Kane dan Bellingham Bikin Kroasia Terpuruk di Nations League, Tuchel Puji Mentalitas Pemain Muda
Baca dalam 60 detik
- Harry Kane membuka keunggulan cepat saat Inggris menang telak atas Kroasia di Stadion HNK Rijeka, Jumat (3/10/2026) malam WIB.
- Dominasi Inggris diperkuat gol Jude Bellingham, Anthony Gordon, dan Bukayo Saka yang memanfaatkan kelemahan lini belakang Kroasia.
- Kemenangan ini mengukuhkan posisi Inggris di Grup 3 Nations League A dan menambah tekanan pada Kroasia yang belum pernah kalah di kandang.

Inggris tampil dominan dan menang telak atas Kroasia dalam lanjutan Nations League A Grup 3 di Stadion HNK Rijeka, Jumat (3/10/2026) malam WIB. Harry Kane membuka keunggulan pada menit kedelapan setelah memanfaatkan umpan terobosan Jude Bellingham, lalu Bellingham, Anthony Gordon, dan Bukayo Saka menambah gol untuk memastikan kemenangan besar bagi tim asuhan Thomas Tuchel.
Kemenangan ini mempertegas posisi Inggris di puncak klasemen sementara Grup 3 dengan koleksi enam poin dari tiga pertandingan, sementara Kroasia tertahan di posisi ketiga dengan tiga poin. Hasil ini juga menjadi pukulan telak bagi Kroasia yang sebelumnya tidak pernah kalah dalam pertandingan kompetitif di Rijeka, sebuah rekor yang akhirnya runtuh di hadapan pendukung sendiri.
Sejak awal pertandingan, Inggris menunjukkan intensitas tinggi dan pressing ketat yang membuat Kroasia kesulitan mengembangkan permainan. Lini tengah Kroasia yang diperkuat Luka Modrić dan Mateo Kovačić tampak kewalahan menghadapi mobilitas pemain muda Inggris seperti Bellingham, Gordon, dan Saka. Pelatih Kroasia, Slaven Bilić, terlihat frustrasi di pinggir lapangan dan melakukan tiga pergantian pemain pada awal babak kedua untuk mengubah dinamika pertandingan.
Thomas Tuchel, pelatih Inggris, dalam wawancara pra-pertandingan menyatakan bahwa atmosfer di Rijeka membantu timnya untuk rileks dan mengisi ulang energi. "Kami ingin membuat pertandingan ini benar-benar kompetitif," ujarnya. Ia juga memuji penampilan Alex Scott yang menjalani debut sebagai starter, serta menyoroti pentingnya aspek fisik dalam menghadapi pemain berpengalaman seperti Ivan Perišić.
"Kami tampil sangat baik, pressing kami bekerja sempurna. Kroasia kesulitan keluar dari tekanan dan kami memanfaatkan setiap peluang. Ini adalah kemenangan yang meyakinkan," kata Tuchel setelah pertandingan.
Di kubu Kroasia, kekalahan ini memicu pertanyaan tentang regenerasi tim. Luka Modrić, yang kini berusia 41 tahun, masih menjadi andalan di lini tengah, sementara pemain muda seperti Petar Sučić dan Martin Baturina belum mampu memberikan dampak signifikan. Beberapa pengamat menilai bahwa Kroasia perlu segera melakukan peremajaan skuad jika ingin tetap bersaing di level internasional.
Bagi Inggris, kemenangan ini menjadi modal berharga menjelang pertandingan berikutnya melawan Spanyol pada November mendatang. Tuchel memiliki banyak opsi di lini serang, dengan performa impresif dari Gordon, Saka, dan Bellingham. Kehadiran pemain muda seperti Alex Scott dan Jarell Quansah juga memberikan kedalaman skuad yang lebih baik.
Kroasia akan menghadapi laga krusial melawan Republik Ceko pada pertandingan berikutnya. Jika kembali gagal meraih poin, peluang mereka untuk lolos ke perempat final Nations League akan semakin tipis. Sementara itu, Inggris berpeluang besar mengamankan tiket ke babak gugur jika mampu mempertahankan konsistensi performa.
Pertanyaan besarnya kini: apakah Kroasia mampu bangkit dari keterpurukan ini, atau justru semakin tenggelam dalam krisis regenerasi yang telah lama menghantui sepak bola mereka?



