondisinya kembali besok pagi," ujar Herdman, seperti dikutip dari sesi jumpa pers.
Pelatih asal Inggris itu menambahkan bahwa belum ada jaminan pasti apakah Romeny bisa diturunkan. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada tim medis, sembari mengapresiasi kerja keras mereka dalam memulihkan kondisi para pemain. "Sejauh ini mereka bekerja luar biasa. Kami harus menunggu dan melihat perkembangannya besok," lanjutnya.
Dalam sesi konferensi pers, Herdman sempat melempar gurauan terkait perlakuan khusus bagi Romeny. Ia menyebut bahwa pemain yang mampu menorehkan empat assist dalam satu pertandingan memang layak mendapat penanganan berbeda. "Dia boleh berlatih terpisah sendirian... Maksud saya, itu memang pencapaian yang cukup unik," tutur Herdman sambil tersenyum.
Meski demikian, nada bercanda itu tidak menutupi kekhawatiran yang lebih serius. Romeny merupakan salah satu motor serangan Timnas Indonesia di sepanjang turnamen. Kontribusinya sebagai penyuplai bola dan penggerak lini depan membuat kehadirannya krusial, terutama menghadapi Thailand yang dikenal memiliki pertahanan rapat dan disiplin.
Jika Romeny benar-benar absen, Herdman harus meracik ulang lini serang. Opsi seperti memaksimalkan peran pemain sayap atau mengubah formasi menjadi lebih fleksibel bisa jadi jalan keluar. Namun, perubahan mendadak di laga final berisiko mengganggu kestabilan permainan yang sudah terbangun. Thailand, sebagai lawan, diprediksi akan memanfaatkan setiap celah, termasuk ketidakhadiran pemain kunci.
Keputusan akhir mengenai Romeny baru akan diketahui setelah evaluasi medis pada Senin pagi. Herdman menegaskan bahwa tidak ada tekanan untuk memaksakan pemain tampil jika kondisi fisiknya belum pulih sepenuhnya. Pendekatan hati-hati ini sejalan dengan filosofi manajemen pemain modern yang mengutamakan kesehatan jangka panjang ketimbang ambisi sesaat.
Bagi publik sepak bola Indonesia, final ASEAN Cup 2026 bukan sekadar pertandingan biasa. Gelar juara akan menjadi penegasan kebangkitan sepak bola nasional di kancah regional, sekaligus modal berharga menuju kompetisi yang lebih besar. Karena itu, kabar mengenai kondisi Romeny menjadi perhatian luas, mengingat ia adalah salah satu pemain yang diandalkan untuk membongkar pertahanan lawan.
Pertanyaannya kini: mampukah Timnas Indonesia mengatasi Thailand tanpa Romeny, atau justru kehadirannya menjadi penentu arah permainan? Jawabannya akan terungkap di lapangan, tetapi satu hal yang pasti, Herdman tidak akan mengambil risiko yang membahayakan karier pemainnya.



