Wakil Bupati Nagekeo Tewas Usai Pantau Perbaikan Jalan: Kronologi dan Dugaan Penyebab
Baca dalam 60 detik
- Gonzalo Gratianus Muga Sada, Wakil Bupati Nagekeo, meninggal di RSUD Aeremo setelah tak sadarkan diri dalam perjalanan pulang dari lokasi perbaikan jalan.
- Dokter menduga kuat serangan jantung, namun penyebab pasti masih menunggu konfirmasi medis resmi.
- Kepergiannya menyisakan kekosongan kepemimpinan di Nagekeo, hanya delapan bulan setelah dilantik untuk masa jabatan 2025-2030.

Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, menghembuskan napas terakhir di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeremo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (3/10) malam. Pria yang baru delapan bulan menjabat itu sebelumnya sempat meninjau perbaikan jalan rusak di ruas AemaliโDanga, Desa Rendu Tutubhada, Kecamatan Aesesa.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Nagekeo, Remigius Jago, Gonzalo memantau langsung aktivitas warga yang memperbaiki jalan dengan metode rabat. "Beliau kemarin monitor masyarakat yang kerja perbaikan jalan yang rusak dengan menggunakan rabat," ujar Remigius, seperti dikutip dari Detik, Minggu (4/10).
Dalam perjalanan pulang, kondisi Gonzalo tiba-tiba menurun. Ia tak sadarkan diri di dalam mobil sehingga sopir mempercepat laju kendaraan menuju Puskesmas terdekat. "Beliau tidak sadar saat dalam mobil ketika mau pulang kembali sehingga sopir pacu mobil langsung Puskesmas Kota dan lanjut ke RS," lanjut Remigius.
Direktur RSUD Aeremo, Chandrawati Saragih, mengungkapkan bahwa Gonzalo tiba dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah dirujuk dari Puskesmas Kota. Tim medis yang terdiri dari dokter anestesi dan spesialis penyakit dalam berupaya maksimal, namun nyawanya tidak tertolong. "Berusaha diupayakan yang terbaik supaya bisa tertolong ternyata jam 20.10 Wita dinyatakan meninggal," kata Chandrawati melalui sambungan telepon, Sabtu malam.
Chandrawati menduga Gonzalo mengalami serangan jantung. "Kemungkinan besar serangan jantung, saya tanya dulu sama dokternya," ujarnya. Hingga kini, penyebab pasti kondisi kritis yang dialami Gonzalo belum dapat dipastikan.
Gonzalo terpilih pada Pilkada 2024 berpasangan dengan Simplisius Donatus. Keduanya dilantik pada 20 Februari 2025. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi warga Nagekeo dan menyisakan kekosongan kepemimpinan di daerah tersebut.
Peristiwa ini juga menyoroti pentingnya kesadaran akan kesehatan jantung di kalangan pejabat publik yang sering bekerja di lapangan. Serangan jantung dapat terjadi secara mendadak tanpa gejala awal yang signifikan. Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan tanda-tanda tubuh yang tidak biasa.
Ke depan, proses pergantian antar waktu (PAW) Wakil Bupati Nagekeo akan menjadi perhatian. Pemerintah daerah diharapkan segera berkoordinasi dengan DPRD dan Kementerian Dalam Negeri untuk mengisi kekosongan jabatan. Sementara itu, proyek perbaikan jalan yang sedang dipantau almarhum diharapkan tetap berjalan sesuai rencana.



