Kapolri Suyudi Lantik 27 Pejabat Polri Malam Ini, 19 Kapolda Diganti
Baca dalam 60 detik
- Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menggelar sertijab dan pelantikan bagi 27 pejabat Polri, termasuk 19 Kapolda, di Mabes Polri, Sabtu malam.
- Mutasi besar-besaran sebelumnya menyasar 88 Pati dan Pamen, dengan 70 personel memperoleh promosi jabatan baru.
- Pergantian di posisi strategis seperti Irwasum, Kabareskrim, dan Kadiv Propam berpotensi mengubah arah kebijakan penegakan hukum dan pengawasan internal.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) dan pelantikan bagi 27 pejabat tinggi Polri di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2026) malam. Dari jumlah tersebut, 19 di antaranya adalah Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) yang baru. Langkah ini merujuk pada Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Menurut Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, sebanyak 25 pejabat menjalani sertijab, sementara dua posisi lainnya—Astamarena dan Korspripim—dilantik langsung oleh Kapolri. "Sekira pukul 19.00 ini, akan langsung dipimpin oleh Bapak Kapolri terhadap beberapa pejabat utama," ujarnya di lokasi. Para pejabat yang akan dilantik terpantau mulai berdatangan sejak pukul 18.00 WIB.
Rangkaian pergantian ini merupakan kelanjutan dari mutasi besar yang dilakukan Kapolri sebelumnya terhadap 88 personel berpangkat Pati dan Pamen. Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa rotasi tersebut adalah bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier, dan penyegaran tugas. Dari 88 personel, 70 orang mendapat promosi, sementara 21 lainnya mengalami kenaikan pangkat atau penyesuaian jenjang.
Pergantian di posisi-posisi kunci seperti Irwasum, Kabareskrim, dan Kadiv Propam menjadi sorotan karena berimplikasi langsung pada arah pengawasan internal dan penegakan hukum. Pengamat kepolisian menilai bahwa komposisi baru ini akan menguji konsistensi Polri dalam memberantas praktik menyimpang di internal, terutama di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi. Sejumlah pihak juga menantikan apakah Kapolda baru di daerah-daerah rawan konflik akan mengedepankan pendekatan preemtif atau tetap mengandalkan kekuatan represif.
Selain itu, sertijab malam ini menandai babak baru konsolidasi kepemimpinan di tubuh Polri. Dengan 19 Kapolda yang baru, koordinasi antara Mabes dan kewilayahan diprediksi mengalami penyesuaian, terutama dalam menghadapi agenda nasional seperti Pilkada serentak dan pengamanan event internasional pada 2027. Efektivitas operasi keamanan sangat bergantung pada kemampuan para pejabat baru beradaptasi dengan cepat, mengingat tantangan di lapangan semakin kompleks, mulai dari kejahatan siber hingga aksi terorisme.
Ke depan, publik akan mencermati apakah mutasi ini benar-benar menghasilkan penyegaran kinerja atau sekadar rotasi rutin. Pertanyaannya, mampukah jajaran baru mempercepat reformasi birokrasi Polri dan meningkatkan kepercayaan masyarakat? Hanya waktu yang akan membuktikan, tetapi tekanan untuk segera menunjukkan hasil nyata sudah di depan mata.



