Hamilton dan Leclerc Pilih Alfa Romeo Giulia Veloce di Sepang, Simbol Sejarah Ferrari-Alfa Romeo
Baca dalam 60 detik
- Lewis Hamilton dan Charles Leclerc tiba di Sirkuit Sepang dengan Alfa Romeo Giulia Veloce, menampilkan warna Misano Blue dan Alfa Rosso.
- Pilihan ini menyoroti keterkaitan historis antara Ferrari dan Alfa Romeo, yang dimulai sejak era Enzo Ferrari.
- Kedatangan mereka menambah dimensi gaya hidup dalam balapan F1, memadukan performa dan warisan otomotif Italia.

Lewis Hamilton dan Charles Leclerc, pembalap Scuderia Ferrari, menarik perhatian di Sirkuit Sepang, Malaysia, dengan mengendarai Alfa Romeo Giulia Veloce yang serasi. Hamilton memilih warna Misano Blue, sementara Leclerc tampil dengan Alfa Rosso, warna khas merek tersebut. Kedatangan mereka bukan sekadar transportasi, melainkan pernyataan gaya yang menggabungkan warisan otomotif dan identitas tim.
Alfa Romeo Giulia Veloce yang mereka kemudikan merupakan satu-satunya varian yang dijual di Malaysia. Meski demikian, performanya tidak bisa dianggap remeh. Mobil ini dibekali mesin 2.0 liter turbocharged empat silinder yang menghasilkan 276 tenaga kuda dan torsi 400 Nm. Tenaga disalurkan ke roda belakang melalui transmisi otomatis 8 percepatan dan limited-slip differential. Akselerasi 0-100 km/jam ditempuh dalam 5,7 detik, dengan kecepatan maksimum 240 km/jam. Interiornya dilengkapi paddle shift aluminium dan sistem audio Harman Kardon 14 speaker, detail yang mungkin disukai kedua pembalap yang dikenal mencintai musik.
Hubungan antara Ferrari dan Alfa Romeo bukan sekadar tetangga industri otomotif Italia. Sejarah keduanya terjalin erat sejak awal abad ke-20. Enzo Ferrari, pendiri Scuderia Ferrari pada 1929, memulai karier balapnya dengan mengendarai Alfa Romeo pada 1920-an. Bahkan, saat itu Scuderia Ferrari berlomba menggunakan mobil Alfa Romeo, dengan Ferrari menyediakan pembalap dan operasi balap, sementara Alfa Romeo memasok kendaraan. Baru pada 1947, Ferrari mulai membangun mobil balap sendiri dan melepaskan sasis Alfa Romeo. Pada 1950, saat kejuaraan dunia Formula 1 dimulai, Ferrari tampil sebagai entitas independen dan kini menjadi tim tertua yang masih bertahan. Namun, pada tahun pertama itu, Alfa Romeo mendominasi dengan pembalap Juan Manuel Fangio dan Giuseppe Farina, yang terakhir meraih gelar juara.
"Ferrari dan Alfa Romeo memiliki ikatan historis yang tidak terpisahkan dalam dunia otomotif dan motorsport Italia," demikian konteks yang sering diangkat dalam literatur otomotif.
Pemilihan Alfa Romeo Giulia Veloce oleh Hamilton dan Leclerc juga mencerminkan tren di kalangan pembalap F1 yang semakin mengeksplorasi gaya hidup di luar lintasan. Mobil ini bukan hanya alat transportasi, tetapi juga simbol apresiasi terhadap desain dan warisan merek Italia. Bagi penggemar di Indonesia, momen ini bisa menjadi pengingat bahwa dunia balap tidak hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang cerita di balik setiap pilihan kendaraan.
Ke depan, apakah pilihan mobil para pembalap akan semakin menjadi bagian dari narasi balapan? Ataukah ini sekadar kebetulan yang menambah daya tarik sepak terjang Ferrari di musim ini? Yang jelas, kedatangan Hamilton dan Leclerc di Sepang telah menambah lapisan baru dalam cerita Formula 1, menggabungkan performa, sejarah, dan gaya hidup dalam satu paket.



