Trump Ancam Setop Bantuan Federal untuk Ohio jika Demokrat Menang
Baca dalam 60 detik
- Donald Trump memperingatkan akan mengurangi dukungan federal bagi Ohio jika kandidat Demokrat memenangi kursi Senat dan gubernur pada pemilu sela November mendatang.
- Pernyataan itu disampaikan dalam kampanye di Vandalia, Ohio, yang disertai serangan kasar terhadap Demokrat dan janji bantuan finansial jika Republik menang.
- Pemilu sela Ohio menjadi barometer mahal karena diperebutkan delapan kursi Senat kompetitif, dengan isu harga BBM dan pusat data AI mendominasi perdebatan lokal.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menahan bantuan federal untuk negara bagian Ohio bila kandidat Partai Demokrat memenangi pemilu sela pada 3 November mendatang. Ancaman itu ia lontarkan dalam kampanye akbar di Vandalia, Ohio, Sabtu (3/10/2026), yang juga diwarnai serangan verbal kasar terhadap lawan politiknya.
Berbicara di hadapan pendukung calon petahana, termasuk Senator Jon Husted dan kandidat gubernur Vivek Ramaswamy, Trump menegaskan bahwa kontrol Republik di pemerintahan akan mempermudah Ohio mengakses dana federal. Sebaliknya, ia menyatakan tidak akan bersedia membantu jika Demokrat menguasai kursi-kursi kunci. Menyinggung kandidat gubernur Demokrat, Amy Acton, Trump mengatakan, "Saya tidak akan membantunya."
Pernyataan itu menandai eskalasi retorika menjelang pemilu sela yang akan menentukan kendali atas DPR dan Senat yang saat ini terbelah tipis. Ohio menjadi salah satu dari delapan pertarungan Senat yang dinilai kompetitif. Husted bersaing ketat dengan mantan Senator Sherrod Brown, sementara Ramaswamy berhadapan dengan Acton. Berdasarkan data Komisi Pemilihan Federal, balapan Husted-Brown menjadi yang termahal kedua di Amerika Serikat setelah kelompok politik luar menyuntikkan puluhan juta dolar.
Di balik panggung kampanye, isu ekonomi menjadi medan pertempuran utama. Kenaikan harga bahan bakar dan barang pokok membuat elektabilitas Trump menurun dalam beberapa bulan terakhir. Seorang pemilih independen, Jonathan Smith (19), pekerja konstruksi, berdiri di luar sekolah menengahnya sambil membawa poster bertuliskan "Where are my lower gas prices?" Ia mengaku masih ragu menentukan pilihan karena tekanan biaya hidup untuk menabung pernikahan.
Isu pusat data kecerdasan buatan (AI) juga membelah pendukung. Sebagian warga menolak pembangunan fasilitas AI karena dianggap mengancam lahan industri tradisional, sementara yang lain justru mendesak agar pusat data dibangun untuk menggantikan pabrik baja yang tutup. Perdebatan ini mencerminkan ketegangan antara percepatan ekonomi digital dan keberlanjutan lapangan kerja di kawasan industri Midwest.
"Jon Husted selalu mengutamakan korporasi dan miliarder, dan kita semua yang menanggung akibatnya," ujar Lauren Chou, juru bicara kampanye Sherrod Brown, dalam pernyataan tertulis kepada Reuters.
Dari sisi kubu Republik, Husted menyerang Brown sebagai politikus yang telah 50 tahun berkuasa tanpa hasil nyata. "Dia sudah menjabat 50 tahun โ sebutkan satu saja yang dia lakukan untuk Anda?" kata Husted. Ia juga menegaskan bahwa Amerika harus memenangi perang dengan Iran "sesuai syarat kami" dan mengklaim sedang berjuang menekan harga.
Bagi Indonesia, dinamika politik Amerika ini perlu dicermati karena kebijakan dagang dan fiskal Washington berdampak langsung ke pasar global. Ketidakpastian hasil pemilu sela dapat memengaruhi arah tarif, investasi, dan aliran modal ke negara berkembang. Jika ancaman Trump terhadap bantuan federal menjadi preseden, negara bagian yang dikuasai oposisi berpotensi menghadapi hambatan fiskal, yang pada gilirannya mengganggu proyek infrastruktur dan iklim investasi di tingkat lokal.
Pertanyaannya, apakah retorika transaksional semacam ini akan menjadi norma baru dalam politik Amerika, atau justru memicu perlawanan elektoral dari pemilih yang lelah dengan konflik? Yang jelas, hasil pemilu sela November akan menjadi ujian bagi kohesi federalisme Amerika di tengah tekanan ekonomi global.



