Gempa M 6,1 Guncang Sumba, 20 Rumah Rusak dan Warga Diminta Waspada Susulan
Baca dalam 60 detik
- Gempa magnitudo 6,1 merusak 20 unit rumah di Sumba Barat Daya, NTT, dengan satu warga mengalami luka ringan.
- BNPB mencatat kerusakan juga menimpa tiga gereja, satu sekolah, dan balai desa, sementara 173 personel gabungan telah disiagakan di posko darurat.
- Masyarakat diimbau menjauhi bangunan yang belum dinyatakan aman dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta BNPB.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, dan meninggalkan jejak kerusakan pada puluhan bangunan. Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 20 unit rumah warga terdampak, terdiri dari 19 rusak ringan dan satu rusak sedang, tersebar di Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, serta Homba Karipit.
"Berdasarkan pendataan awal di lapangan, kerusakan rumah tersebar di beberapa desa," ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan resmi, Minggu (4/10). Ia menambahkan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan korban meninggal maupun luka berat.
Selain rumah tinggal, gempa merusak tiga rumah ibadah—Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, dan Gereja Katedral Waitabula—serta satu fasilitas pendidikan, SDK Manu Toghi, dan Balai KB Desa Wallandimu. Di Kabupaten Sumba Barat, tiga unit rumah/asrama Koramil dan dua bangunan KDKMP juga mengalami kerusakan ringan, dengan plafon jebol dan tembok retak.
Guncangan dirasakan kuat di Sumba Barat Daya dan Sumba Barat. Warga sempat berhamburan keluar rumah, namun situasi kembali kondusif setelah guncangan mereda. Wilayah pesisir barat Pulau Sumba juga merasakan getaran signifikan, tetapi belum ada indikasi potensi tsunami. BMKG belum merilis peringatan dini terkait gelombang laut.
"Korban luka ringan telah mendapat penanganan medis dan menjalani rawat jalan. Tidak ada laporan korban jiwa," jelas Berton.
Posko darurat telah didirikan di Lapangan Makodim 1629/Sumba Barat Daya. Sebanyak 173 personel dikerahkan, terdiri dari 30 personel Kodim 1613/Sumba Barat, 68 personel Kodim 1629/Sumba Barat Daya, dan 75 personel Yonif TP 930/TT. Mereka bertugas memantau perkembangan serta menangani kebutuhan darurat jika gempa susulan terjadi.
BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada terhadap gempa susulan, dan memantau informasi resmi dari BMKG, BNPB, serta BPBD. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan dan tidak memasuki struktur yang belum dinyatakan aman oleh otoritas setempat.
Gempa ini menjadi pengingat bahwa wilayah NTT berada di zona rawan gempa. Kesiapsiagaan infrastruktur dan respons cepat menjadi kunci mengurangi risiko. Ke depan, perhatian tertuju pada apakah gempa susulan signifikan akan terjadi dan seberapa cepat proses verifikasi keamanan bangunan publik dapat diselesaikan.



