Jackery Bawa Teknologi Baterai Mobil Listrik ke Power Station, Bobot Turun 33%
Baca dalam 60 detik
- Jackery memperkenalkan dua power station portabel dengan arsitektur Cell-to-Body yang mengintegrasikan sel baterai ke struktur casing, memangkas ukuran hingga 60% dan bobot hingga 33%.
- Model Explorer 2000 Plus v2 menyimpan 2.048Wh dengan bobot 18,8 kg, sedangkan Explorer 1000 Plus v2 berkapasitas 1.024Wh berbobot 10,8 kg, keduanya mendukung ekspansi hingga 12kWh dan 11kWh.
- Pesanan di Inggris dan Eropa dibuka 14 Oktober 2026, dengan diskon 35% untuk aksesori tertentu dan bonus charger GaN 102W pada paket bundel.

Jackery resmi mengadopsi teknik pengemasan baterai kendaraan listrik untuk lini power station portabel terbarunya. Dua model, Explorer 1000 Plus v2 dan Explorer 2000 Plus v2, kini menggunakan arsitektur Cell-to-Body (CTB) yang menanamkan sel baterai langsung ke dalam struktur casing, bukan sekadar menempatkannya di dalam kotak terpisah. Langkah ini diklaim sebagai yang pertama di kategori penyimpanan energi portabel global.
Pendekatan CTB 2.0 memungkinkan Jackery mengurangi volume internal yang tidak terpakai, sehingga tidak perlu komponen struktural tambahan. Hasilnya, Explorer 2000 Plus v2 yang menyimpan 2.048Wh mengalami penyusutan dimensi hingga 60% dan bobot 33% dibanding generasi sebelumnya, menjadi 18,8 kg dengan ukuran 36,6 ร 25,5 ร 27,2 cm. Sementara Explorer 1000 Plus v2 berkapasitas 1.024Wh menyusut 44% dan bobotnya turun 26% menjadi 10,8 kg, dengan dimensi 31,35 ร 20,1 ร 23,35 cm.
Menurut Brady Sun, Head of Europe Jackery, konsumen tidak lagi mau menukar kepraktisan dengan tenaga besar. "Mereka menginginkan daya yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari," ujarnya. "Dengan seri Explorer Plus v2, kami memangkas ukuran secara drastis sekaligus meningkatkan kepadatan energi, kecerdasan, dan keamanan."
Dari sisi performa, kedua unit dilengkapi outlet AC, dua port USB-C 140W, satu USB-A, dan soket kendaraan 12V/10A. Pengisian solar mencapai 400W untuk model kecil dan 800W untuk model besar. Fitur UPS 10ms menjaga perangkat tetap menyala saat listrik rumah terputus singkat. Sel LFP berlapis keramik diklaim mampu beroperasi pada suhu -20ยฐC, dengan pengisian didukung antara -10ยฐC hingga 45ยฐC.
Langkah Jackery ini menandai pergeseran lanskap power station portabel dari sekadar menambah kapasitas ke efisiensi ruang dan bobot. Teknologi CTB yang sebelumnya hanya dijumpai pada baterai mobil listrik kini merambah ke perangkat konsumen, berpotensi menekan biaya produksi dan memperluas adopsi di sektor energi cadangan rumah tangga maupun aktivitas luar ruang. Paten yang dipegang Jackery untuk CTB 1.0 di AS dan Jepang memperkuat posisinya sebagai pemain yang mengontrol teknologi inti.
Bagi pasar Indonesia, inovasi semacam ini relevan mengingat kebutuhan listrik cadangan di daerah rawan pemadaman dan kawasan wisata alam. Dengan bobot yang lebih ringan, power station berkapasitas besar menjadi lebih mudah diangkut untuk kegiatan darurat maupun komersial. Namun, harga dan ketersediaan resmi di Indonesia belum diumumkan. Jackery membuka pesanan di Inggris dan Eropa pada 14 Oktober 2026, dengan diskon 35% untuk aksesori tertentu dan bonus charger GaN 102W senilai ยฃ54,99 pada paket bundel.
Pertanyaannya, apakah efisiensi ala mobil listrik ini akan menjadi standar baru di industri power station, atau justru menciptakan segmen premium yang sulit dijangkau konsumen awam? Dalam beberapa tahun ke depan, persaingan kemungkinan besar tidak lagi soal siapa paling besar kapasitasnya, melainkan siapa paling ringkas dan tahan lama.



