Irjen Dadang Hartanto Masih Umrah, Kursi Kapolda Metro Jaya Masih Kosong
Baca dalam 60 detik
- Irjen Dadang Hartanto tidak hadir dalam serah terima jabatan 27 pejabat Polri karena sedang menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci.
- Pelantikan Kapolda Metro Jaya akan dilakukan langsung oleh Kapolri setelah Dadang kembali, sementara kekosongan kepemimpinan di Polda Metro Jaya berpotensi mengganggu koordinasi keamanan ibu kota.
- Mabes Polri menyebut mutasi ini sebagai penyegaran organisasi, namun publik menanti terobosan Dadang dalam menangani tantangan keamanan Jakarta yang semakin kompleks.

Jabatan Kapolda Metro Jaya masih belum terisi definitif setelah Irjen Dadang Hartanto tidak muncul dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan Kapolda di Gedung Rupatama, Sabtu (3/10/2026) malam. Mabes Polri memastikan Dadang masih berada di Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umrah, sehingga pelantikannya sebagai orang nomor satu di Polda Metro Jaya harus ditunda hingga yang bersangkutan kembali ke Tanah Air.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan bahwa pelantikan Dadang akan dilakukan langsung oleh Kapolri. "Iya, ada satu Bapak Kapolda Metro (Irjen Dadang Hartanto) sedang umrah, ya. Sedang umrah beliau, tentu nanti akan dilakukan oleh Bapak Kapolri," ujar Trunoyudo seusai acara.
Dalam rangkaian sertijab yang digelar malam itu, sebanyak 27 jabatan diserahterimakan, mencakup sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan beberapa Kapolda. Beberapa posisi strategis yang mengalami pergantian antara lain Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam), Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam), Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat), serta Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam). Selain itu, dua jabatan dilantik, yakni Astamarena Kapolri dan Korspripim.
Trunoyudo menegaskan bahwa rotasi dan mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri untuk penyegaran, regenerasi, dan penyesuaian kebutuhan organisasi dalam menghadapi tuntutan masyarakat. "Kegiatan dalam rotasi atau mutasi jabatan ini merupakan dinamika organisasi yang tentunya Bapak Kapolri berkomitmen kepada seluruh masyarakat... dengan tagline beliau adalah 'Polri Bersama Masyarakat'," kata dia. Ia menambahkan bahwa percepatan dalam dinamika organisasi sangat dibutuhkan untuk beradaptasi.
Kekosongan kursi Kapolda Metro Jaya menjadi sorotan mengingat peran strategis Polda Metro Jaya dalam menjaga stabilitas keamanan di ibu kota. Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi nasional menghadapi tantangan kompleks, mulai dari kejahatan jalanan, terorisme, hingga pengamanan agenda nasional dan internasional. Ketidakhadiran pejabat definitif dapat memengaruhi pengambilan keputusan cepat, terutama dalam situasi darurat. Meski demikian, Mabes Polri memastikan bahwa roda organisasi tetap berjalan melalui pelaksana tugas (Plt) yang ditunjuk sementara.
Pengamat kepolisian menilai bahwa penundaan pelantikan karena alasan ibadah merupakan hal yang wajar, namun publik tetap menanti terobosan kepemimpinan Dadang. Ia dikenal sebagai perwira yang memiliki pengalaman di bidang reserse dan pernah menjabat di sejumlah posisi strategis. Tantangan terbesarnya adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, terutama dalam penegakan hukum yang adil dan transparan. Selain itu, sinergi dengan pemerintah daerah dan TNI menjadi kunci dalam menjaga kondusifitas Jakarta.
Sejumlah pihak mempertanyakan apakah penundaan ini akan berdampak pada kesiapan Polda Metro Jaya menghadapi agenda besar mendatang, seperti pengamanan pilkada serentak dan libur akhir tahun. Mabes Polri belum memberikan jadwal pasti kapan Dadang akan dilantik. "Tentu nanti akan dilakukan oleh Bapak Kapolri," pungkas Trunoyudo tanpa merinci lebih lanjut.
Dengan masih berstatus sebagai calon Kapolda Metro Jaya, Irjen Dadang Hartanto dihadapkan pada ekspektasi tinggi untuk segera menyelesaikan ibadahnya dan kembali mengemban tugas. Publik akan mencermati langkah pertamanya setelah dilantik, apakah ia mampu menghadirkan wajah Polri yang lebih humanis dan profesional di tengah dinamika ibu kota yang terus berubah.



