Verstappen Menang Dramatis di GP Bahrain Malaysia, Russell Gagal Finis
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen mengklaim kemenangan pertamanya musim ini setelah balapan kacau di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia.
- George Russell harus mengubur harapan poin setelah mengalami masalah teknis yang memaksanya mundur dari balapan.
- Balapan sempat tertunda total lebih dari satu setengah jam akibat hujan deras dan gangguan perangkat lunak pada mobil-mobil peserta.

Max Verstappen akhirnya membuka rekening kemenangannya di musim Formula 1 2026 setelah memenangi Grand Prix Bahrain yang digelar di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Minggu (5/4/2026). Pebalap Red Bull Racing itu tampil dominan di tengah kekacauan balapan yang diwarnai penundaan panjang, insiden, dan kegagalan teknis yang menimpa rival utamanya, George Russell.
Balapan yang seharusnya menjadi ajang pembuktian bagi Mercedes justru berubah menjadi mimpi buruk. Russell, yang tampil kompetitif sejak sesi kualifikasi, terpaksa menghentikan mobilnya di tepi lintasan akibat masalah teknis saat balapan menyisakan empat lap. Kegagalan ini membuat peluangnya meraih poin semakin menipis dan memperlebar jarak di klasemen pembalap.
Sejak awal, balapan tidak berjalan normal. Hujan deras yang mengguyur sirkuit memaksa panitia menunda start selama 40 menit. Namun, penundaan pertama itu belum cukup. Ketika mobil-mobil akhirnya keluar untuk lap formasi, sejumlah pembalap melaporkan masalah perangkat lunak yang membuat input gas tidak berfungsi. Verstappen dan Lewis Hamilton termasuk di antara korban. Akibatnya, bendera merah dikibarkan dan balapan kembali tertunda selama 53 menit. Total, lebih dari satu setengah jam penonton menunggu aksi balapan yang sesungguhnya.
Ketika balapan akhirnya dimulai, hanya sembilan mobil yang memilih ban intermediate, termasuk Verstappen, Kimi Antonelli, Russell, dan Isack Hadjar. Sementara itu, Hamilton, Charles Leclerc, Lando Norris, dan Oscar Piastri nekat menggunakan ban slick. Keputusan itu berbuah petaka bagi Pierre Gasly yang berputar di belakang safety car pada lap pertama dan terpuruk ke posisi 13.
Start berdiri dilakukan pada akhir lap kedua. Duo Mercedes, Antonelli dan Russell, langsung melesat ke depan, memanfaatkan ban intermediate yang lebih sesuai dengan kondisi lintasan. Verstappen yang start dari pole harus puas turun ke posisi ketiga setelah disalip Russell pada lap keenam. Namun, sang juara dunia empat kali itu tidak butuh waktu lama untuk merebut kembali posisinya. Ia menyalip Antonelli di Tikungan 1 saat restart dan mulai membangun keunggulan.
Di belakang, Hamilton dan Leclerc harus berjuang keras setelah keputusan ban slick membuat mereka kehilangan banyak waktu. Hamilton perlahan merangkak naik dan masuk ke posisi lima pada lap 22, sementara Leclerc baru menembus sepuluh besar satu lap kemudian. Sementara itu, insiden kontak antara Gabriel Bortoleto dan Carlos Sainz membuat pembalap Williams itu terlempar ke posisi 18, dan Bortoleto diganjar penalti 10 detik.
"Kami tahu kondisi akan sulit, tapi tim melakukan pekerjaan luar biasa. Mobil terasa sempurna setelah restart," ujar Verstappen usai balapan, seperti dikutip dari pernyataan resmi tim.
Memasuki fase pit stop kedua, Verstappen tetap memimpin dengan keunggulan 11 detik. Namun, virtual safety car (VSC) yang keluar akibat masalah teknis pada mobil Alex Albon mengubah dinamika. Verstappen memilih pit stop murah dan sempat kehilangan posisi dari Antonelli, tetapi ia segera merebutnya kembali. Mercedes kemudian memanggil kedua mobilnya untuk masuk pit, diikuti sebagian besar pembalap di depan. VSC berubah menjadi safety car penuh, memaksa pembalap yang tersisa untuk melakukan pit stop.
Malang bagi Russell, ia harus menghentikan mobilnya di tepi lintasan tepat sebelum balapan kembali hijau. Masalah teknis yang tidak dijelaskan membuatnya gagal finis. Norris juga terkena imbasnya, terkejut dengan mobil-mobil yang melambat di depannya dan keluar lintasan, jatuh ke posisi 11.
Dengan empat lap tersisa, safety car masuk pit dan Verstappen mengendalikan restart dengan sempurna. Ia tidak pernah terancam oleh Antonelli dan melesat hingga garis finis. Hamilton berhasil menyalip Hadjar di Tikungan 1 pada lap 53 untuk meraih podium pertamanya sejak Silverstone. Leclerc juga melewati Hadjar, memaksa pembalap Racing Bulls itu turun ke posisi kelima.
Piastri finis keenam di depan Lawson, sementara Alonso yang agresif menahan Norris untuk merebut posisi kedelapan. Lindblad melengkapi sepuluh besar dengan satu poin, menegaskan performa solid Racing Bulls dibandingkan Alpine. Ocon yang sempat berada di posisi enam harus puas finis ke-15, di belakang rekan setimnya, Oliver Bearman.
Kemenangan ini menjadi sinyal kebangkitan Red Bull setelah awal musim yang kurang mulus. Bagi Mercedes, kegagalan Russell menambah tekanan menjelang seri berikutnya. Sementara itu, para penggemar di Indonesia patut menantikan apakah Sirkuit Sepang akan kembali masuk kalender F1 secara permanen, mengingat antusiasme penonton di Malaysia yang tinggi. Akankah Verstappen kembali mendominasi, atau akankah Mercedes bangkit di balapan berikutnya?



