Jaguar Type 01 Meluncur di New York: EV £130 Ribu yang Tak Muat di Parkiran Inggris
Baca dalam 60 detik
- Jaguar resmi memperkenalkan Type 01, EV mewah seharga £130.000 yang menyasar pembeli muda kaya di Amerika Serikat.
- Mobil ini memiliki panjang lebih dari 5,2 meter dan lebar 2 meter, sehingga tidak muat di ruang parkir standar Inggris yang hanya 4,8 meter.
- Peluncuran ini menjadi penentu arah bisnis JLR yang tengah menghadapi tekanan penjualan, pemutusan hubungan kerja, dan persaingan ketat dari produsen China.

Jaguar secara resmi meluncurkan Type 01, kendaraan listrik pertamanya dalam era rebranding, di New York pada Selasa malam waktu setempat. Mobil ini dibanderol mulai £130.000 (sekitar Rp2,7 miliar) dan ditujukan untuk konsumen kaya di Amerika Serikat, khususnya mereka yang bekerja di industri teknologi dan menyukai kendaraan berdesain berani. Peluncuran ini menjadi momen krusial bagi Jaguar Land Rover (JLR) yang tengah berjuang membalikkan kinerja penjualan di tengah gempuran merek China dan tekanan geopolitik.
Type 01 memiliki dimensi yang tidak biasa: panjangnya melebihi 5,2 meter dan lebarnya mencapai 2 meter. Ukuran tersebut membuatnya tidak dapat diparkir di ruang parkir standar Inggris yang hanya 4,8 meter. Mobil ini juga tidak dilengkapi jendela belakang, melainkan mengandalkan kamera menghadap ke belakang yang dipasang di posisi spion konvensional. Dengan tenaga lebih dari 1.000 tenaga kuda dan jangkauan hingga 400 mil (sekitar 640 km) dalam sekali pengisian daya, Type 01 menawarkan performa yang agresif.
Managing Director Jaguar, Rawdon Glover, menyatakan bahwa pihaknya ingin menarik basis pelanggan yang lebih muda dan lebih kaya. Sebelumnya, Jaguar dikenal identik dengan pria berusia 50-an. "Pembeli mobil ini kemungkinan adalah orang urban yang sangat melek desain dan teknologi. Mereka memilih kendaraan ini karena ini pilihan yang berani," ujarnya. Seorang eksekutif senior JLR menambahkan bahwa Type 01 adalah tipe mobil yang ketika diparkir akan membuat orang berhenti dan bertanya-tanya.
Peluncuran ini juga menjadi cerminan strategi JLR yang beralih ke Amerika Utara. CEO JLR, PB Balaji, menyebut perusahaan akan menyasar lebih banyak jutawan dan miliarder untuk memperbaiki kinerja keuangan. Glover bahkan mengakui bahwa peluncuran bisa saja dilakukan di Silicon Valley, bukan New York, karena target pasarnya adalah pekerja teknologi. Ia sempat membawa prototipe ke kantor Nvidia, dan bos Nvidia, Jensen Huang, dikabarkan menyukainya.
"Kami harus menempatkan Jaguar pada landasan finansial yang lebih kokoh. Lebih baik mengambil langkah berani daripada terus bekerja keras di segmen volume premium seperti dua dekade terakhir," kata Glover.
Langkah ini bukan tanpa risiko. JLR baru saja mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap 4.000 karyawan sebagai bagian dari upaya penghematan £1,7 miliar selama dua tahun. Perusahaan juga masih dalam proses pemulihan setelah serangan siber besar tahun lalu yang diperkirakan merugikan ekonomi hingga £1,9 miliar. Selain itu, permintaan mobil mewah di China melemah, dan Type 01 tidak akan dijual di sana setidaknya hingga beberapa tahun ke depan.
Menteri Bisnis Inggris, Jonathan Reynolds, menyambut baik peluncuran ini. Menurutnya, Type 01 adalah langkah penting dalam rencana investasi JLR senilai lebih dari £15 miliar di Inggris. "Model canggih ini dirancang, direkayasa, dan dibangun di Inggris, mendukung ribuan lapangan kerja di West Midlands dan North West," ujarnya. Ia menambahkan bahwa ini adalah bukti kepercayaan pada industri otomotif Inggris dan bagian dari misi reindustrialisasi.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai bahwa ukuran Type 01 yang terlalu besar untuk infrastruktur Inggris bisa menjadi bumerang. Mobil ini akan kesulitan bermanuver di jalan pedesaan sempit yang biasa dilalui pelanggan lama Jaguar. Glover membantahnya dengan menyebut Type 01 memiliki radius putar seperti Fiat 500 berkat sistem kemudi semua roda. "Ini sangat lincah," klaimnya.
Type 01 dijadwalkan mulai dijual pada awal 2027, dengan pengiriman pertama diperkirakan pada paruh kedua tahun yang sama. Pertanyaannya, apakah strategi mobil listrik super mahal ini mampu mengembalikan kejayaan Jaguar, atau justru semakin menjauhkan merek ini dari pasar tradisionalnya?



