Final ASEAN Cup 2026: Indonesia vs Thailand, Duel yang Menuntut Garuda Akhiri Kutukan 10 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia menjamu Thailand di partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026 di Gelora Bung Karno, Senin malam, dengan rekor pertemuan yang belum berpihak kepada Garuda.
- Thailand mendominasi 78 pertemuan dengan 37 kemenangan, sementara Indonesia baru mengemas 25 kemenangan dan 16 laga berakhir imbang.
- Kemenangan terakhir Indonesia atas Thailand terjadi pada 2016; sejak itu enam pertemuan berjalan tanpa kemenangan, menjadi ujian mental bagi skuad asuhan pelatih saat ini.

Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand pada laga final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB. Laga ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan kesempatan Garuda memutus catatan buruk melawan rival terberatnya di Asia Tenggara.
Indonesia melaju ke partai puncak sebagai juara Grup A dengan koleksi tujuh poin dari tiga pertandingan. Kevin Diks dan kolega unggul produktivitas gol atas Malaysia yang memiliki nilai sama. Adapun Thailand keluar sebagai juara Grup B dengan enam poin, unggul head-to-head dan selisih gol atas Vietnam yang mengoleksi angka identik.
Secara historis, Thailand memang menjadi momok bagi Indonesia. Dari 78 pertemuan, Gajah Perang menang 37 kali, sementara Merah-Putih baru 25 kali menang, dan 16 laga berakhir imbang. Dominasi ini kian terasa di partai final: empat kali kedua tim bertemu di final Piala AFF, dan Indonesia selalu pulang dengan tangan kosong.
Jejak kekalahan di final dimulai pada Piala AFF 2000 di Stadion Rajamangala, Bangkok, ketika Indonesia dihancurkan 1-4. Dua tahun berselang, di Jakarta, Garuda kembali takluk melalui adu penalti 2-4 setelah bermain imbang 2-2. Pada 2016 dan 2020, saat format final dua leg, Thailand lagi-lagi superior dengan agregat 3-2 dan 6-2.
Di ajang SEA Games, kedua tim tercatat empat kali bertemu di final. Indonesia dan Thailand sama-sama meraih dua kemenangan. Indonesia menang pada edisi 1991 dan 2023, sedangkan Thailand membalas pada 1997 dan 2013. Namun, kemenangan di SEA Games tak serta-merta mengangkat mental di level senior, terutama karena Thailand tetap mendominasi di Piala AFF.
Kemenangan terakhir Indonesia atas Thailand terjadi pada 2016, tepatnya di leg pertama final Piala AFF 2016. Saat itu, Garuda menang tipis 2-1 di Stadion Pakansari, Bogor. Sayangnya, pada leg kedua di Bangkok, dua gol Siroch Chattong memupus harapan Indonesia. Sejak momen itu, dalam enam pertemuan berikutnya, Indonesia belum pernah menang lagiโtiga imbang dan tiga kalah.
"Thailand selalu punya cara untuk menekan kami di momen-momen penting. Kami harus belajar dari sejarah, tapi juga berani menulis sejarah baru," ujar seorang pengamat sepak bola nasional, seperti dikutip dari diskusi panel jelang laga.
Laga final nanti juga diwarnai tensi yang sempat memanas. Kericuhan terjadi setelah pertandingan Indonesia vs Bangladesh di fase grup, melibatkan adu mulut dan dorongan antar pemain. Insiden itu menjadi peringatan bagi kedua tim untuk menjaga disiplin dan fokus pada pertandingan.
Bagi Indonesia, final ini adalah peluang emas untuk mengakhiri puasa gelar dan mematahkan dominasi Thailand. Dukungan penuh dari puluhan ribu suporter di Gelora Bung Karno bisa menjadi energi tambahan. Namun, tekanan psikologis akibat rekor buruk tetap menjadi tantangan yang harus diatasi oleh para pemain.
Pertanyaannya, mampukah Timnas Indonesia memanfaatkan momentum sebagai tuan rumah untuk mengakhiri kutukan 10 tahun? Atau akankah Thailand kembali mempertegas statusnya sebagai raja sepak bola Asia Tenggara? Jawabannya akan tersaji di atas lapangan, Senin malam.



